Perseteruan antara Palestina melawan tentara Zionis Israel telah terjadi selama bertahun-tahun lamanya. Perang yang seakan tak berkesudahan ini, tampaknya akan semakin memuncak setelah Israel menembak mati salah seorang relawan medis Palestina yang bernama Razan Ashraf Al-Najjar. Alhasil, peristiwa keji ini memantik reaksi keras dari masyarakat dunia.

Razan yang saat gugur masih berusia 21 tahun itu, merupakan perawat muda yang sehari-harinya menolong para demonstran Palestina dan jurnalis yang terluka. Ia meregang nyawa setelah peluru tentara Israel melesat menembus dadanya. Baju medis putihnya pun ternoda oleh bercak darahnya. Razan gugur disaat menjalankan tugasnya sebagai perawat. Kisah harunya yang begitu menyentuh, sangat menggugah hati untuk disimak.

Perawat muda yang tak kenal lelah bekerja keras setiap hari

Tak kenal lela demi kemanusiaan [sumber gambar]
Konflik yang terjadi sepanjang hari, membuat Razan tak pernah absen dari tugasnya merawat para korban dari pihak Palestina yang terus berjatuhan. Sebagai relawan medis, ia kerap berjibaku di antara desingan peluru untuk menolong mereka yang terluka hampir selama 13 jam sehari. Tugasnya dimulai pada pukul 7 pagi hingga 8 malam. Nahas, sniper Zionis akhirnya mencabut nyawa gadis pemberani ini saat ia bertugas di lapangan.

Baju putih yang ternoda oleh darah sang gadis

Tetap ditembak meski angkat tangan [sumber gambar]
Sebelum tertembak, Razan tengah membantu mengevakuasi beberapa warga Palestina yang terluka. Di tengah desingan peluru, ia mengangkat tangan memberi isyarat agar jangan ditembak karena posisinya sebagai tenaga medis. Hingga pada akhirnya, sebuah peluru yang dilesatkan oleh tentara Israel, menembus tepat mengenai dadanya. Ia pun roboh seketika dengan baju putih yang bersimbah darah. Sempat ditolong oleh rekan-rekannya, nyawa Razan ternyata tak bisa diselamatkan.

Pembelaan Israel yang bikin dunia internasional murka

Israel sukses cuci tangan dari kasus penembakan [sumber gambar]
Sesaat setelah insiden itu terjadi, militer Israel malah membela diri dengan menyalahkan Hamas sebagai pihak yang seharusnya bertanggung jawab. “IDF (Pasukan Pertahanan Israel) terus bekerja untuk menarik pelajaran operasional dan mengurangi jumlah korban di area pagar keamanan Jalur Gaza. Sayangnya, organisasi teror Hamas dengan sengaja dan metodis menempatkan warga sipil dalam bahaya, ” demikian pernyataan dari Tel Aviv yang dilansir dari news.okezone.com. Padahal, banyak saksi mata melihat bahwa Razan ditembak saat membantu proses evakuasi korban luka-luka. Bikin gemes ya Sahabat Boombastis.

Keputusan aneh Amerika saat mengetahui insiden penembakan Razan

Dapat dukungan dari Amerika Serikat [sumber gambar]
Menurut konvensi Jenewa 1949, tenaga medis dilarang untuk ditembak karena bukan termasuk anggota militer (kombatan). Namun, Israel secara terang-terangan melanggar aturan tersebut dengan dalihnya yang terkesan mengada-ada. Anehnya lagi, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley menolak resolusi yang diajukan Kuwait dan negara Arab lainnya untuk melindungi warga Palestina secara keseluruhan. Menurut Nikki Haley, aturan tersebut terlalu berpihak dan seolah mengabaikan pihak HAMAS yang dicurigai menjadi provokator bagi warga untuk melakukan demonstrasi dan penyerangan.

Kematiannya ditangisi oleh seluruh kaum muslim di dunia

Kematiannya ditangisi banyak kaum muslim [sumber gambar]
Jasad kaku Razan yang terbalut oleh bendera Palestina, banyak diiringi oleh para pelayat yang berebut mengantarkan dirinya ke peristirahatan terakhir. Ribuan orang menangisi kepergiannya di sepanjang jalan menuju pemakaman. Tak hanya dihadiri oleh sejumlah rekan medisnya, tapi juga seluruh warga Palestina yang menyatakan simpati mereka. Sosok Razan Ashraf Al-Najjar digambarkan sebagai malaikat sekaligus martir oleh penduduk Gaza. Selamat jalan wahai bidadari surga.

Dalam sebuah peperangan, menembak tenaga medis merupakan pelanggaran berat dan bisa dituntut di pengadilan internasional. Dan lagi-lagi, Israel sukses ‘cuci tangan’ dari perbuatan kotornya. Mungkin karena didukung Amerika Serikat kali ya Sahabat Boombastis. Gimana menurutmu? Jangan sungkan komen di bawah!