Entah karena perilaku kaum millenial yang jauh dari tata krama atau pola pengasuhan keluarga yang salah, belakangan banyak muncul berita tentang aksi tak terpuji yang dilakukan murid terhadap gurunya. Dilansir dari news.detik.com, seorang siswa di SMP PGRI Wringinanom Gresik bahkan berani menantang gurunya dan merokok di kelas.

Bukan hanya guru yang menjadi sasaran kenakalan dari kaum millenial tersebut, sekelas petugas cleaning service di lingkup sekolah juga menjadi ‘target empuk’ mereka. Tak hanya sekali dua kali, peristiwa serupa juga semakin banyak terjadi di lingkungan pendidikan seperti kasus berikut ini.

Petugas cleaning service sekolah dianiayai oleh siswa

Faisal Daeng Pole mungkin tak menyangka jika dirinya bakal dianiaya oleh sejumlah siswa di tempatnya bekerja. Dilansir dari laman news.detik.com, petugas cleaning service SMP Negeri 2 Galesong, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan ini dikeroyok oleh sejumlah murid dan diejek dengan panggilan binatang oleh mereka. Kesal karena diumpat, ia sempat menampar salah satu siswa sebanyak satu kali. Tak terima, murid yang terkena pukul lantas melaporkan hal tersebut pada orang tuanya. Alhasil, orang tua siswa angsung memerintahkan anaknya beserta temannya sebanyak tiga orang untuk memukul ramai-ramai petugas kebersihan tersebut.

Murid berani tantang guru dan merokok kelas

Tindakan tak terpuji lainnya datang dari kota Gresik. Di mana ada salah seorang murid yang berani dan menantang gurunya sendiri. Seperti yang ditulis oleh laman news.detik.com, siswa tersebut tiba-tiba saja memegang kepala dan juga mendorong tubuh sang guru ke belakang. Tak cukup sampai disitu, sang murid yang terlihat mengenakan topi itu juga memegang kerah sang guru dan bertingkah seperti hendak memukul berkali-kali dengan tangan. Sementara sang guru, hanya terlihat diam tanpa memberikan reaksi apapun.

Pahlawan tanpa tanda jasa meregang nyawa setelah dianiaya muridnya sendiri

Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, juga sempat dibuat heboh dengan aksi ‘koboy’ para murid yang tega menganiaya seorang guru bernama Ahmad Budi Cahyono. Mirisnya, sang pahlawan tanpa tanda jasa itu meregang nyawa tak lama kemudian. Laman news.detik.com menuliskan, ada dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh siswanya sendiri. Kejadian tersebut bermula dari oknum murid yang tidak terima karena ditegur keduanya terlibat cek-cok. Saat itulah, sang anak didik diduga melakukan kekerasan terhadap gurunya sendiri. Alhasil, tenaga pengajar di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura, Jawa Timur, itu meregang nyawa karena mengalami MBA (Mati Batang Otak), dan semua organ sudah tidak berfungsi.

Guru Dasrul yang dibogem murid dan orang tuanya

Guru mata pelajaran Gambar Bangunan di SMKN 2 Makassar yang bernama Dasrul, harus rela bercucuran darah setelah dianiaya orang tua dari anak didiknya sendiri. Mirisnya, siswa tersebut juga ikut ‘ambil bagian’ pada dirinya. Dikutip dari news.okezone.com, kejadian awal bermula saat Dasrul menegur salah seorang siswanya karena tidak membawa buku gambar. Tak terima ditegur, sang murid berteriak hingga ia dipukul karena dianggap tidak sopan. Sempat ditantang berkelahi, anak didik Dasrul kemudian menelepon sang ayah untuk datang ke sekolah. Hingga pada akhirnya, anak dan bapak itu kemudian menganiaya Dasrul hingga bercucuran darah.

BACA JUGA: Inilah 5 Kisah Tragis Murid Durhaka yang Aniaya Guru Karena Masalah Sepele

Miris memang. Entah karena pola asuh orang tua yang salah, sistem pendidikan sekolah di Indonesia yang belum atau memang sifat sang anak yang cenderung ‘liar’, semua masih tampak abu-abu. Agar kejadian di atas tak lagi terulang, sudah saatnya pemerintah membuat UU khusus yang bisa digunakan pihak sekolah, jika terjadi kekerasan yang melibatkan pegawai dan murid di lingkungannya.