in

5 Fakta Rumah DP 1% Jokowi yang Tak Kalah Menggiurkan dari Milik Anies-Sandi

Akhir-akhir ini warga Jakarta diributkan dengan masalah pembangunan rumah yang merupakan salah satu program kerja dari Jokowi. Bukan karena nggak setuju, tapi sebabnya adalah bingungnya mereka memilih antara rumah 0 rupiah dari Anies Baswedan atau yang DP 1% besutan Jokowi. Warga Jakarta menganggap kalau keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Dilemanya masyarakat Ibu kota semakin menjadi-jadi ketika rumah yang ditawarkan Jokowi ini lebih murah. Dan ada beberapa fakta lain juga yang membuat warga galau tak karuan . Sebenarnya apa saja sih fakta-fakta rumah DP 1% Jokowi ini?

1. Syarat yang terlampau mudah

Inilah yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat dari pemerintahan Jokowi yaitu rumah dengan DP 1%. Di balik pembangunannya, ternyata ada syarat-syarat yang wajib dipenuhi oleh sang calon pembeli. Syarat yang diajukan membuat masyarakat tersenyum lebar karena sangat mudah.

Harus asal Indonesia dan gaji di bawah 4 juta [image source]
Beberapa ketentuan yang harus dipenuhi adalah harus warga Indonesia asli yang telah berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah. Kemudian pembeli belum memiliki rumah sama sekali atau tak pernah menerima subsidi tempat tinggal dari pemerintah. Dan gaji dari pembeli tidak boleh lebih dari Rp 4 juta untuk mengajukan rumah tapak atau Rp 7 juta bagi yang menginginkan rumah susun milik (rusunami). Bagaimana? Apa kalian berminat?

2. Harga rumah yang menjadi daya tarik untuk pembeli

Zaman sekarang sangat sulit untuk mendapatkan rumah dengan harga murah. Apalagi yang bertempat di tengah-tengah kota pasti harganya sangat amat tinggi. Maka dari itu, banyak warga sampai saat ini belum memiliki rumah atas nama sendiri.

Harga rumah yang cukup murah [image source]
Tapi untuk rumah dari program Jokowi ini sangatlah terjangkau. Ada dua pilihan yang ditawarkan yaitu rumah bertipe 22/60 dan 36/60. Harga yang ditawarkan cukup menggiurkan, untuk tipe 22/60 memiliki harga Rp 100 juta. Sedangkan untuk yang berjenis 36/60 adalah Rp 135 juta.

3. Cicilan murah yang tak memberatkan para warga

Sebelum membeli rumah, pasti yang dipikirkan adalah masalah cicilannya. Apakah sanggup atau tidak kita mengangsur dengan uang yang kita punya. Belum lagi membeli barang untuk mengisi tempat tinggal yang nggak bisa diabaikan begitu saja. Maka dari itu, sebagian orang memilih untuk membeli rumah dengan cicilan yang tidak membuat kantong jebol.

Cicilan yang sangat murah [image source]
Tapi jangan khawatir dengan rumah DP 1% milik Jokowi ini. Harga yang ditawarkan cukup murah sehingga cicilan tidak terlalu berat. Harga yang ditawarkan untuk tipe 36/60 adalah Rp 135 juta dengan bunga sebesar Rp 506 ribu yang cicilan sebulan adalah sekitar Rp 1,102 juta. Sedangkan yang bertipe 22/60 yang mempunyai harga Rp 100 juta dan bunga senilai Rp 375 ribu, maka untuk setiap bulannya hanya mengangsur Rp 750 ribu. Bayangkan, betapa murahnya rumah ini serasa bayar kos-kosan..

4. Adanya sertifikat hak milik

Setiap orang pasti mengharapkan tempat tinggalnya mempunyai Sertifikat Hak Milik. Ini dikarenakan rumahnya akan benar-benar menjadi miliknya sendiri. Selain itu tak ada lagi campur tangan dari orang lain yang biasanya berusaha untuk menggusur.

Ada Sertifikat Hak MIlik [image source]
Ternyata rumah DP 1% dari Jokowi ini nggak cuma murah, tapi juga ada Sertifikat Hak Miliknya. Tak perlu lagi khawatir dengan penggusuran-penggusuran. Dan kemudian tidak ada kepemilikan atas pihak lain. Dari hal ini, menjadi alasan warga untuk memperhitungkan membeli rumah hasil program kerja Presiden Indonesia tersebut.

5. Rumah yang tak akan dibeli oleh pengusaha kaya

Proyek rumah murah dari pemerintah sering kali dianggap remeh oleh masyarakat. Penyebabnya adalah tempat tinggal tersebut biasanya dibeli oleh para pengusaha kaya dalam jumlah banyak untuk kemudian dijual kembali. Dan tak tanggung-tanggung, harga penjualannya lebih tinggi daripada membelinya.

Rumah tak akan dibeli pengusaha kaya [image source]
Untuk menghindari hal itu, Jokowi sudah melakukan antisipasi. Caranya adalah bekerja sama dengan pimpinan serikat pekerja. Para serikat pekerja akan melakukan seleksi kepada para pegawainya. Sehingga dengan cara tersebut bisa memantau apakah rumah tersebut telah dibeli oleh orang yang benar atau tidak.

Beberapa fakta ini menjadi kelebihan yang disukai oleh masyarakat. Selain karena syaratnya mudah, juga harganya yang relatif terjangkau. Hal ini cocok banget untuk para pekerja dengan gaji kecil yang ingin punya rumah sendiri. Hmm.. apa salah satu dari kalian ada yang berencana membeli rumah DP 1% ini?

Written by Firdha

Firdha Rahma, dilahirkan di Kota Malang tanggal 5 Agustus 1994. Ia tergabung di Boombastis.com sejak bulan Desember 2017. Perempuan bermata sipit ini suka sekali warna merah dan hewan yang bernama kucing. Dia mempunyai hobi menonton film segala genre, menulis dan baca-baca artikel tentang teknologi ponsel yang terbaru.
Punya hobi menulis sejak SMK, tapi belum begitu aktif di dunia blog. Nah, karena kuliah ada sedikit waktu senggang jadi kegiatan menulis bisa diterapkan kembali ke dalam blog. Blognya berisi tentang travelling, kuliner dan review film.

Leave a Reply

Amanda Surya, Programmer Cantik Indonesia yang Kejeniusannya Bikin Google Klepek-klepek

5 Usaha Paling Laris di Kampung yang Mudah untuk Diterapkan