Bakat pemain Indonesia tentu sangat bayak, tiap tahun selalu muncul talenta baru di jagad sepak bola Indonesia. bahkan setiap pulau di negara kita menyimpang mutiara yang hebat dalam mengolah bola. Boaz Salossa, Egy Maulana, dan Evan Dimas merupakan contoh nyata bagaimana bakat tersebut tumbuh subur, tidak hanya saat ini saja, dahulu Indonesia juga memiliki talenta hebat yaitu Ramang.

Mungkin menjadi nama asing untuk para pencinta bola tanah air zaman sekarang. Namun, apabila kita menelusuri sejarah, pria ini adalah salah satu pemain Indonesia yang pernah mencicipi kerasnya piala dunia. Kehebatannya seperti pesulap yang mampu melakukan sihir di atas lapangan. Goal-Goalnya bahkan membuat Ramang sangat ditakuti lawan. Lalu bagaimana sepak terjangnya? Simak ulasannya berikut.

Kemampuan skill hebat meskipun bertubuh kecil

Olah bola Ramang [Sumber Gambar]
Postur tentu bukan penghalang untuk seseorang dapat bermain bola. Banyak pemain top Eropa bertubuh kecil tapi memiliki skill jempolan. Begitu juga dengan pemain ini, meski posturnya kecil namun mempunyai kemampuan olah bola yang menakjubkan. Suatu ketika saat Indonesia bermain di Olimpiade di Australia, Pemain Uni Sovyet harus mengawal Ramang dengan dua sampai empat pemain untuk dapat menghentikannya. Selain jago dalam melewati lawan dirinya juga sering sekali menciptakan goal arkrobatik dengan salto. Karena hal tersebutlah tubuh kecil Ramang tidak menjadi sebuah kelemahan saat bermain sepak bola.

Merupakan pemain yang bisa dikatakan one man, one club

PSM Makassar [Sumber Gambar]
Tidak banyak pemain yang mampu bertahan dalam satu klub sepak bola. Pengaruh uang dan prestasi, tentu menjadi godaan terbesar untuk pemain pergi. Namun, hal tersebut tidak terjadi kepada Ramang yang selalu setia dengan PSM Makassar. Sejumlah tawaran besar bahkan dengan berani ditolak untuk tetap berseragam merah. Hampir 21 tahun Ramang bermain untuk tim tersebut. Sudah banyak prestasi yang ditorehkan oleh dirinya, dari mulai juara di era Perserikatan, top score dan bahkan menjadi pemain terbaik. Kehebatan Ramang untuk bertahan pada satu tim tentunya hanya dimiliki oleh segelintir pemain saja.

Pemain andalan Timnas Indonesia saat masa Kolonial

Kolonial [Sumber gambar]
Kehebatan Ramang tentu tidak hanya saat di klub saja. Pasalnya pemain ini juga menjadi andalan Timnas Indonesia saat pertandingan internasional. Di tengah ketidak stabilan paska merdeka sepak bola Indonesia berkembang pesat. Tahun 60-70an kiblat olahraga ini berada di Indonesia, kehebatan Ramang dan rekan-rekan membuat negara kita sangat disegani. Dan pada saat itu Ramang hadir sebagai aktor yang sering menentukan hasil lewat gol-golnya. Tercatat saat Timnas menjalani partai Internasional dirinya jarang terlewat untuk menceploskan bola ke dalam jala musuhnya.

Cerita kehebatan Ramang dikenang oleh FIFA

Situs FIFA [Sumber gambar]
Berita kehebatan Ramang tidak hanya terdengar di daerah Indonesia dan sekitarnya saja. Pada tahun 2012 secara mengejutkan FIFA sebagai induk terbesar sepak bola dunia, mengeluarkan artikel membahas pemain ini. Hebatnya lagi dirinya merupakan orang pertama Indonesia yang diangkat ceritanya oleh organisasi tersebut. Dalam unggahan tersebut FIFA menceritakan bagaimana kehebatan Ramang, yang disebut mampu membawa Indonesia meraih banyak kemenangan. Hal ini tentu suatu yang membanggakan karena jauh sebelum sepak bola kita maju seperti sekarang negara kita sudah diakui oleh dunia.

Akhir sedih perjalan karir sang legenda asal Sulawesi Selatan

Masa tua Ramang [Sumber Gambar]
Dieluh-eluhkan sebagai pemain bola tidak membuat hidupnya berakhir bahagia. Pasalnya di akhir karirnya Ramang harus hidup serba pas-pasan. Setelah keluar dari dunia sepak bola dirinya memilih profesi sebagai pelatih yang mendapatkan gaji tidak banyak jumlahnya. Derita pri Makasar semakin berat, tak kala saat sepak bola Indonesia berhenti karena kasus Gestapu dan kekacauan dimana-mana. Mengandalkan hidup hanya dengan olahraga tersebut, membuatnya tidak mampu untuk mendapatkan pekerjaan lain. Akhirnya di masa pensiun dirinya harus hidup di bawah garis kemiskinan. Suatu yang miris apabila melihat jasa besarnya untuk Indonesia.

Dalam urusan prestasi memang negara kita masih kalah dari beberapa negara tetangga. Namun, apabila kita berbicara bakat tentu kita memiliki potensi yang sangat besar. Dari Sabang sampai Merauke setiap tahunnya selalu memunculkan pemain baru. Hal ini tentu suatu hal besar yang tidak semua negara mempunyainya, dan besar harapan apabila kelebihan ini nantinya dapat dikelola dan memunculkan Ramang-Ramang yang lain.