Beberapa waktu lalu, beredar sebuah video yang memperlihatkan kedatangan 49 TKA asal Cina di Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Tayangan tersebut kemudian viral di media sosial dan mendapat beragam tanggapan dari warganet. Sang pengunggah yang bernama Harjono, akhirnya pun harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Dalam video yang diunggahnya, Harjono menyebut para TKA yang datang berasal dari Cina dan dirinya khawatir terkena virus corona. Polemik pun mulai santer terlihat saat Harjono diperiksa oleh pihak kepolisian, hingga tagar #CopotKapoldaSultra menjadi trending di Twitter.

Berawal dari unggahan Harjono soal kedatangan TKA asal Cina di Bandara Haluoleo

Sebuah video yang menyoroti kedatangan rombongan TKA asal Cina yang tiba di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), sempat membuat heboh masyarakat. Rekaman tersebut kemudian viral dan menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Adalah Harjono yang merupakan perekam dari video tersebut, kemudian diperiksa oleh pihak kepolisian setempat.

Pria 39 tahun itu pun akhirnya menyatakan permintaan maaf atas perbuatan yang dilakukannya. Dirinya saat itu tidak ditahan dan diperiksa terkait motifnya dalam perekaman video tersebut. “Saya pembuat rekaman video viral terkait kedatangan warga Cina di Kendari di mana saya mengomentari ‘satu pesawat corona semua’. Hal itu saya ucapkan secara spontan hanya untuk main-main dan tanpa sengaja atau tanpa mengetahui dampaknya,” ucap Harjono yang dikutip dari Kumparan.com (16/03/2020).

Adanya perbedaan informasi yang beredar terkait para TKA yang datang ke Kendari

Uniknya, ada perbedaan informasi terkait kedatangan rombongan TKA asal Cina tersebut. Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam mengatakan, mereka merupakan karyawan yang bekerja di salah satu perusahaan smelter yang ada di Sultra, dan baru saja kembali dari Jakarta untuk memperpanjang visa. Bukan baru datang dari Cina. “Selama ini mereka memang tidak kembali ke Cina. Jadi para TKA tersebut dari Jakarta, mengurus izin kerja dan memperpanjang kontrak di Jakarta,” ucap Merdisyam yang dikutip dari Kumparan.com (16/03/2020).

Namun, informasi berbeda justru dilontarkan oleh Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sofyan. Menurutnya, rombongan tersebut merupakan TKA baru yang berangkat dari Cina, kemudian transit terlebih dahulu di Thailand hingga akhirnya tiba di Indonesia melalui Bandara Haluoleo, Kendari, Sultra.

Penjelasan terkait perbedaan informasi soal TKA Cina yang jadi sorotan

Sebelumnya, Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam mengatakan bahwa para rombongan TKA Cina tersebut baru saja datang dari Jakarta untuk mengurus visa. Bahkan, PT Virtue Dragon Nickel Industry (PT VDNI) yang menaungi para pekerja asing yang berjumlah 49 orang itu, menyatakan bahwa mereka baru saja memperpanjang visa di ibu kota.

Soal perbedaan pendapat dengan Kapolda, Sofyan menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan penyelidikan awal. “Itu praduga awal, namanya penyelidikan, bukan tidak benar, namanya penyelidikan, sebagai pendapat awal sah-sah saja. Setelah ada penyelidikan awal, kami mendalami serta berkoordinasi, dan inilah hasilnya,” ucap Sofyan yang dikutip dari Kumparan.com (16/03/2020).

Menimbulkan polemik hingga tagar #CopotKapoldaSultra jadi trending di Twitter

Permasalahan terkait kedatangan TKA asal Cina di atas pun akhirnya menuai polemik. Terlebih, masyarakat saat ini tengah dikhawatirkan akan penyebaran virus corona. Salah satunya dari tokoh publik seperti Hinca Pandjaitan.

“Saya sudah chat ke Kapolri, dan beliau sdh respon. Intinya, saya menyampaikan kebingungan publik atas informasi bias Kapolda Sultra terkait kedatangan TKA & meminta agar Polri utk “klarifikasi ulang” kebenaran situasi di sultra. Beliau bilang “baik bang hinca” (pukul 23.25 WIB), cuitnya di Twitter pada Senin (16/03/2020).

Polemik soal informasi kedatangan TKA asal Cina ini membuat tagar #CopotKapoldaSultra menjadi trending topic di Twitter. Menurut penelusuran Boombastis, tagar tersebut telah dicuitkan sebanyak 18 ribu kali hingga saat ini, Selasa (17/03/2020). Bahkan, Roy Suryo juga mengunggah cuitan yang semakin memperjelas soal keberadaan TKA Cina tersebut yang tengah menjadi polemik.

“Tweeps, Akhirnya Media2 Mainstream “ikut” juga … Kalau tadinya hanya situs2 Lokal yg berani memberitakan kebenaran, kini 2 Media Nasional sdh MENGAKUI bahwa 49 TKA yg kemarin Viral di Bandara Haluoleo itu adalah TKA Baru yg datang dari Henan via Thailand. Bagaimana Pak Kapolda? cuitnya pada akun @KRMTRoySuryo2 pada Senin (16/03/2020).

BACA JUGA: Aksi Wapres Ma’ruf Amin Soal Virus Corona, Minum Susu Kuda Liar hingga Salam Corona

Harjono yang sebelumnya diperiksa polisi terkait unggahannya soal TKA, akhirnya dilepas oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Sultra). Sementara untuk 49 TKA Cina yang ada, mereka dikabarkan akan dikarantina selama 14 hari ke depan. “Tetapi berdasarkan pertimbangan dilakukan langkah-langkah untuk mengkarantina sementara sampai 14 hari,” ucap Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam yang dikutip dari Kumparan.com (17/03/2020).