Jika pada bahasan sebelumnya, penulis sudah pernah mengulas tentang rakaat tarawih yang lebih afdhol maka kali ini kita akan membahas masalah lain. Dalam pelaksanaan, ada banyak cara umat muslim melakukan sholat tarawih mereka. Ada yang cukup dengan hanya membaca surat pendek, ada yang membaca per juz setiap malamnya –hingga malam ke 30-, atau ada pula yang 30 juz langsung semalam.

Bacaan-bacaan tersebut tentu mempengaruhi kecepatan dalam sholat bukan? Kamu pasti sudah mendengar atau mungkin pernah mengetahui adanya fenomena sholat tarawih tercepat yang dilaksanakan di pesantren Mambaul Hikam Mantenan, Udanawu, Blitar. Ya, tarawih di pesantren ini hanya membutuhkan waktu 15 menit saja, di mana menyelesaikan sholat tawawih 20 rakaat dan witir 3 rakaat.

Karena sholat tersebut super cepat, maka tak heran jikalau masjid selalu penuh dengan manusia. Setidaknya, per malam ada 1.500 jamaah, mulai dari santri, hingga orang dewasa dan para tetua. Sholat tarawih ekspress tersebut bukan hal yang baru karena sudah berlangsung selama kurang lebih satu abad.

Nah, berkebalikan dengan tarawih super cepat, di desa Temboro Karas, Magetan, Jawa Timur juga terkenal akan tarawih terlama. Hampir setiap musala dan masjid di desa ini menyelesaikan tarawih mereka dengan ber juz-juz bacaan Al-Quran, mulai dari 1 juz hingga khatam 30 juz. Semua bacaan tersebut dilakukan oleh santri pesantren Al-Fatah.

Jamaah sholat tarawih [Sumber gambar]
Informasi yang penulis ambil dari facebook @Temboro, sholat tarawih di desa ini dibagi ke dalam beberapa kelompok, yaitu: 1). Umum, di mana tarawih dilakukan dengan membaca 1 juz Al-Quran dan berlangsung selama 1,5 jam. 2) Medium, yaitu tarawih 5 juz waktu kurang lebih 3 jam, lokasi kubah masjid darussalam trangkil Temboro. 3) Hard, sholat tarawih dengan 10 juz bacaan dalam waktu kurang lebih 4 jam. 4) Hardcore, tarawih dengan 30 juz Al-Quran dalam waktu 8 jam. Sholat ini dilaksanakan mulai awal hingga akhir Ramadan.

Ya, yang perlu Sahabat Boombastis ketahui adalah walaupun durasi waktu lumayan lama, jumlah jamaah yang mengikuti selalu mencapai ratusan loh, menakjubkan bukan? Dari uraian di atas kita bisa belajar, jika sudah terbiasa sebanyak apapun rakaatnya pasti tidak akan terasa berat. Yang penting niat ikhlas dan bisa istiqomah.