in

Inilah 5 Seragam Timnas yang Menjadi Saksi Bisu Keganasan Indonesia

Seperti yang kita ketahui setiap tahun kostum Tim Nasional Indonesia selalu mengalami perubahan. Hal ini disebabkan oleh perkembangan apparel yang selalu memunculkan desain baru. Untuk menyerap pasar para produsen tersebut selalu berlomba melakukan inovasi. Begitu juga seragam Tim Nasional Indonesia yang selalu mengalami perubahan.

Ada beberapa apparel yang membuat para pemain terlihat gahar. Namun ada juga yang tidak berlogo, seperti saat masa kolonial dahulu. Meskipun tidak seheboh kaos tim dari negara daratan Eropa atau Amerika, tetap saja seragam timnas selalu dapat memberikan kebanggaan saat dipakai punggawa timnas. Lalu bagaimana seragam timnas negara kita? Simak ulasannya berikut.

Seragam jadul pada zaman kolonial Belanda

Kostum Kolonial [Sumber Gambar]
Pada zaman ini sepak bola tentu belum berkembang seperti saat ini. Di saat masa-masa tersebut pemain pribumi sangat kesulitan untuk memainkan si kulit bundar. Bahkan untuk membela negara dalam olahraga ini tidak mudah. Harus ditunjuk oleh pihak Belanda pemegang kewenangan. Jadi tidak heran saat itu nama Indonesia berubah dengan Hindia-Belanda. Untuk penggunaan jersey sendiri, tidak ada apparel yang mensponsori timnas hanya warna hitam putih. Massa perang memang hanya ada dua kostum untuk membedakan tim di atas lapangan.

Kostum era emas Indonesia menggunakan Asics

Kostum Timnas Asics [Sumber Gambar]

Tahun 1996 bisa dikatakan banyak muncul pemain berbakat dari posisi belakang sampai depan. Sebut saja Hendro Kartiko, Bima Sakit dan Widodo CP. Pada tahun ini timnas menggandeng produk olahraga Asics. Menggunakan desain merah polos dengan lambang huruf V di bagian dada. Kostum ini bisa dikatakan melawan arus karena tampil beda dari banyaknya desain penuh motif era 90-an. Selain itu ada momen yang tak terlupa saat menggunakan baju ini, yaitu goal sepektakuler Widodo CP dengan salto.

Timnas menggunakan apparel terkenal di dunia Voli

Kostum Mikasa [Sumber Gambar]
Setelah menabrak pasaran dengan menggunakan apparel Asics. Pada tahun 1997 PSSI memutuskan untuk memilih Mikasa sebagai produsen Timnas Indonesia. Meskipun terlihat akrab di dunia Volli, namun desain yang diberikan oleh Mikasa terlihat menarik. Apalagi dengan penggunaan warna putih dominan ditambah warna merah dengan pinstripe putih semakin mempertegas uniknya kostum timnas saat itu. Celana putih dengan garis merah dibagian pinggir, juga menambah kesan indah untuk seragam timnas tahun 1997 itu

Seragam Tim Nasional Indonesia dengan apparel Adidas

Seragam Adidas [Sumber Gambar]
Jauh sebelum muncul Nike menginvasi baju olahraga Indonesia. Adidas datang untuk menjadi apparel timnas Indonesia dengan menyuguhkan desain kelas dunia. Penggunaan tiga strip cirri khasnya membuat seragam timnas terlihat elegan. Kombinasi merah putih mendominasi jersey timnas tahun 1999 tersebut. Secara model seragam yang digunakan waktu Bambang Pamungkas debut tersebut bagus, meskipun sebetulnya menggunakan desain yang berasal dari dua tahun sebelumnya.

Setelah Jerman Indonesia memakai  brand Amerika untuk kostumnya

Nike [Sumber Gambar]
Setelah menutup kerjasama dengan Adidas, induk organisasi resmi sepak bola Indonesia menggandeng Nike. Produsen Amerika ini sudah bersama timnas negara kita sejak tahun 2002. Sampai tahun ini dirinya selalu memberikan inovasi baru untuk Timnas Indonesia. Berbagai desain selalu dimunculkan Nike untuk menyambut kejuaraan baru. Dari mulai piala Asia pertama di Indonesia, Piala AFF, sampai ke depan untuk menyambut Asean Games 2018. Model yang diberikannya juga sangat variatif karena selalu mengikuti perkembangan zaman.

Perkembangan kostum memang setiap tahunnya membuat Timnas Nasional kita terlihat elegen. Selain tampak bagus, system penjual moderen juga menguntungkan organisasi dan supporter. Namun, hal tersebut harus diimbangi dengan prestasi agar nama Indonesia tidak hanya terpatri di seragam saja, tapi dapat juga pada sejarah kejuaraan sepak bola dunia.

Written by Galih

Galih R Prasetyo,Lahir di Kediri, Anak pertama dari dua bersaudara. Bergabung dengan Boombastis.com pada tahun 2017,Merupakan salah satu Penulis Konten di sana. Lulusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Awalnya ingin menjadi pemain Sepak Bola tapi waktu dan ruang justru mengantarkan Ke Profesinya sekarang. Mencintai sepak
bola dan semua isinya. Tukang analisis Receh dari pergolakan masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Ingat Hudson Penyanyi ‘Bermuka Dua’? Lama Tak Terlihat, Begini Kabarnya Sekarang

Hidup dengan Hutang, Pemuda Tangguh Ini Malah Sukses Besar Setelah Kena Tipu