Mendaki adalah salah satu hobi yang paling banyak digemari, walaupun medan yang ditempuh tidak mudah dan jarak yang harus dilalui penuh tantangan, nggak menyurutkan semangat untuk menuju puncak. Katanya sih pemandangan yang ada di atas gunung seakan terbayar dengan sempurna dan lelah pun otomatis mereda. Itu juga sebabnya banyak orang yang nggak kapok naik gunung walaupun udah berkali-kali merasakan lelahnya.

Apakah kamu adalah orang yang suka mendaki? Kalo gitu nggak asing lagi dong dengan jalur yang harus ditempuh para pendaki saat akan menuju Everest? Yap, benar sekali! Jalur pendakian melalui area Himalaya adalah salah satu area vital yang harus dilewati. Selain jadi jalur penting, ternyata ada salah satu danau bernama Roopkund yang menyimpan tengkorak manusia di dasarnya.

Seramnya lagi tidak hanya puluhan orang yang telah terjebak, namun hingga ratusan manusia telah jadi korban. Simak poin-poin kita di bawah ini untuk kepo lebih lanjut!

Nggak muncul dadakan, danau ini telah ditemukan 70 tahun lalu

Tumpukan tulang ini banyak yang masih belum teridentifikasi sampai sekarang (Source)

Sekitar tahun 1940-an seorang penjaga hutan menemukan tulang-tulang yang berserakan di tepian danau. Saat itu adalah musim panas dimana banyak es yang telah mencair walaupun secara geografis danau ini terletak di lembah gunung es. Setelah diketahui lebih lanjut, ternyata tidak hanya ada satu atau dua tulang manusia, namun ada sekitar 200 kepala yang telah menjadi tengkorak. Penemuan ini menghebohkan warga yang ada di sekitar danau karena sulit dipercaya bahwa ada manusia yang ‘nyasar’ sampai ke tempat itu.

Tidak hanya tulang, bahkan pernah ada rambut yang masih menempel di tengkorak

Sayangnya belum ada perlindungan terhadap tempat ini jadinya rawan tercemar (Source)

Danau Roopkund yang berada diantara dua lembah ini memang tampak biasa jika dibandingkan dengan danau lain yang ada di kawasan beku. Namun saat musim panas, semuanya berubah dan seiring dengan meningginya kadar air dari lelehan es, mulai banyak tengkorak manusia yang mengapung. Tulang-tulang ini diambil sample-nya oleh para ilmuwan pada tahun 2004 dan ternyata dari bukti selain tulang ada juga rambut yang masih menempel. Temuan ini tentu mempermudah ilmuwan untuk menemukan siapa sebenarnya yang menjadi ‘korban’ di tempat ini.

Kebanyakan tulang-tulang ini bukan dari pendaki yang lewat, tapi berasal dari tentara perang.

Mungkinkah tulang dari prajurit perang yang ada dalam danau ini? (Source)

Walaupun belum banyak bukti terkumpul dan spesifik, banyak yang mengatakan bahwa tengkorak-tengkorak ini berasal dari prajurit yang terjebak dalam hujan es ketika perang. Ada juga yang bilang bahwa prajurit yang berada dalam masa perang dunia kedua ini ditugaskan oleh pemerintahan Inggris pada saat itu untuk menjadi mata-mata di sekitar perbatasan India. Warga sekitar juga sampai saat ini masih diliputi rasa penasaran saking banyaknya teori yang beredar.

Selain jadi tempat wisata, kini danau ini juga jadi pusat penelitian

Kira-kira beginilah penampakan Roopkund saat musim dingin (Source)

Jelas fenomena ini menjadi sisi gelap yang dimiliki oleh indahnya pegunungan Himalaya, namun kini tak hanya menjadi jalur yang harus ditempuh, Roopkund juga masih menjadi pusat penelitian terhadap keberadaan manusia. Setiap tahunnya juga masih banyak orang yang berkunjung sekaligus memanjatkan doa untuk para arwah yang ada di sekitar danau ini. Serem juga ya kalo jalur pendakian yang kamu lewati mempunyai ratusan tengkorak tersimpan!

BACA JUGA: Bukan Tak Berperikemanusiaan, Ini Mengapa Jasad Abadi di Everest Dibiarkan Begitu Saja

Alam memang menyimpan misteri yang nyata, banyak bukti keberadaan manusia pada zaman dahulu masih ‘tersimpan rapi’ di dalamnya. Yakin deh, selain danau ini masih banyak tempat-tempat lain yang menjadi bukti bahwa manusia terus berkembang dan berubah. Apalagi tempat-tempat yang ‘menyimpan’ benda-benda aneh yang tidak sewajarnya ada di alam. Kalo menemukan tumpukan tulang di alam terbuka, bagaimana kira-kira reaksimu? Kita tunggu komentarmu ya!