Ketika mendengar nama dari Ali bin Abi Thalib pasti sudah memikirkan tentang sosoknya yang begitu cerdas. Sebab, banyak buku yang mengatakan jikalau beliau suka sekali memberikan kata bijak. Bahkan setiap ucapannya pun selalu menjadi renungan bagi kita semua.

Nah, berbicara tentang ucapan dari keponakan Rasulullah SAW tersebut, ada suatu perkataannya yang cukup mengejutkan. Beliau mengatakan akan datang zaman di mana sifat seseorang berputar 360 derajat dari yang seharusnya. Dan prediksinya sudah menjadi kenyataan pada zaman sekarang ini Sahabat Boombastis. Seperti yang dilansir dari Buku Biografi Ali bin Abi Thalib karangan Prof. Ali Muhammad, begini tutur kata beliau.

Banyak orang baik tapi tak berakal

Pamer kebaikan [Sumber Gambar]
Seperti yang kita tahu selama ini kalau kebaikan hanya dilakukan untuk mendapatkan pahala dari Allah semata. Namun sayangnya, di zaman sekarang ini banyak orang yang tak menerapkan hal itu. Tak sedikit orang melakukan kebaikan hanya untuk mendapatkan pujian dari sesama manusia. Biasanya setelah mereka melakukan hal ini, hati akan merasa senang dan sombong lantaran sudah mendapatkan penilaian baik dari orang lain. Maka dari itu, banyak orang yang meneruskan hal tersebut dengan cara pamer kebaikan. Tapi tahukah kalian kalau sebenarnya kebaikan ini akan semakin berkurang jika niatnya berbeda?

Banyak orang fasih berbicara tapi perbuatannya lalai

Suka mengumbar janji [Sumber Gambar]
Pada saat ini kita sering kali menemukan orang-orang dengan bahasanya yang bijak dan cukup enak didengar. Sehingga semua ucapannya bisa direnungi oleh orang lain dan tak jarang dijadikan contoh untuk para pendengarnya. Tapi tak semua orang yang mengeluarkan kata inspiratif tersebut menerapkannya di kehidupan nyata. Bisa dibilang, perkataan dan perbuatannya sangat berbanding terbalik. Kalau bahasa kerennya mah mengumbar janji tapi enggak ditepati alias Pemberi Harapan Palsu (PHP).

Ada pelacur menjadi publik figur

Membawa agama demi kepentingan pribadi [Sumber Gambar]
Kalau mendengar kata pelacur, kemungkinan besar yang ada di pikiran kita adalah wanita sewaan. Tapi, bukan itu yang dimaksud ucapan dari Ali bin Abi Thalib tersebut. Pelacur di sini diartikan sebagai orang yang suka menggadaikan agamanya hanya untuk kepentingan pribadi. Pada umumnya sih untuk memperkaya diri dan akhirnya mengatasnamakan Allah SWT supaya dianggap sebagai orang yang religius. Tapi sayangnya, orang-orang seperti ini malah menjadi publik figur dan disukai oleh masyarakat.

Ada ulama tapi tak memberikan tauladan yang baik

Ulama tidak memberikan contoh yang baik [Sumber Gambar]
Poin ini senada dengan banyak orang fasih berbicara tapi perbuatannya lalai. Namun untuk poin ini berlaku bagi para ulama. Banyak orang mengaku sebagai ulama karena hafal dengan ilmu agama. Maka dari itu, tak jarang mereka merasa paling benar atas apa yang dikuasainya. Padahal, perbuatannya tak menunjukkan sama sekali dengan apa yang dikatakannya selama ini. Intinya, mereka tidak memberikan tauladan bagi para umat, melainkan malah menyesatkan.

Banyak orang bodoh tidak tahu diri

Bangga melakukan dosa [Sumber Gambar]
Bodoh yang dimaksud di sini bukan berhubungan dengan akademik ya. Tapi lebih kepada kesadaran atas perintah yang diajarkan di Agama Islam. Banyak dari kita melakukan sesuatu tanpa takut akan dosa yang akan dibalas di akhirat nanti. Anehnya dosa-dosa tersebut dilakukan dengan bangga dan tak ada rasa bersalah sama sekali. Duh, semoga kita dijauhkan dari perbuatan yang seperti itu ya Sahabat Boombastis.

Keimanan hanya ada dalam pikiran, bukan sanubari

Keimanan tidak diletakkan dalam hati [Sumber Gambar]
Di dalam Agama Islam, kita diajari untuk mengimani segala hal yang ada. Baik dari pemikiran, perkataan dan juga sikap. Tapi di zaman sekarang ini, banyak yang meremehkan soal keimanan. Banyak orang menganggap asalkan kita mengetahui tentang iman, itu sudah cukup menjadi bekal untuk hidup ke depannya. Padahal, pemikiran tersebut salah Sahabat Boombastis. Keimanan tersebut harus bersemayam dalam diri kita baik dari segi apapun. Percuma jika kita hanya memikirkannya namun tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kekhawatiran dari Ali bin Abi Thalib ini memang sudah menjadi kenyataan di era sekarang. Bahkan bisa dibilang, semua prediksinya tak ada yang meleset dan kejadiannya pun sangat dekat di sekitar kita. Mudah-mudahan, kita dijauhkan dari sifat-sifat tersebut dan juga orang-orang yang memiliki perbuatan seperti di atas.