in

Sejarah Kelam Lipstik, Kosmetik Kaum Hawa yang Sempat Disebut Jelmaan Setan

Pertama kali terciptanya lipstik dalam bentuk stik [Sumber gambar]

Lipstik adalah senjata para kaum hawa untuk terlihat lebih segar dan menarik. Kosmetik warna-warni ini menjadi satu dari banyak barang wajib yang biasanya ada di dalam tas seorang perempuan. Nah, para kaum hawa sekarang mungkin hanya bisa membeli dan memakai tanpa tahu bagaimana sejarahnya barang ini bisa eksisi hingga kini.

Jika kita telusuri lebih jauh, lipstik sudah ada dari zaman dahulu, hanya saja bentuknya tentu tidak sekece sekarang. Dahulu pun, ada sejarah kelam si balik pewarna yang membuat bibir merona ini. Kira-kira seperti inilah sejarah lipstik di masa lalu.

Lahir 5000 tahun lalu di Mesopotamia

Lipstik di zaman Mesopotamia [Sumber gambar]
Sebelum tenar seperti saat ini, lipstik sudah lahir sebelum masehi (SM) atau 5000 tahun lalu di Mesopotamia –Irak saat ini. Bahan yang digunakan dahulu adalah batu mulia atau permata yang digiling oleh para perempuan hingga halus, lalu ditaruh dengan hati-hati di bibir dan kelopak mata untuk menambah kesan warna yang menarik, seperti terlansir dalam History of Cosmetics. Wah, ternyata memang sudah dari dulu ya wanita itu ingin terlihat cantik dan menjadi pusat perhatian.

Evolusi terbesar pada era Ratu Cleopatra (51-30 SM)

Lipstik di era Mesir Kuno [Sumber gambar]
Setelah masa Mesopotamia, lipstik mengalami evolusi di era Mesir Kuno atau pemerintahan Cleopatra. Lipstik ketika itu dibuat dari kombinasi yodium dan senyawa bromin. Setelah mereka mengetahui kalau yodium dan bromin beracun, para perempuan pindah kepada bahan baku kumbang, telur semut dan henna sebagai pewarna bibir. Saat itu, lipstik bukan hanya sebagai tanda kecantikan melainkan pelindung yang bisa membuat mereka terhindar dari sinar matahari gurun pasir. Yang memakai ini juga bukan rakyat biasa, melainkan para perempuan bangsawan. Bahkan, Clepotra sendiri juga membuat sendiri formula lipstiknya dengan mencampur bahan yang sudah ada dengan sisik ikan agar tampak mengkilap.

Kontroversi lipstik di Eropa pada abad pertengahan

Lipstik di era Elizabeth I [Sumber gambar]
Tak hanya tenar di Mesir, lipstik juga menjadi fashion di negara-negara Eropa. Sayangnya pada abad pertengahan pamor alat kecantikan ini naik turun. Saat terjadinya perang, kemiskinan melanda, dan rakyat menderita, penggunaan lipstik sempat dihapuskan. Ia dinilai sebagai barang yang hanya boleh dipakai oleh kaum rendahan seperti para PSK dan wanita malam. Tapi pada abad ke 16, berkat Ratu Elizabeth I yang memakai lipstik berwarna merah terang, derajat lipstik kembali terangkat dan kembali dipakai oleh para wanita. Memasuki abad 17, lagi-lagi ada kontroversi karena seorang pendeta dari Inggris bernama Thomas Hall dan parlemen Inggris mengeluarkan regulasi melarang memakai lipstik pada 1770. Bagi yang memakainya, bisa diadili karena dianggap penyihir dan kultus setan, seperti dilansir dari Viva.co.id.

Lipstik berbentuk stik yang pertama kali dibuat

Pertama kali terciptanya lipstik dalam bentuk stik [Sumber gambar]
Lalu, bagaimana lipstik bisa berkembang dan dipakai hingga kini? Seperti dilansir dari lipstickhistory.com, pada akhir abad ke-19 ketika kemajuan industri berkembang pesat, industri kecantikan Prancis mulai memproduksi lipstik untuk penjualan komersial. Sedangkan ABC.net mengatakan bahwa Abu al-Qasim al-Zahrawi adalah ahli bedah yang berhasil menciptakan lipstik pertama dalam bentuk stik. Dia menggunakan lilin untuk membentuk dasar lipstik dan menambahkan pewangi yang kemudian dimasukkan ke dalam cetakan. Dari hal inilah lipstik perlahan-lahan menjadi lebih populer.

Kepopulerannya ditambah lagi dengan industri film Hollywood yang menampilkan para artis dengan bibir menawan mereka, sehingga penggemar lipstik semakin banyak. Jadi, untuk para kaum hawa yang tinggal menikmati dan membeli lipstik, kamu wajib banget tahu sejarahnya bagaimana lipstik bisa sampai ke tangan kalian. Semoga bermanfaat!

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

5 Hal yang Bisa Dilakukan Keluarga Raja Salman dengan Hartanya di Jagad Sepak Bola

Bus Tetap Masukkan Penumpang Meskipun Kursi Habis, Bagaimana Aturan Sebenarnya?