in

Sejarah Panjang Sepatu BATA, Setia Temani Langkah Masyarakat Indonesia

sepatu bata bangkrut

Masyarakat Indonesia dikagetkan dengan berakhirnya produksi Pabrik Sepatu BATA yang bermarkas di Purwakarta, Jawa Barat. Industri alas kaki yang sudah ada sejak sebelum Perang Dunia I itu menjadi bagian dari perjalanan kehidupan masyarakat Tanah Air, dari generasi ke generasi.

Karena identik dengan kehidupan masyarakat Indonesia, banyak yang mengira bahwa Sepatu BATA merupakan produk anak bangsa. Siapa sangka, ternyata merek ini bukan buatan dalam negeri, lho.

Didirikan oleh pengusaha asal Eropa

Sepatu Bata yang sangat terkenal di negara kita ini adalah merek dagang yang dimiliki oleh pengusaha bersaudara dari Eropa. Dikutip dari situs The Bata Company, perusahaan ini memulai roda usahanya sejak tanggal 21 September 1894. Tiga bersaudara pendirinya bernama Tomas, Anna, dan Antonin Bata.

Ketiganya adalah generasi kedelapan dari keluarga Bata yang memiliki reputasi sebagai pembuat sepatu di kota Zlin, Cekoslowakia. Tomas, Anna dan Antonin juga menjadi pelopor dari industrialisasi perusahaan keluarga mereka dengan menghadirkan modernisasi pada 1897. Dengan menggunakan mesin uap, BATA memproduksi sepatu secara massal dan memasarkannya di Eropa. 

Banjir pesanan gara-gara Perang Dunia I

Perang Dunia I yang menghancurkan sebagian besar Eropa justru menjadi ladang rezeki bagi BATA Berdasarkan data The Encyclopedia of The Industrial Revolution in World History (2014), BATA mampu memproduksi hingga 50 ribu sepatu pada salah satu periode kelam Benua Biru tersebut karena mendapat pesanan pembuatan sepatu tentara dalam skala besar. Berkat keuntungan besar itu pula BATA memiliki modal untuk melakukan ekspansi usahanya ke berbagai negara.

Masa kejayaan BATA terjadi di tahun 1936 dimana salah satu produk yang paling diminati masyarakat adalah model BATA Tennis. Sepatu yang sangat populer di kalangan pelajar India tersebut adalah sepatu kets dengan desain bergaris serta pelindung ujung kaki karet. Sepatu terlaris sepanjang masa itu bahkan masih dijual di seluruh dunia.

Pernah dipakai mantan bintang basket, Magic Johnson

Tak hanya fokus pada sepatu untuk gaya, BATA juga memberi perhatian lebih pada dunia olahraga. Tahun 1970 hingga 1980 an menjadi puncak era bagi brand satu ini.

Salah satu bukti kedigdayaan BATA sebagai sepatu olahraga adalah ketika menggaet mantan bintang basket Magic Johnson. Selain itu BATA juga memantabkan diri sebagai salah satu sponsor Piala Dunia 1986 yang diselenggarakan di Meksiko. 

Sejarah Berdirinya BATA di Indonesia

Kehadiran BATA di Indonesia diawali di tahun 1931. Bekerja sama dengan importir sepatu Netherlandsch-Indisch (NV), BATA akhirnya membuka pabrik pertamanya di Kalibata, Jakarta Selatan dan memulai produksinya pada 1940. Popularitas BATA begitu tinggi di mata masyarakat Indonesia. Di tahun 1994 pabrik kedua di Purwakarta, Jawa Barat, dibuka. Pabrikan sepatu ini kemudian mulai berproduksi pada 1940.

Berbagai produk sepatu diluncurkan. Mulai dari Bubblegummers untuk anak-anak, North Star bagi kaum muda, Power untuk pecinta olahraga, hingga Marie Claire yang khusus buat para wanita. Dari kesuksesan tersebut, BATA memproduksi lebih dari 160 ribu pasang setiap hari. Toko-tokonya juga hadir di 30 negara, termasuk Indonesia.

BACA JUGA: Dubai Dihantam Hujan Badai Sebabkan Banjir, Puluhan Nyawa Melayang

Kejayaan BATA dengan lebih dari 400 gerainya di Tanah Air meredup akibat pandemi Covid-19. Kerugian demi kerugian membuat produsen sepatu ini akhirnya harus merelakan ‘rumah kedua’ mereka di Purwakarta. Semoga ini bukan akhir dari perjalanan panjang Sepatu BATA dalam menemani langkah pecinta sepatu Indonesia.

Written by Bayu Yulianto

atlet badminton indonesia

Bikin Tegang, Momen-Momen Heroik Atlet Badminton Indonesia di Thomas-Uber Cup 2024

Brigjen Aulia Dwi Nasrullah

Pecahkan Rekor! Brigjen Aulia Dwi Nasrullah Jadi Jenderal Bintang 1 Termuda