Run, Pulau Milik Indonesia yang Sempat Menjadi Rebutan Inggris dan Belanda

oleh Nikmatus Solikha
11:00 AM on Jan 16, 2017

Barangkali sebagian besar dari kita masih asing dengan nama pulau Run, pulau terkecil di Kepulauan Banda, Indonesia. Pulau yang memiliki panjang sekitar 3 kilometer dan lebar 1 kilometer tersebut berlokasi dekat dengan Darwin, Australia. Saat ini namanya memang tak begitu dikenal, namun pulau kecil ini dulunya pernah menjadi berlian yang diperebutkan oleh Belanda dan Inggris.

Hal tersebut karena  Run memiliki peran penting dalam roda perekonomian global karena hasil buminya yang luar biasa. Bahkan konon nilainya lebih tinggi dari emas dan perak. Ya, hasil bumi yang dimaksud ini adalah pala di mana sangat dibutuhkan oleh orang-orang barat. Para dokter masa itu memperkenalkan pala sebagai obat pes yang dulu pernah mewabah di Eropa, dan dulu dikenal dengan sebutan Black Death.

Baca Juga
10 Ilustrasi Ini Bikin ‘Kids Zaman Now’ Sadar Bahwa Perbuatannya Sungguh Merugikan
5 Daerah di Indonesia Ini Berhasil Cetak Wanita Cantik dan Berpendidikan Tinggi, Jomblo Masuk

Penghasil Pala yang Menyilaukan Dunia

Menyebarnya berita bahwa pala merupakan obat bagi penyakit pes pun membuat nilai jual bahan ini meningkat hingga 10 kali lipat. Tak lama setelah itu, muncul pula berita tentang khasiat pala yang bisa digunakan untuk mengobati pilek, perut kembung, disfungsi ereksi dan lain sebagainya. Saat itu, semua rempah-rempah asal Kepulauan Banda dikuasai oleh Belanda, terkecuali Run.

Run [Image Source]
Inggris pun mulai mengirimkan ekspedisi menyeberangi benua untuk mendapatkan pala. Pada tahun 1616, Britania pun resmi menjadikan Run sebagai kawasan jajahan. Raja Inggris begitu gembira dengan keberhasilan tersebut, hingga ia pun mengubah gelarnya menjadi ‘King of England, Scotland, France, Ireland dan Run’.

Menjadi Rebutan Inggris dan Belanda

Meski Run sudah diklaim oleh Inggris, ternyata Belanda tak mau mengalah. Hal tersebut tentu demi bisa memonopoli pala dari pulau Run. Dan ternyata, pulau Run juga menjadi salah satu penyebab pecahnya perang antara Inggris dan Belanda pada tahun  1652-1654. Pada tahun 1667, kedua negara tersebut pun akhirnya menyepakati perjanjian Breda.

Run & New York [Image Source]
Isi perjanjian tersebut adalah, Run diserahkan kepada Belanda. Sementara Inggris mendapatkan pulau Manhattan yang tidak memiliki rempah-rempah, sepi dan juga membosankan di Amerika Utara yang saat ini menjadi New York City.

Run yang Terlupakan

Rupanya, keberuntungan memang tak memihak pada Belanda. Monopoli terhadap pala runtuh setelah pemindahan pohon tanaman tersebut ke Ceylon (Sri Langka) pada tahun 1817. Sementara 350 tahun kemudian, Manhattan berkembang menjadi kota besar yang mendunia, New York. Sementara Run kian tenggelam. Namanya pun kian terlupakan.

Run yang terlupakan [image source]
Tak hanya itu, Run pun semakin tertinggal. Tak ada aliran sungai yang bersih, sementara listrik juga hanya menyala selama 4 jam di sana dan sama sekali tak ada internet. Jalan utama yang ada di sana juga hanya bisa dilalui gerobak. Jadi, warga hanya bisa berjalan kaki untuk menuju tempat tertentu.

Lokasi yang Tertinggal

Pulau Run begitu sulit dijangkau. Sebab, cuaca ekstrim membatasi jumlah pengunjung pulau tersebut. Bayangkan, dalam setahun hanya ada 3 bulan waktu lautan untuk tenang. Lohor Burhan, seorang guru yang bekerja di sana mengatakan jika hingga saat ini pala merupakan sumber mata pencaharian utama.

Run dan Pala [Image Source]
Meski nilainya menurun dibanding dengan masa lalu, namun permintaan pala masih sangat tinggi. Terlebih karena penanamannya sangat organik. Dan hasilnya diekspor hingga ke luar negeri, bahkan New York.

Inilah Run, pulau yang dulunya jadi rebutan tapi kini bahkan tak banyak orang kenal. Seumpama waktu bisa kembali ke masa lalu dan Inggris yang mendapatkan Run, kira-kira akan seperti apa ya tempat ini? Mungkin saja Run saat ini bisa seterkenal bali atau bahkan Ibiza mengingat Inggris suka memberdayakan daerah jajahannya.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis 10 Postingan Nyeleneh Pengguna Medsos Pamer Kemesraan, Berasa Pingin Nampol Lihatnya Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya 14 Tahun Berlalu, Begini Kabar Pemain Sinetron “Di Sini Ada Setan” yang Dulu Bikin Kamu Bergidik Ngeri Mulai dari Tikus hingga Lumpur, Inilah 4 Negara Miskin yang Konsumsi Makanan Seadanya Belum 30 Tahun, 5 Cewek Cantik Zaman Now Ini Sudah Bergelimang Harta, Hampir Saingi Syahrini! Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an Dulu Dianggap Naturalisasi Gagal Bersinar, Kini Nasib Van Beukering Malah Bikin Melongo
BACA JUGA