Ritual Pertarungan dalam Sarung Ala Suku Bugis Ini Berbahaya dan Mematikan

oleh Adi Nugroho
07:00 AM on Nov 14, 2016

Suku Bugis yang sebagian besar terletak di Sulawesi Selatan memiliki keunikan tersendiri dalam adat dan budayanya. Masyarakat Bugis memiliki seorang pendeta suci bernama Bissu. Dia adalah seseorang yang tidak bisa dikategorikan pria atau wanita namun berperan besar sebagai perantara antara Manusia dan Dewa.

Selain Bissu, masyarakat Bugis juga memiliki karya sastra kuno terpanjang di dunia bernama Galigo. Epik La Galigo adalah karya sastra terbaik dari Bugis yang menceritakan banyak hal selayaknya Serat Centini dari Jawa. Terakhir, masyarakat Bugis juga memiliki adat penyelesaian masalah yang unik bernama Sigajang Laleng Lipa. Berikut uraian selengkapnya tentang ritual pertarungan unik itu.

Baca Juga
Mengenal Phu Quoc, Penjara Super Sadis yang Terapkan ‘Siksa Neraka’ di Vietnam
Chatting Kocak Anak Ingusan Main Online Shop Ini Endingnya Bikin Melongo

Sejarah Sijagang Laleng Lipa

Sijageng Laleng Lipa adalah salah satu ritual penting pada masyarakat Bugis yang keberadaannya hampir hilang ditelan zaman. Ritual ini dilakukan dengan menyatukan dua pria di dalam sebuah sarung. Kedua pria nantinya akan saling bertarung dan adu kekuatan hingga keduanya sama-sama mati atau sama-sama hidup. Jarang dalam ritual ini pihak yang mati atau hidup sendirian.

Sejarah Sijagang Laleng Lipa [image source]
Sejarah Sijagang Laleng Lipa [image source]
Ritual Sijagang Laleng Lipa mulai dilakukan pada masa Kerajaan Bugis ratusan tahun lalu. Di masa lalu, jika ada dua keluarga yang berseteru, penyelesaian terakhirnya adalah dengan adu kekuatan ini. Kalau ada keluarga yang harga dirinya diinjak, pertarungan ini akan dilangsungkan agar segala permasalahan segera diselesaikan dan perselisihan tidak terus terjadi.

Musyawarah yang Tidak Menemui Mufakat

Bagi masyarakat Bugis, harga diri adalah hal paling penting dari sebuah keluarga. Kalau sampai hal ini diinjak, kedua belah pihak akan mulai mengadakan musyawarah untuk menyelesikannya. Sayangnya, tidak semua musyawarah yang dilakukan akan menghasilkan kata mufakat. Musyawarah kerap berakhir dengan kebuntuan hingga Sijagang Laleng Lipa.

Musyawarah yang tidak menemui mufakat [image source]
Musyawarah yang tidak menemui mufakat [image source]
Sijagang Laleng Lipa dilakukan sebagai jalan terakhir setelah mufakat tidak juga datang. Dengan melakukan ini, kedua belah pihak tidak akan ada dendam lagi. Apa pun yang terjadi pada ritual ini, kedua belah pihak harus sama-sama lapang dada. Tidak ada lagi perseteruan lagi yang menyebabkan keributan d mana-mana.

Jalannya Ritual Sijagang Laleng Lipa

Ritual Sijagang Laleng Lipa tidak dilakukan begitu saja tanpa adanya sebuah ritual dan kesepakatan antara dua belah pihak. Setiap keluarga yang saling berseteru akan memilih satu pria terbaiknya. Pria-pria ini adalah jagoan dari keluarga yang akan mengerahkan semua kekuatannya tanpa berniat untuk menyerah.

Jalannya ritual Sijagang Laleng Dipa [image source]
Jalannya ritual Sijagang Laleng Dipa [image source]
Kedua petarung ini akan diberi senjata berupa badik yang memiliki ukuran tertentu. Badik ini adalah warisan keluarga yang sebelumnya telah diberi japa mantera. Menggunakan badik keluarga ini, petarung dalam Sijagang Laleng Lipa akan berusaha sekuat tenaga memenangkan pertarungan dengan dukungan dari keluarga dan juga leluhur.

Nilai Sosial dan Budaya dalam Sijagang Laleng Lipa

Kalau dilihat sekilas Sijagang Laleng Lipa adalah ritual pertarungan yang cukup mematikan. Namun, kalau dilihat dengan lebih teliti, ritual ini memiliki makna yang dalam terutama masalah musyawarah dan mufakat. Ritual ini mengajarkan kita agar jangan terus menggunakan ego dalam banyak hal kalau tidak ingin ada korban jiwa.

Nilai sosial dan budaya [image source]
Nilai sosial dan budaya [image source]
Saat ini ritual yang berbahaya namun syarat makna ini sudah jarang dilakukan oleh banyak orang. Namun, untuk melestarikannya agar tidak hilang dimakan zaman, pementasan kerap dilakukan dengan atraksi-atraksi yang menarik. Dalam atraksi Sijagang Laleng Lipa, Bissu berperan besar dalam memberi mantera sebelum pertarungan dilakukan.

Inilah sekilas tentang Sijagang Laleng Lipa yang merupakan ritual pertarungan asli Bugis. Meski terlihat menyeramkan mematikan, ritual ini berperan besar dalam masyarakat agar saling menghargai satu dengan lainnya.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Inilah 13 Potret Marion Jola, Finalis Indonesian Idol yang Viral Berkat Video Hotnya 8 Ilustrasi Tentang Kebiasaan Cewek-Cewek Ini Bakal Bikin Kaum Lelaki Gagal Paham 5 Fakta Ngeri Sentinel, Suku Primitif Paling Sadis yang Pernah Ada 4 Anak Raja yang Lebih Memilih Tetap Jadi Atlet Ketimbang ‘Ongkang-Ongkang’ Saja 10 Meme “Terperangkap Razia”, Jauh Lebih Pahit Ketimbang Ketemu Mantan di Jalan 7 Fenomena ‘Salah Kostum’ Jokowi Ini Sukses Bikin Netizen Bertanya-tanya 10 Ucapan Iseng Saat Foto Nikahan Ini Bikin Ngakak Maksimal, Jangan Ditiru Ya! Miris, Orang-Orang Ini Tewas Saat Ulang Tahun Akibat Dikerjain Temannya Sendiri 5 Hal Gila yang Hanya Bisa Kamu Temukan di Thailand Inilah 5 Kisah Pengawetan Pemimpin Bangsa yang Tidak Banyak Diketahui 6 Musisi Indonesia Ini Punya Permintaan Aneh Sebelum Manggung, Ada yang Minta Aqua Galon Buat Mandi Loh 9 Artis Ini Sok-sokan Update Status Bahasa Inggris, Alhasil Panen Hujatan dari Netizen 5 Penemuan Harta Karun di Indonesia yang Jumlahnya Sanggup Melunasi Semua Hutang Negara Uang Bukan Incaran, Inilah 4 Fakta Begal Payudara yang Ternyata Gak Kalah Berbahaya Lama Tak Terdengar, Beginilah Kabar Gayus Tambunan, ‘Sang Koruptor’ Kelas Kakap 4 Barang Ini di Indonesia Harganya Luar Biasa, Tapi di Afrika Orang Miskin pun Wajib Punya Menguak Misteri Uang Logam 500 Rupiah Tahun 1991 yang Disebut-Sebut Mengandung Emas Pulang Nggak Bawa Piala, 7 Runner Up Indonesian Idol Ini Lebih Tenar daripada Sang Juara Miris! 7 Wanita Cantik Ini Ditemukan Tewas Tanpa Busana, No. 2 Masih Jadi Misteri Pakai Narkoba Hingga Selingkuh, Ini 4 Kelakuan Istri Pejabat yang Bikin Ngelus Dada
BACA JUGA