Tidak bisa dipungkiri kalau Ramadan bikin kantong kita benar-benar jebol. Jika semula dalam sebulan kita hanya membutuhkan 1 juta untuk biaya hidup, maka saat Ramadan bisa naik jadi dua kali lipat, atau bahkan lebih. Kita cenderung tidak bisa mengontrol pengeluaran yang terus jebol, hingga miris akan datang saat angka-angka di tabungan berkurang drastis.

Baca Juga : Begini Cara Kuliah Sambil Traveling ke Luar Negeri

Pengeluaran-pengeluaran ini terjadi karena sebagian besar kebutuhan tak bisa dibendung. Namun beberapa hal sebenarnya bisa disiasati untuk ditekan. Nih, 7 penyebab utama kantong kita jebol saat Ramadan. Perhatikan baik-baik, ya!

Artikel Lainnya
Tak Disangka, Beginilah Rahasia Timnas Kroasia Mampu Tampil Berjam-Jam Sebelum Final
Ryuji Utomo Sudah Move On dari Ariel Tatum, Ini 10 Potret Pacar Barunya yang Tak Kalah Cantik

1. Buka Puasa Pengennya yang Enak-Enak

Saat puasa, kita tidak makan lebih dari 15 jam sehari. Artinya perut benar-benar kosong seharian penuh dari subuh hingga magrib. Dampak dari itu semua adalah nafsu makan kita meningkat dengan drastis. Banyak sekali yang diinginkan untuk dimakan saat bedug maghrib datang dan kita diperbolehkan makan.

Buka Puasa harus Enak [image source]
Buka Puasa harus Enak [image source]
Biasanya kita cenderung pengen buka puasa dengan sesuatu yang enak. Tubuh harus diberi penghargaan atas prestasinya yang kuat menahan lapar. Hasilnya, meja makan akan menumpuk makanan yang kita beli atau buat sendiri. Jika sehari hanya butuh 25 ribu buat belanja, saat puasa bisa lebih. Untuk menyiasatinya, kita bisa masak sesuatu yang kita makan saat hari biasa. Anggap puasa seperti hari-hari biasa, yang spesial kan ibadahnya, bukan makanannya. Ya, nggak?

2. Takjil Harus Ada di Meja Sebelum Berbuka Puasa

Nabi Muhammad mengajarkan kepada kita untuk membatalkan puasa dengan tiga butir kurma. Cukup itu saja. Hal ini dilakukan karena kurma sangat manis dan secara instan akan memberikan asupan tenaga buat tubuh sebelum melaksanakan Sholat Maghrib. Namun yang kita lakukan biasanya mengumpulkan aneka takjil yang akhirnya nggak dimakan semua.

Takjil [image source]
Takjil [image source]
Ambil contoh saja es buah, es campur, jajanan manis, gorengan dan lainnya. Kita biasanya membeli itu semua dengan harapan akan dimakan saat berbuka. Namun karena terlalu kenyang akhirnya mubazir. Bolehlah beli takjil, namun tidak harus setiap hari. Dengan menekan pengeluaran takjil, kantong kita akan sedikit bernapas lega.

3. Bukber Berjamaah yang Tiada Habisnya

Even yang pasti ada saat bulan puasa datang adalah buka puasa bersama. Biasanya kita sudah merencanakannya jauh-jauh hari, bahkan sebelum puasa sendiri datang. Buka puasa bersama biasanya dilakukan dengan teman kantor, teman SD, teman SMP, teman SMA, teman kuliah, teman sekampung, teman komunitas, dan teman-teman lainnya.

Buka Puasa Bersama [image source]
Buka Puasa Bersama [image source]
Serius, bukber ini membuat kantong kita benar-benar jebol. Kita akan mengeluarkan sejumlah uang untuk dikumpulkan untuk menyewa tempat, beli makanan, dan segala tetek bengeknya. Kalau cuma sekali saja nggak masalah, namun jika hampir setiap minggu ada, atau seminggu dua kali ada bukber? Bangkrut! Pilah-pilahlah jika ingin berbuka puasa bersama, jika terasa nggak penting mending nggak.

4. Boros BBM Untuk Hal Yang Kadang Nggak Berguna

Nggak hanya sesuatu yang dimakan yang bikin kantong jebol. Namun motor juga bikin kantong jebol, terlebih harga BBM terus naik. Jika hari hari-hari biasa kita menggunakan motor atau mobil (kalau yang kaya) untuk kerja dan keperluan penting lain. Tapi kalau bulan puasa datang hal itu tidak akan terjadi.

Boros BBM [image source]
Boros BBM [image source]
Hal ini dikarenakan adanya peristiwa ngabuburit. Kita biasanya jalan-jalan menggunakan kendaraan keliling kompleks, kota, atau keluar kota sampai maghrib datang. Nah, ngabuburit kan butuh bensin banyak? Bensin dibeli pakai apa? Uang! Harusnya kita cukup duduk di kos atau rumah sembari nunggu buka. Nggak kelayapan buat ngabisin duit jadi asap kendaraan. Setuju nggak?

5. Sembako yang Tidak Berperasaan Naiknya

Bahan bakar minyak naik terus-menerus. Sembako naik juga tanpa perasaan, terus ditambah datangnya bulan puasa. Harga seperti terbang dan susah dicapai. Kalau pun bisa, kantong kita benar-benar akan jebol. Yang semula harga daging ayam sekilo 30 ribu, saat puasa bisa mendekati 50 ribu, sayuran pun yang seikat 2 ribu bisa jadi 3-4 ribu.

Sembako Naik [image source]
Sembako Naik [image source]
Apa saja yang di pasar tidak ada yang turun harga saat bulan puasa. Kalau ingin hemat ya harus menekan pengeluaran. Beli sembako yang benar-benar dibutuhkan. Bila sembako sesuatu yang awet seperti beras, bisa membuat tandon dengan beli di luar bulan puasa. Jika menuruti harga yang terus naik, dompet bukan hanya jebol, tapi robek sampai tercabik-cabik hingga kita harus ngutang.

6. Pengen Beli Pakaian Baru Apapun Keadaanya

Banyak orang bijak bilang jika saat lebaran harusnya hati yang baru, bukan bajunya. Namun kata-kata itu sepertinya Cuma jadi angin lalu. Karena pada kenyataannya toko dan pusat perbelanjaan yang menjual baju-baju baru laris manis. Terlebih mereka memberikan iming-iming dikson yang menggiurkan.

Beli Baju Baru [image source]
Beli Baju Baru [image source]
Kalau kita terjebak dalam pikiran beli baju baru atau tidak, putuskan sekarang. Coba lihat lemari, jika sekiranya masih ada baju bagus ya jangan beli. Namun jika semua baju tak layak pakai ya bolehlah beli, asal ngirit saat puasa, nabung beberapa bulan sebelumnya. Dengan begitu kantong nggak akan jebol banget.

7. Harga Tiket Mudik yang Sekejam Sembako

Harga tiket akan melejit tinggi saat lebaran, entah kereta, bus, pesawat, atau kapal laut. Para perantau akan merogoh kocek dalam-dalam hingga jebol untuk mampu menjangkau harga tiket yang diincar banyak orang. Berapa pun harga asal bisa pulang biasanya akan dibeli meski duit harus ngutang ke mana-mana.

Mudik [image source]
Mudik [image source]
Fenomena mudik menjadi hal biasa di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim. Namun kita juga harus menyadari keadaan. Jika sekiranya uang nggak ada janganlah nekat. Toh sekarang komunikasi bisa dilakukan dengan sangat cangih. Jika tahun ini tidak bisa pulang bisa diganti tahun depan, dan yang lebih penting lagi adalah budayakan hemat, tapi jangan pelit ya!

Baca Juga : Penting! Tips Untuk Hindari Aktivitas Duduk Seharian

Jika nggak pengen kantong jebol saat Bulan Ramadan maka tekan beberapa hal di atas. Seharusnya saat Ramadan kita bisa menahan hawa nafsu, nggak malah bablas seperti hal-hal di atas. Yuk, sayangi dompet anda agar nggak jebol!