Skripsi memang menjadi masalah yang pasti dihadapi oleh setiap mahasiswa, di manapun menempuh perkuliahan. Karena skripsi juga terkadang mahasiswa yang rajin, selalu dapat nilai bagus, tidak bisa lulus tepat waktu karena terkendala tugas akhir alias skripsi. Intinya, perihal skripsi ini tidak hanya masalah rajin atau tidaknya, tetapi juga dosen pembimbing dan penguji.

Namun, apa jadinya ya kalau skripsi kamu diuji oleh salah satu orang paling penting di Indonesia, Menteri Keuangan misalnya? What? Ya, hal ini dialami oleh empat mahasiswa Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Keempat orang ini harus mempertanggungjawabkan hasil penelitian mereka di hadapan Menteri Keuangan langsung. Wah, seberapa gugupnya mereka ya kira-kira?

View this post on Instagram

Selain sebagai Menteri Keuangan RI, saya juga masih melaksanakan tugas sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Menjadi pengajar di kampus almamater adalah salah satu kebanggaan tersendiri bagi saya. Hari Selasa 18 Juni 2019, sebagai dosen FEB UI saya menjadi ketua sidang skripsi untuk dua orang mahasiswa. Yang pertama adalah Khaira Abdillah dengan skripsi yang berjudul Investigating the Impact of Internet Expansion on Learning Outcome in Indonesia. Pembimbing skripsi Khaira adalah Dr. Teguh Dartanto. Penguji lainnya adalah Dr. Chaikal Nuryakin. Mahasiswa kedua adalah Putra Prima Raka dengan skripsi yang berjudul The Impact of Intermediate Input Import on Indonesia's Manufacturing Export Performance of the Global and Non-global Production Network: Firm-Level Data Analysis. Pembimbing skripsi adalah Dr. Kiki Verico sedangkan Dr. Chaikal juga menjadi penguji. Senang sekali bisa menguji secara langsung dua orang mahasiswa FEB UI yang cerdas dan energik ini. Saya berharap mereka dapat mengimplementasikan ilmunya untuk kebaikan Indonesia.

A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati) on

Sidang ini sebenarnya sudah dilaksanakan pada Selasa (18/6) kemarin. Hal tersebut disiarkan langsung oleh Sri Mulyani di instagram pribadinya @smindrawati. Bahkan saking gregetnya, ada netizen yang mengcapture dan mengunggah ulang ke insta story dengan caption “sidang skripsi tingkat dewaa..”.

Mereka yang berkesempatan untuk present di depan Bu Menteri adalah Putra Prima Raka, Khaira Abdillah, Mendra dan Meila. Pertimbangannya, mereka sengaja ditunjuk langsung karena topic yang dibahas menarik dan juga relevan dengan keadaan perekonomian saat ini. Namun, dari keempatnya, ada dua yang membagikan pengalaman mereka. Adalah Putra Prima Raka dan Khaira Abdillah.

Diuji skripsi oleh Sri Mulyani [sumber gambar]
Khaira Abdillah maju dengan skripsi yang berjudul “Investigasting the Impact of Internet Expansion on Learning Outcome in Indonesia”. Sedangkan Putra Prima Raka dengan skripsi berjudul “The Impact of Intermediate Input on Indonesia’s Manufacturing Export Performance of The Global and Non-Global Production Network: Firm-Level Data Analysis”. Meski keduanya gugup, namun mereka mengatakan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, ya karena hanya satu kali dalam hidup.

Uji skripsi jilid II [sumber gambar]
Dilansir dari laman kompas.com, Prima juga mengungkapkan jika ia baru diberitahu pada Kamis 13 Juni (H-5 sidang), langsung susah tidur. Meskipun begitu, progres persiapan sidang yang dilakukan Prima sudah mencapai tahap pembuatan PPT, sehingga tidak banyak menyita waktu untuk persiapan yang lainnya, terutama kesiapan mental dan penguasaan materi.

BACA JUGA: Kisah Hidup Sri Mulyani yang Bikin Menitikkan Air Mata

Tak hanya sebatas persiapan, Prima mengatakan bahwa selama sidang berlangsung, Sri Mulyani sangat banyak memberikan masukan yang membangun dan pertanyaan-pertanyaan pedas mematikan. Sidang skripsi tersebut berlangsung selama 1,5 jam. Walaupun begitu, auranya tetap positif. Mereka tak hanya bertindak sebagai penguji dan mahasiswa saja, tetapi banyak diskusi pertukaran gagasan atau ide. Prima dan teman-temannya juga berharap bahwa apa yang mereka alami ini bisa menjadi motivasi untuk mahasiswa yang lain.