Ternyata Seperti Ini Awal Mula Tradisi Baju Baru Saat Lebaran, Kamu Pasti Kaget

Siapa sangka tradisi ini sudah ada sejak zaman kerajaan

oleh Arief Dian
13:00 PM on Jun 25, 2017

Ketika lebaran sudah menjelang tiba, banyak orang yang bakal berbondong-bondong memburu baju baru. Oleh sebab itu bukan hal yang aneh kalau di penghujung ramadan banyak mall yang ramai pemburu diskon. Pemandangan seperti itu selalu terjadi di setiap tahunnya. Bahkan tiap tahun rasa-rasanya makin tinggi saja intensitasnya.

Tentang tradisi baju baru saat lebaran, mungkin kamu menganggap ini hanya semacam kebiasaan masyarakat saja. Padahal, ternyata ada sejarahnya lho. Orang-orang dulu nyatanya sudah melakukan hal ini. Namun seperti lazimnya orang dulu, apa yang mereka lakukan selalu mengandung nilai filosofis tertentu. Dan berikut ini adalah penjelasan tentang sejarah tradisi baju baru lebaran yang mungkin belum pernah kamu dengar.

Baca Juga
Mengenal Cempedak, Buah Asli Indonesia Super Lezat yang Kini Mulai Terlupakan
Hati-Hati! 4 Modus Penipuan ‘Pencarian Harta Karun’ Ini Sedang Marak Terjadi di Indonesia

Sudah ada sejak tahun 50-an

Ternyata tradisi baju baru saat lebaran ini sudah ada dalam buku Sejarah Nasional Indonesia karya Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto loh. Diceritakan bahwa tradisi ini awal mulanya ada di daerah kesultanan Banten.

Kerajaan Banten [image source]
Kita tahu sendiri kalau Banten memang sangat erat dengan nafas Islam, bahkan pada waktu itu. Untuk menyemarakkan datangnya hari raya Ied, warga berbondong-bondong mencari baju baru. Untuk yang punya uang sih bisa tinggal beli di pasar. Namun untuk yang tidak punya duit, maka mereka harus menjahit dulu bajunya. Oleh karenanya, waktu itu banyak petani yang tiba-tiba alih profesi menjadi penjahit waktu lebaran datang.

Bukan hanya di Banten, di Yogyakarta juga

Ternyata waktu itu bukan hanya Banten yang memiliki tradisi serupa. Tepatnya di kerajaan Mataram baru, Yogyakarta, warga yang mayoritas muslim melakukan tradisi yang serupa. Terutama saat hari-hari terakhir bulan Ramadan, semua orang bersiap menyambut datangnya lebaran dengan baju baru.

Yogyakarta [image source]
Masyarakat di Yogyakarta juga berbondong-bondong untuk mencari baju baru baik beli maupun menjahit sendiri baju barunya. Setelah lebaran semakin dekat, malam takbiran diiringi cahaya obor di sana sini. Sejak saat itulah muncul pula tradisi takbiran keliling yang mirip dengan yang sekarang.

Budaya pukul bedug juga muncul pada zaman itu

Bukan hanya tradisi takbiran dengan baju lebaran baru, pukul bedug juga muncul pada zaman itu. Tidak seperti yang saat ini, tradisi bedug zaman dulu ternyata hanya digunakan untuk menandakan waktu buka ramadan terakhir. Selain itu juga sebagai penanda masuk tanggal 1 syawal agar seluruh penduduk tahu bahwa lebaran telah tiba.

Pukul bedug [image source]
Namun sekarang, budaya bedug ini sepertinya mengalami pergeseran. Kini bedug sudah ada di surau dan masjid-masjid digunakan untuk menandakan datangnya waktu magrib tiba. Ternyata hal itu sesuai dengan tradisi kerajaan sebagai penanda waktu sholat para anggota kerajaan. Hal itu bisa terjadi karena zaman dahulu belum ada penanda waktu, oleh sebab itu bedug digunakan sebagai pengingat warga.

Menjadi sebuah tradisi yang mengakar sampai zaman sekarang

Kini seolah tanpa adanya baju baru dan pukul bedug, lebaran serasa tidak seperti yang biasanya. Hal ini kemudian seolah jadi suatu hal yang wajib. Padahal tentu tidak. Tradisi baju baru lebaran sebenarnya punya esensi bahwa umat Islam sebisa mungkin merayakan idul fitri dengan meriah.

Baju baru [image source]
Karena pada dasarnya, lebaran merupakan hari raya di mana mereka yang telah berpuasa kembali suci seperti bayi, karena diampuni dosa-dosanya. Namun sayang zaman sekarang banyak orang yang salah mengartikan hal tersebut. Sekali lagi, merayakan datangnya lebaran adalah hal yang baik, namun bukan berarti harus menggunakan baju baru.

Seperti itulah, ternyata tradisi baju baru saat lebaran sudah ada sejak zaman kerajaan. Dan seperti tradisi kita umumnya, hal tersebut akhirnya terbawa sampai saat ini. Pakai baju baru di hari fitri tentu sah-sah saja, tapi perlu diingat bahwa esensi lebaran tidak hanya sebatas itu. Harusnya tak hanya outfit kita yang baru, dalaman alias hati juga selazimnya sama.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget Yakin deh, 25 Pose Absurd Wisatawan dengan Patung Ini Pasti Bikin Kamu Cekikikan Melihatnya 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia 4 Ciri-Ciri Ini Bisa Jadi Indikasi Kalau Sebuah Warung Pasang Jin Penglaris, Hati-Hati! Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo Dulu Mewah, Anak Pencipta Lagu Nomor Satu di Indonesia Ini Sekarang Jadi Kuli Bangunan Inilah Alasan Pakai Rok Saat Bersepeda Motor Sama dengan Bunuh Diri Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia 7 Foto Ini Diambil Hanya Sesaat Sebelum ‘Musibah’ Datang Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an Inilah Fakta Micin, Benda yang Sering Difitnah Masyarakat Kekinian, Beneran Bikin Lemot? Inilah 6 Artis Indonesia yang Bikin ‘Superstar’ Luar Negeri Tergila-gila, Ada yang Sampai Baper Loh
BACA JUGA