Percaya diri dan yakin menang, siapa sangka jika akhirnya Donald Trump gagal terpilih untuk kedua kalinya sebagai presiden Amerika Serikat. Seperti yang kita ketahui, Joe Biden sang sainganlah yang akhirnya naik ke tampuk kursi paling tinggi di negara itu. Trump sendiri nampaknya belum rela dan akan melakukan usaha-usaha untuk menuntut hasil pemilu tersebut.

Tak lagi jadi presiden, nampaknya Trump akan langsung menjumpai hal-hal berat dalam hidupnya. Termasuk salah satunya tuntutan-tuntutan hukum yang tertunda ketika ia menjabat presiden. Kabar buruknya, hal ini bukan satu-satunya yang akan dihadapi Trump. Kalau begini ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga ya. Sudah kalah Pilpres, eh dihadapkan banyak masalah pelik.

Ada kabar kalau Trump akan didepak Melania

Dalam berbagai kesempatan bersama, Trump dan Melania nampak begitu rukun dan mesra. Bahkan ketika ditanya, keduanya sepakat mengatakan bahwa hubungan mereka sangat menyenangkan dan tak ada masalah. Namun ada kabar bahwa sebenarnya Melania tidak tahan dengan pernikahannya dan akan segera mengakhirinya setelah kemelut Piplres ini.

Donald dan Melania Trump [sumber gambar]
Dilansir dari Kompas, seorang mantan pejabat Gedung Putih mengatakan jika sang mantan ibu negara akan segera mengakhiri perkawinannya yang disebutnya sebagai ‘pernikahan transaksional’ ini. Dari sumber lain dikatakan sebenarnya Melania pernah ingin pergi tatkala Trump masih menjabat. Namun dikatakan jika ia melakukan ini, sang pengusaha akan bisa menemukan cara untuk menghukum dirinya.

Terkait rumor ini sebenarnya sudah pernah mencuat di tahun 2016 lalu. Ketika itu kabarnya Melania tidak menyukai kemenangan Trump dan ia sampai menangis karenanya. Bahkan ketika harus pindah ke Washington, ibu dari Barron Trump ini menundanya selama lima bulan.

Deretan tuntutan hukum siap menanti Trump

Sebelum menjadi presiden dan saat menjabat, ternyata ada beberapa kasus yang menjerat Trump. Namun lantaran posisinya itu, maka segala proses hukumnya ditunda. Seorang mantan jaksa federal bernama Harry Sandick mengatakan ketika Trump tak lagi presiden maka segala proses hukum bisa dipercepat. Artinya setelah ini mungkin Trump akan segera menghadapi banyak tuntutan.

Banyak kasus menunggu Trump [sumber gambar]
Ada beberapa kasus yang bakal dihadapi Trump, salah satunya adalah tuduhan pelecehan dan ruda paksa. Korbannya sendiri lebih dari satu. Kemudian Trump juga digugat oleh keponakannya sendiri atas tuduhan merampas jatah harta warisan yang diberikan oleh Fred Trump Sr. Tak sampai situ, mantan orang terkuat AS ini juga sedang dikulik tentang catatan keuangan dan pajaknya.

Menagih janji bakal pindah negara kalau kalah

Trump memang dikenal sebagai sosok yang ceplas-ceplos dan sangat percaya diri. Banyak momen yang bisa menjadi bukti dari hal tersebut, termasuk salah satunya adalah statement-nya tatkala kampanye di bulan Oktober kemarin. Ia mengatakan bahwa dirinya bakal pindah negara atau meninggalkan Amerika jika Joe Biden Menang.

Kelakar Trump bakal pergi jika kalah [sumber gambar]
Ucapan Trump tersebut mungkin memang hanya gertakan atau bahkan guyonan saja, tapi publik pasti menanyakan realisasinya. Mengingat dirinya betulan kalah saat ini. Kita tunggu seperti apa ya tindakannya terkait ini. Tapi, jika harus pindah pun rasanya tidak akan terlalu susah baginya. Diketahui pria satu ini memiliki banyak hunian mewah serta perusahaan di berbagai negara. Bahkan katanya ia punya bisnis juga di Indonesia.

BACA JUGA: Uniknya kelakuan India, Tutupi Kekumuhan dengan Tembok Sampai Sembah Donald Trump

Pilpres Amerika tahun ini nampaknya tidak akan segera usai mengingat Trump katanya bakal terus berjuang menuntut keadilan. Tapi, sembari melakukan segala usaha tersebut, beberapa hal di atas sudah siap menunggunya. Kita lihat kira-kira apa yang akan dilakukan sang mantan manusia nomor satu di tanah Amerika ini.