Setelah ‘tidur’ sekian puluhan tahun lamanya, proyek tol Trans jawa akhirnya bisa beroperasi pada 2018. Dilansir dari detik.finance.com, jalan bebas hambatan itu akhirnya tersambung dari Jakarta hingga Surabaya. Tak hanya menjadi penghubung bagi kota-kota besar di wilayah timur dan barat, Trans Jawa juga melengkapi ruas-ruas jalan tol yang telah dioperasikan pada masa sebelumnya.

Padahal, proyek besar ini sejatinya telah mulai dimulai di era Orde Baru pimpinan Soeharto. Realisasinya terus berjalan di beberapa generasi presiden yang silih berganti memimpin Indonesia. Hingga di era Jokowi, untuk pertama kalinya proyek tersebut bisa direalisasikan secara nyata dan bakal segera beroperasi.

Proyek besar yang dimulai di era Soeharto

Megaproyek yang dimulai di era Soeharto [sumber gambar]
Proyek besar ini sejatinya telah dimulai sejak era Presiden Soeharto, di mana pembangunannya dilakukan secara bertahap. Dilansir dari finance.detik .com, ruas tol Trans Jawa yang diresmikan di antaranya Jakarta-Tangerang (33 km) pada November 1984, Surabaya-Gempol (49 km) Juli 1986 dan Jakarta-Cikampek (83 km) pada September 1988. kemudian dilanjutkan pada tol Tangerang-Merak (73 km) pada Juli 1992, serta Palimanan-Plumbon-Kanci (26,3 km) Januari 1998. Setelahnya, mulai diteruskan pada 2010 hingga selesai di tahun 2018.

Sukses menghubungkan Jakarta dan Surabaya

Menyambungkan Surabaya dan Jakarta [sumber gambar]
Tol Trans Jawa merupakan proyek jalan bebas hambatan yang sukses menyambungkan antara Jakarta dan Surabaya. Kedua kota besar di wilayah barat dan timur itu tersambung berkat ruas-ruas jalan yang saling terhubung satu sama lainnya. Sumber dari tirto.id menuliskan, target Tol Trans Jawa ini adalah menghubungkan kota-kota mulai dari Pelabuhan Merak, sampai dengan Banyuwangi dengan panjang 1.150 km. Saat ini, ia baru menghubungkan Merak hingga Pasuruan, Jatim dengan panjang 933 km. Jalan dari Pasuruan hingga Banyuwangi dengan panjang 217 km masih dalam proses pengerjaan.

Terdiri dari berbagai ruas yang saling menyambung

Terdiri dari ruas-ruas jalan yang baru [sumber gambar]
Dengan tersambungnya rute menghubungkan Jakarta dan Surabaya, hal ini memungkinkan masyarakat untuk mengakses transportasi via jalur darat dengan mudah. Sumber dari tirto.id menuliskan, jalinan tersebut salah satunya terdiri dari beberapa ruas, yakni Tol Pemalang-Batang Seksi 1-2 (34 km), Batang-Semarang Seksi 1-5 (75 km), Semarang-Solo Segmen Salatiga-Kartasura (33 km), dan Ngawi-Kertosono Segmen Wilangan-Kertosono (38 km). Kemudian, Kertosono-Mojokerto Seksi Segmen Bandar-Kertosono (1 km), Porong-Gempol Segmen Porong-Kejapanan (6 km) dan Gempol-Pasuruan Segmen Pasuruan-Grati (14 km).

Memberikan manfaat dan kemudahan akses pada masyarakat

Jembatan Pelengkung Kalikuto yang menjadi bagian dari Tol Trans Jawa [sumber gambar]
Jalan bebas hambatan yang telah rampung pada 2018 tersebut, dinilai bakal memberikan beberapa manfaat bagi masyarakat. Dilansir dari economy.okezone.com menuliskan, keuntungan tersebut adalah efisiensi distribusi logistik antara kota-kota di wilayah Barat dan Timur, mempersingkat waktu tempuh perjalanan, hingga memicu pertumbuhan ekonomi wilayah.

Tol Trans Jawa yang diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo

Diresmikan oleh Presiden Joko Widodo [sumber gambar]
Presiden Joko Widodo turun langsung untuk meresmikan proyek jalan bebas hambatan tersebut. Sumber dari merdeka.com menuliskan, kepala negara ke-7 RI itu terlihat mencoba menyusuri jalan tol Trans Jawa mulai dari Surabaya, sekaligus menjadi ajang untuk meresmikan jalur tersebut. “Dari pembukaan jalan tol di Jawa Timur artinya Jakarta-Surabaya sudah tersambung dan bisa dilalui kendaraan hari ini,” kata Presiden Jokowi saat peresmian di ruas tol Ngawi-Kertosono.

BACA JUGA: 5 Infrastruktur Besar di Indonesia Bernilai Ratusan Miliar yang Selesai di Tahun 2018

Mimpi masyarakat untuk menikmati akses di wilayah bagian barat yang terintegrasi penuh dengan bagian Timur, akhirnya terwujud lewat proyek Tol Trans jawa di atas. Tak hanya mempermudah akses transportasi secara lebih efisien, keberadaan saran publik itu juga diharapkan dapat menunjang perekonomian negara, serta membuka peluang ekonomis lainnya.