Nggak hanya karena bom Hiroshima dan Nagasaki saja, ada banyak faktor yang membuat Indonesia bisa merdeka. Misalnya saja kiprah Soekarno Hatta dan para pemuda yang menculik mereka, atau mungkin seorang pria bernama Riwu Ga. Mendengar nama ini mungkin kamu agak bertanya-tanya. Siapa sih Riwu Ga dan kenapa ia disebut-sebut sebagai faktor penyebab Indonesia merdeka?

Riwu Ga adalah pemuda kampung biasa yang hanya mengagumi Soekarno dan akhirnya ikut bersama si Bapak Bangsa ke mana pun ia pergi. Tapi, ada satu titik di mana seorang ajudan kecil ini melakukan sesuatu yang luar biasa, sehingga semua orang tahu jika Indonesia merdeka. Seumpama tak ada seorang Riwu Ga, mungkin cerita sejarah kita bakal sangat lain.

Sebesar itu kah peran seorang Riwu Ga? Benar. Tanpanya, sejarah Indonesia pasti bukan seperti yang kita tahu seperti sekarang. Lebih dalam soal sosok satu ini, berikut adalah cerita-cerita seorang Riwu Ga dan peran besarnya.

Soekarno dan Kekaguman Riwu Ga

Seperti yang kamu tahu, Soekarno dulu pernah dibuang ke Flores oleh Belanda di tahun 1934. Alasannya sendiri karena manuver si Bapak Bangsa ini kerap bikin Hindia-Belanda ketar ketir. Dibuang ke Ende, Flores, bagi Bung Karno adalah hal yang berat pada awalnya. Namun dari sini beliau mampu melahirkan banyak hal, termasuk kisi-kisi Pancasila.

Soekarno saat diasingkan di Ende, Flores [Image Source]
Soekarno saat diasingkan di Ende, Flores [Image Source]
Nggak hanya itu, di sini beliau bertemu dengan seorang pemuda bernama Riwu Ga. Riwu ini sangat suka dengan Bung Karno dan memperhatikan dengan detail tiap laku sang proklamator. Riwu paling suka ketika Bung Karno bercerita lucu. Membuatnya terbahak seakan lupa kalau Indonesia masih dijajah Belanda. Kekaguman yang begitu besar membuat Riwu akhirnya mendedikasikan dirinya untuk Bung Karno.

Riwu Menghalangi Kepergian Soekarno ke Australia

Diketahui Belanda pernah akan mengirim Bung Karno ke Australia. Dalihnya sih untuk menyelamatkan sang Proklamator namun maksudnya jelas untuk mengasingkan. Ketika itu Bung Karno sendiri tidak menolak hal tersebut. Termasuk Riwu Ga yang bahkan memaksa sekali untuk bisa menemani sang panutan.

Riwu Ga menghalangi kepergian Bung Karno ke Aussie [Image Source]
Riwu Ga menghalangi kepergian Bung Karno ke Aussie [Image Source]
Kehendak Riwu yang kuat membuat Bung Karno luluh. Akhirnya beliau pun mengajukan syarat kepada Belanda. Beliau mau pergi asal Riwu juga bersamanya. Namun, Belanda menolak keinginan ini dan akhirnya Bung Karno tak jadi diasingkan ke Australia.

Coba bayangkan jika saat itu Riwu tidak memaksa ikut, mungkin Indonesia takkan merdeka karena kita tahu sendiri berkat jasa beliau lah bangsa ini bisa melepaskan tali kekang para penjajah. Mau berjuang bagaimana lha wong beliau ada di Australia.

Riwu dan Jasanya Sebagai Penyebar Kemerdekaan

Riwu yang sangat setia kepada Bung Karno akhirnya diajak sang Proklamator untuk mendampinginya ke mana pun berada. Termasuk ketika proklamasi di mana saat itu Riwu jadi salah satu saksi mata atas deklarasi kemerdekaan bangsa ini. Nggak hanya sebagai saksi, Riwu ketika itu mendapatkan satu misi yang bisa dibilang cukup penting. Ya, sebagai pembawa berita kemerdekaan.

Proklamasi kemerdekaan [Image Source]
Proklamasi kemerdekaan [Image Source]
Jadi, setelah beberapa jam pasca proklamasi, Riwu dipanggil oleh Bung Karno yang kemudian menyuruhnya untuk menyebarkan berita kemerdekaan ini. Tanpa banyak tanya, Riwu pun berangkat ditemani oleh seorang pria bernama Sarwoko dengan menaiki sebuah mobil jeep. Tak pakai lama, Riwu langsung berdiri di kap mobil sambil berteriak-teriak sekencangnya, “Merdeka..merdeka!” begitu lontar Riwu berulang-ulang. Orang-orang awalnya memandang Riwu dengan aneh, tapi kemudian mengangguk tersenyum karena ini adalah kabar kemerdekaan.

Dari hal kecil yang dilakukan Riwu ini, pesan kemerdekaan pun menyebar ke seluruh Nusantara. Bayangkan kalau saat itu Riwu tidak ada atau mungkin dia malas. Mungkin nggak akan banyak yang tahu kalau Indonesia sudah merdeka.

Akhir Kisah Riwu yang Miris

Riwu mungkin pantas mendapatkan lencana atau semacamnya. Atau kalau tidak seperti itu minimal pekerjaan layak yang bisa ditekuninya sampai tua. Sayangnya, Riwu tak mendapatkan itu semua padahal ia sangat layak. Selang beberapa lama setelah kejadian patriotis yang dilakukannya, Riwu akhirnya kembali ke Ende.

Riwu Ga (sebelah kiri) dan anaknya [Image Source]
Riwu Ga (sebelah kiri) dan anaknya [Image Source]
Di sini hidupnya biasa-biasa saja. Bahkan di masa tuanya, Riwu masih bekerja sebagai petani. Meskipun mungkin tidak mendapatkan apresiasi, tapi Riwu tetap selalu tersenyum ketika mengingat cerita-cerita perjuangannya. Entah ketika menemani Bung Karno saat susah, atau mungkin teriakan-teriakan merdeka-nya yang menggelegar itu. Anak-anak Riwu pun juga sangat kagum dengan sosok ayahnya yang seperti ini, walaupun kurang mendapatkan perhatian.

BACA JUGA:  Inilah Kaledonia Baru, Negara Antah Berantah yang Isinya Mayoritas Orang Jawa

Masyarakat Indonesia selayaknya patut bersyukur dengan adanya si pemuda satu itu. Tanpanya, Indonesia mungkin tidak akan benar-benar merdeka. Sayangnya, Riwu Ga sendiri pada akhirnya tak pernah dianggap siapa-siapa. Jangankan masuk buku sejarah, seorang Riwu Ga mungkin tak begitu terkenal di kampungnya sendiri. Padahal jasanya begitu besar bagi Indonesia.