Piala Dunia 2018 kini telah mencapai penghujung perjalanannya. Saat ini event tersebut hanya menyisakan beberapa laga lagi untuk mengetahui siapa kesebelasan yang akhirnya mampu tampil di Final. Bagi mereka nanti yang mampu lolos ke partai puncak, jelas menjadi sebuah pencapai luar biasa. Pasalnya dari semua kontestan babak semifinal, dalam beberapa edisi lalu belum pernah ada yang mencatatkan prestasi tersebut.

Seperti Inggris yang gagal di fase grup di Piala Dunia 2014, empat tahu lalu Kroasia juga hanya bisa sampai babak yang sama dengan Tim Tiga Singa tersebut. Sedangkan Belgia dan Perancis sama-sama hanya sampai di partai perempat final. Secara historis empat kontestan memang memiliki nasib yang sama. Namun jelas untuk tahun ini kisah mereka akan jauh berbeda dari dahulu. Lalu siapakah tim yang berpeluang ukir rekor baru? Simak hitungan-hitungan lewat ulasan uji kepantasan masuk final di sini.

Belgia Vs Perancis duel baru generasi baru di babak semifinal

Prancis VS Belgia [Sumber Gambar]
Duel Belgia melawan Perancis nanti sangat layak disebut sebagai pertandingan generasi baru. Hal ini mengacu pada skuad inti kedua tim yang tak banyak dihuni oleh pemain berwajah lama. Bahkan banyak pengamat atau pandit mengatakan mereka merupakan generasi emas. Di kubu Les Blues ada Griezmann, Kylian Mbappe, Pogba dan Varane sedangkan di tim Red Devils Belgia, berisikan Lukaku, Hazard, Kevin De Bruyne serta Axel Witsel. Sama-sama lolos ke semifinal, baik Belgia atau Perancis torehkan rekor yang bagus lantaran jauh baik dari empat tahun lalu.

1. Rekor pertemuan

Perancis VS Belgia beberapa tahun lalu [Sumber Gambar]
Dalam sejarahnya kedua tim sudah hadirkan 73 kali duel, dimana Perancis telah memenangkan 24 laga, Belgia 30 dan berkesudahan seri sebanyak 19 seri. Mengacu dari hal ini jelas Belgia lebih diunggulkan nantinya apalagi mereka mempunyai modal bagus dengan mengandaskan Brasil di Semifinal. Namun Perancis juga tidak bisa dipandang remeh, sebab mereka selalu menang saat bermain di laga Piala Dunia kala melawan Belgia. Tercatat kedua kemenangan itu ditorehkan pada tahun 1938 dan 1986.

2. Kiprah sebelum masuk semifinal

Sebelum memetik hasil menjanjikan di partai perempat final Piala Dunia 2018, kedua tim bisa dikatakan memiliki perjalanan berbeda. Belgia mulus melaju ke semifinal dengan mencatatkan rekor sempurna yakni selalu menang di enam laga, dengan menorehkan 14 gol. Hasil yang membuat mereka jadi salah satu tim produktif.

Kiprah Perancis dan Belgia sebelum semifinal [Sumber Gambar]
Kisah gemilang Belgia, rupanya berbeda dengan Perancis. Mereka lolos ke semifinal ini dengan catatan lima kali kemenangan dan sekali seri, dengan mencatatkan 9 gol saja. Langkah mereka pun bisa dikatakan tak semulus tim Red Devils, Les Blues beberapa kali hampir saja terjungkal. Kendati pada akhirnya mampu singkirkan Argentina dan Uruguay untuk babak semifinal.

3. Sejarah piala dunia

Apabila melihat kiprah tadi jelas Belgia lebih impresif dibanding dengan Perancis. Tapi menilik Historis atau kiprah selama di Piala Dunia. Agaknya Paul Pogba dan kawan-kawan jauh lebih unggul dari negara tetangga tersebut. Negara menara Effiel tersebut telah masuk semifinal sebanyak enam kali dan mampu lolos dua kali ke Final, tahun 1998 dan 2006.

Perancis Juara Piala Dunia [Sumber Gambar]
Untuk Belgia sendiri, ini menjadi semifinal ke dua mereka, sebelumnya ditorehkan di tahun 1986. Namun ketika laga di waktu tersebut mereka gagal melaju ke final dengan dikalahkan Argentina. Kisah nahas tersebut agaknya sudah berbeda dibanding dengan mereka sekarang. Hal ini dibuktikan lewat kiprah mereka di beberapa tahun belakangan.

Inggris Vs Kroasia pertarungan tim gagal Fase Grup Piala Dunia 2014

Inggris VS Kroasia [Sumber Gambar]
Seperti halnya Belgia dan Perancis semifinal ini juga menjadi penanda peningkatan prestasi oleh Inggris serta Krosia. Hal ini mengacu kepada Piala Dunia empat tahun lalu dimana kedua tim hanya mampu mencapai fase grup saja. Bahkan kedua tim juga kumpulan poin minim yakni 1 untuk Tim Tiga Singa dan 3 bagi Luka Modric Cs. Namun di Piala Dunia tahun ini mereka jauh lebih baik dengan puncaki grup dan jadi juara kedua. Hasil ini juga akan jadi penanda apabila pertemuan mereka di semifinal ini akan suguhkan laga seru.

1.Rekor pertemuan

Inggris VS Kroasia di Kualifikasi Euro [Sumber Gambar]
Dalam pertandingan kompetitif atau resmi sejak tahun 2000 lalu Inggris dan Kroasia telah bertemu sebanyak lima kali. Dengan mencatatkan kemenangan tiga kali untuk Tim Tiga Singa serta dua kali bagi tim berjuluk Vatreni itu. Pada pertemuan terakhir mereka di ajang kualifikasi Piala Dunia tahun 2009 Inggris sanggup menang dengan skor 5-1. Hasil yang juga menggagalkan Tim dari Eropa Timur itu di Piala Dunia Edisi Afrika. Catatan saling mengandaskan mimpi kedua tim tidak hanya dimiliki Inggris saja, pasalnya pada tahun 2008 Kroasia juga sukses menjegal Tim Tiga Singa itu untuk lolos ke Piala Eropa.

2. Kiprah sebelum masuk semifinal

Inggris memulai kampanye di ajang ini dimulai dengan mengandaskan Tunisia dan diakhiri dengan juara kedua grup G. Di babak semifinal Tim Tiga Singa tampil perkasa dengan mampu mengalahkan Kolombia dan penghancur Italia yakni Swedia. Untuk Piala Dunia tahun ini banyak pengamat mengatakan apabila penampilan Inggris lebih bagus dari sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari torehkan gol yang mereka ciptakan jauh dibanding empat tahu lalu. Mereka juga sementara antarkan Harry Kane jadi top skor Piala Dunia. Beberapa pemain macam Maguire, Raheem Sterling, dan Jesse Lingard juga jadi formula performa bagus Inggris.

Kiprah Inggris dan Kroasia sebelum semifinal [Sumber Gambar]
Tidak mau kalah dengan lawannya Inggris, Kroasia juga tampilkan performa yang luar biasa. Kendati harus susah payah di adu penalti babak 16 besar dan perempat final, namun penampilan mereka di Piala Dunia 2018 tetap luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan menjadi salah satu belum terkalahkan dan mampu mengakangi Argentina menjadi juara grup D. Dalam kiprahnya tim berjuluk Vatreni juga sudah torehkan 10 gol dan 4 kemasukan.

3. Sejarah piala dunia

Inggris di Piala Dunia 1998 [Sumber Gambar]
Melihat kiprah kedua kesebelasan sebelum masuk semifinal performa mereka bisa dikatakan sama-sama hebat. Namun dalam catatan sejarahnya Inggris agak lebih unggul dengan mampu memenangi ajang ini tahun 1966 lalu. Selama berkiprah di ajang ini Tim Tiga Singa tiga kali masuk semifinal, sedangkan Kroasia ini menjadi kedua untuk mereka setelah tahun 1998 lalu. Tapi setiap dalam semifinal terakhir mereka, kedua tim selalu gagal melaju ke partai puncak. Kondisi jelas menunjukkan bahwa dalam banyak segi mereka berimbang.

Siapa yang berpeluang masuk ke partai puncak Piala Dunia 2018?

Berkaca dari ulasan tadi agaknya empat tim yang bertemu di semifinal ini memiliki kemampuan berimbang. Namun menilik performa, laga Belgia dan Perancis agaknya tim Setan Merah lebih unggul dari Les Blues. Performa anak asuh Roberto Martinez yang mampu halau Brasil jadi acuannya. Ditambah mereka juga menjadi salah kesebelasan tersubur dalam pagelaran ini. Kendati tak mudah untuk Perancis, namun fleksibelnya gaya permainan dan sejarah manis 1998 tim identik dengan kostum biru itu tetap memiliki peluang yang besar untuk ke Final.

Para Kanidat Final Piala Dunia 2018 [Sumber Gambar]
Sedangkan untuk Kroasia VS Inggris, Tim Tiga Singa jelas sedikit diunggulkan hal ini melihat beberapa performa impresif selama ini. Apalagi mereka juga berhasil mengandaskan beberbagai kutukan yang jadi kisah kelam mereka. Tidak itu saja, formasi 3-5-2 juga jadi racikan tetap untuk mengeluarkan pontesi pemain tim Inggris. Namun, hal tersebut tidak menutup peluang Kroasia untuk lolos. Hal ini lantaran Kroasia berisikan pemain yang tidak sembarangan, macam Modric, Rakitic, dan Ivan Perisic. Kolaborasi mereka kerap jadi bom yang bisa meledakkan siapa saja.

Catatan kecil di atas kertas ini jelas bukan penentu hasil. Hal ini lantaran kerja keras diatas lapangan dan bumbu keberuntungan menjadi kunci mereka lolos ke final. Terlepas dari siapa yang nanti masuk ke laga puncak, kiprah empat kesebelasan ini tetap perlu sangat di apresiasi lantaran mampu ukir prestasi yang jauh dari empat tahun lalu. Kalau kalian menjagokan siapa sobatku?