in

Inilah Cerita Mantan Pengawal Bung Karno yang Mempunyai 700 Benda Pusaka Kuno

Bung Karno memang dikenal dengan Presiden yang penuh dengan karisma. Selama menjabat sebagai presiden Indonesia, sosoknya menjadi pemimpin yang dicintai oleh semua kalangan rakyat. Namun, konon di balik pribadi yang terus dikenang, ada banyak sekali pusaka, benda peninggalan yang sering dikaitkan dengan hal-hal misteri.

Bukan hanya itu ternyata, seseorang yang pernah punya hubungan dengan Bung Karno pun konon memiliki keistimewaan tersendiri. Adalah mantan pengawal presiden pertama yang tinggal di Kalimantan, H.Basirudin yang memiliki ratusan pusaka kuno di rumahnya. Lebih lengkapnya bagaimana ia bisa memperoleh benda-benda tersebut, simak uraiannya di bawah ini.

Saudagar kaya yang tinggal di Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Ahli waris pusaka kuno [Sumber gambar]
Namanya Alm. H. Basirudin. Seorang pedagang kaya raya yang pernah menjadi pengawal Bung Karno ketika menjabat sebagai pemimpin Indonesia. Ia tak hanya berprofesi sebagai pengawal saja, tetapi juga tentara dan pembuat pusaka. Markas senjata dan barang kuno yang berada di rumahnya, Jl. Teluk Kelayan, Banjarmasin, pinggir Sungai Martapura, Kalimantan Selatan ini biasanya selalu ramai kunjungan orang-orang yang ingin melihat pusaka-pusaka tersebut.

Diwariskan kepada putranya setelah ia meninggal

Salah satu peninggalan [Sumber gambar]
Alm. H. Basirudin memiliki seorang putra sekaligus ahli waris yang mengurus pusaka kuno tersebut sepeninggal dirinya. Menurut yang dijelaskan oleh Syarifudin Noor, koleksi ayahnya itu ada berbagai macam senjata, dari keris, mandau, gong, tombak dan mandau China, serta perabotan yang digunakan orang zaman dulu. Semua pusaka tersebut disimpan dalam sebuah gudang khusus, yang dilindungi dengan kunci ganda.

Sebagian pusaka pemberian orang dan ada yang datang sendiri

Ada pusaka titipan dari orang lain [Sumber gambar]
Mengenai jumlah pusaka yang ratusan, Syarifudin sendiri mengatakan bahwa tidak semua murni milik ayahnya. Kebanyakan pusaka tersebut pemberian dari pejabat yang tak mampu memelihara. Karena hal tersebut tentu bukan pekerjaan yang mudah. Bahkan, sebagian pusaka tersebut seolah datang sendiri. Maksudnya, tidak tau asalnya dari mana, tiba-tiba sudah ada di dalam gudang penyimpanan. Tidak hanya pejabat, orang biasa kadang juga sering datang dan minta dirawatkan pusaka mereka.

Adab ketika hendak bertandang

Perhatikan adab saat bertandang [Sumber gambar]
Ya, seperti kebanyakan tempat-tempat yang dijaga dan dikeramatkan, rumah penyimpanan pusaka ini juga cara tersendiri dalam melayani pengunjungnya. Wisatawan yang datang harus mengisi buku tamu dan berlaku sopan selama di dalam ruangan (jangan mengeluarkan kata-kata dan tindakan yang tak pantas). Menurut Syarifudin, benda pusaka yang dibuat kisaran tahun 60-an ini mempunyai kekuatan supranatural dan bisa mencelakai siapapun yang melakukan hal tak pantas. Sekilas memang tidak masuk akal, namun sudah pernah ada pengunjung yang berani menabuh gong tanpa sengaja dan akhirnya mendadak kesurupan.

Tempat yang sekaligus dijadikan sebagai wisata sejarah ini dipersilakan bagi siapapun yang ingin datang tanpa harus membayar. Bagi Saboom semua, jika kalian ingin melihat secara langsung koleksi benda kuno mantan pengawal Bung Karno ini maka utamakanlah kesopanan dan berkata yang baik ketika mengunjungi gudang pusaka ini.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

Percaya atau Tidak, Inilah 6 Cara Mengusir Makhluk Halus yang Masih Ada Sampai Saat Ini

Ngeri! Inilah Sisi Gelap Facebook yang Banyak Tersebar di Masyarakat Indonesia