Di ibu kota, mendapat lahan parkir adalah hal yang cukup sulit. Namun dibalik kesulitan mendapat parkir, ada dana sangat besar yang menguap begitu saja setiap tahunnya. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan ada ratusan miliar pendapatan parkir Pemprov DKI yang hilang setiap tahunnya, dilansir oleh detik.com, Selasa (5/8). Dengan jumlah yang besar tersebut, Ahok mengeluarkan solusi cara mengatasinya, yaitu dengan memberlakukan parking meter.Setiap-Tahun,-Rp-200-Miliar-Pendapatan-Parkir-Pemprov-DKI-Jakarta-Hilang

“Makanya kita sedang meminta pak Sunardi Sinaga (Kepala Unit Pelaksana Perparkiran DKI) untuk membereskan parking meter,” ujar Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Penggunaan parking meter akan lebih efektif, karena akan mencatat semua pendapatan parkir dengan lebih detil dan otomatis.

Sayangnya, rencana penggunaan parking meter masih belum bisa direalisasikan karena terkendala birokrasi yang rumit. Hal ini membuat Ahok kecewa karena lambatnya birokrasi akan semakin memperlambat penggunaan parking meter. “Sayangnya BPKD payah mengurusnya. Lambannya minta ampun, BPKD kita itu, aduh, capek deh,” ujar Ahok menanggapi lambatnya kinerja BPKD.

Artikel Lainnya
Ryuji Utomo Sudah Move On dari Ariel Tatum, Ini 10 Potret Pacar Barunya yang Tak Kalah Cantik
Balada Freeport, Gunung Emas Nusantara yang Malah Membuat Rakyatnya Semakin Miskin

Di tempat terpisah, Sunardi Sinaga menyabutkan bahwa pendapatan parkir di badan jalan yang hilang setiap tahun diperkirakan mencapai angka Rp 200 miliar. Angka tersebut tidak masuk ke dalam kas daerah setiap tahunnya. Selama ini pihak pemrov DKI Jakarta hanya menerima Rp 326 miliar, yang terdiri dari Rp 300 miliar pendapatan pajak parkir gedung dang Rp 26 miliar pendapatan parkir di jalan.

“Banyak pendapatan parkir on the street yang hilang, karena banyak orang yang berkepentingan, kata lainnya banyak preman. Makanya parking meter sangat efektif dilakukan untuk menata parkir di Jakarta. Diharapkan, tidak ada lagi kebocoran (pendapatan) nantinya,” ujar Sunardi Sinaga.