Penyebaran obat terlarang seakan tak ada habisnya di negara kita. Sudah banyak bukti dengan orang-orang yang masih berani mengedarkan pil terlarang kepada masyarakat sekitar. Seperti lelaki bernama Fafiru Maulana asal Lumajang ini, ia kedapatan menyimpan dan mengedarkan pil koplo berlogo ‘Y’ sebanyak 1238 butir.

Mendengar pil koplo berlogo ‘Y’ mungkin masih sangat asing ya. Pasalnya kita biasanya hanya mendengar pil double L, PCC atau obat-obatan semacam narkoba dan teman-temannya. Lantas, apa sih pil dengan logo ‘Y’ ini?

Begini penampakan dari pil koplo berlogo ‘Y’

Semua pil koplo sebenarnya mempunyai ciri yang hampir sama. Adalah ia berbentuk tablet dan biasanya berwarna putih. Namun, yang membedakan dari semuanya yakni logonya masing-masing gengs. Di mana pil satu ini terdapat logo berbentuk huruf Y dan ada titik di tengah-tengahnya. Kalau dilihat-lihat, bentuknya mirip dengan orang yang sedang merentangkan tangan.

Bentuk Pil ‘Y’ [Sumber Gambar]
Selain itu, kita juga bisa melihatnya dari segi harga. Ya, harga dari pil ‘Y’ tersebut lebih mahal dari obat-obatan terlarang lainnya. Menurut Drs. Muhammad Khoirul, MM selaku Kepala Seksi Rehabilitasi Badan Narkotika (BNN) Kabupaten Malang, harga sepuluh butirnya mencapai Rp35 ribu hingga Rp50 ribu. Sedangkan untuk pil koplo LL hanya berkisar Rp10 ribu.

Efeknya lebih mengerikan dari pil koplo lainnya

Sudah terlihat dari harganya, bila pil koplo’ Y’ memiliki suatu kelebihan dari obat-obatan lainnya. Apalagi kalau bukan tentang dampaknya bagi si peminum. Mengutip dari laman malangtoday.net, pil koplo ‘Y’ ini efek sampingnya tiga kali lebih besar ketimbang jenis LL. Ini sudah terbukti dengan kasus yang pernah dihadapi oleh Kepala BNN Kabupaten Malang tadi. Bahwa ada seorang pengguna pemula yang mengonsumsi setengah pil ‘Y’ mengalami teler selama tiga hari.

Ilustrasi teler selama tiga hari [Sumber Gambar]
Tak hanya itu, pengaruhnya juga bisa secara langsung nih Sahabat Boombastis. Seperti yang dialami oleh siswa SMK berinisial R dari Kabupaten Magelang. Ia kepergok oleh gurunya saat mengonsumsi pil koplo ‘Y’ di kelas. Nah, beberapa saat kemudian, pelajar tersebut berbicara tidak jelas dan berteriak-teriak histeris. Sehingga mengharuskan pihak sekolah untuk membawanya ke rumah sakit jiwa terdekat untuk diperiksa lebih lanjut.

Pil koplo berlogo ‘Y’ digunakan untuk pasien gangguan jiwa

Efek parah yang ditimbulkan dari pil koplo ‘Y’ ini sebenarnya bukan hal yang mengagetkan. Pasalnya, pil ini memang digunakan untuk mengurangi efek samping dari obat antipsikotik pada pasien gangguan jiwa berat. Kalau dalam kacamata medis, pil koplo ‘Y’ tersebut termasuk dalam jenis trihexyphenidyl.

Pil ‘Y’ untuk penderita gangguan jiwa [Sumber Gambar]
Hal ini pun diamini oleh Dokter Klinik Psikiatri RSUD Blambangan yaitu dr. Agustina Sjenny, Sp. Kj. Menurutnya, peran obat tersebut sangat penting untuk pasien gangguan jiwa. Sebab, pil itu digunakan untuk menghilangkan gejala halusinasi, delusi, disorganisasi pikiran, dan juga kadang disertai gangguan perilaku. Jadi, bisa kalian bayangkan kalau pil koplo ‘Y’ ini diminum oleh orang yang sehat-sehat saja.

Sudah beredar di berbagai daerah

Melihat efek sampingnya yang sangat mengerikan, pihak kepolisian di berbagai daerah sudah berusaha untuk menghilangkan obat-obat tersebut dari pasaran. Namun sayangnya, hingga saat ini masih banyak oknum tak bertanggung jawab yang menyebarkan pil koplo tersebut. Parahnya lagi, jumlah obat yang disebarkan tak hanya puluhan, namun sampai ribuan.

Pengedar dari Kendal [Sumber Gambar]
Baru-baru ini, penyebaran pil koplo ‘Y’ ditemukan di Kabupaten Lumajang dengan jumlah 1238 butir. Kemudian, di Bulan Februari lalu ada lima pengedar yang ditangkap oleh Polres Bantul karena menyimpan 25 ribu pil koplo di tempat persembunyiannya. Dan di awal Maret kemarin, tepatnya di Kendal, kepolisian setempat menangkap pengedar yang menjual pil koplo sebanyak 350 butir lewat WhatsApp.

BACA JUGA : Mengenal Ganasnya MXE, Narkotika Mirip Permen yang Bikin Penggunanya Ingin Bunuh Diri

Perkembangan pil koplo yang semakin cepat, membuat kita harus lebih waspada lagi. Dengan tidak mudah menerima barang asing dari orang lain dan juga tak sembarangan membeli obat di warung-warung kecil. Ini dilakukan supaya kita terlindungi dari pengaruh obat-obatan terlarang. Kalau sudah terjerumus, akan lebih susah lagi untuk keluar.