Pernikahan pasti menjadi tujuan semua pasangan di mana pun berada. Apa lagi coba yang akan dilakukan laki-laki dan perempuan yang sudah lama menjalin hubungan selain meresmikannya. Meski pernikahan itu menjadi momen yang ditunggu-tunggu, tentunya ada banyak hal yang harus dipikirkan dan disiapkan sebelumnya. Persiapan pria dan wanita pun pasti akan berbeda pula bobotnya.

Banyak orang yang beranggapan bahwa mempelai pria lah yang nantinya harus berjuang dengan ekstra saat menjelang pernikahan, apalagi ketika melangsungkan akad nikah. Nah berikut ini ada beberapa gambaran perjuangan kaum adam ketika akan resmi mempersunting pujaan hatinya yang bakal bikin cewek-cewek manggut-manggut setuju.

Meminta ijin orang tua

Sebelum melamar sang kekasih, semua pria pasti akan meminta ijin terlebih dahulu pada orang tua mereka. Apakah dia diijinkan menikahi pilihan hatinya dan apakah menurut orang tua gadis itu sesuai untuk mendampingi anaknya. Hal ini tentu saja bukan perkara mudah karena lelaki harus bisa meyakinkan orang tuanya dan mempertanggung jawabkan pilihan itu.

pertemuan keluarga [image source]
Perjuangan belum berakhir, karena kemudian sang pria harus meminta ijin pada orang tua wanita untuk mengambil anaknya. Pada sesi ini, lelaki juga harus bisa meyakinkan ayah ibu sang kekasih bahwa anak perempuannya akan dijaga seperti sang ayah telah merawatnya selama ini. Dan setelah dua pihak setuju baru dilanjutkan mengatur pertemuan keluarga.

Mengumpulkan uang untuk seserahan dan mahar

Sebagai seorang pria, tanggung jawab lainnya yang harus dilakukan adalah mencari uang untuk dapat membeli seserahan dan mas kawin. Besar kecilnya nominal uang disesuaikan dengan perjanjian antar keluarga. Beruntung jika pihak wanita tidak minta yang neko-neko, tapi jika ternyata perempuan yang akan dinikahinya terlahir dalam adat pernikahan mewah bagaimana?

Seserahan [image source]
Beberapa daerah di Indonesia sampai sekarang masih memegang adat ‘membeli’ mempelai wanita dengan nominal sesuai statusnya. Nah ini nih kalian para pria harus benar-benar menyiapkan isi kantong demi menghalalkan hubungan ya. Dan bagi wanita perlu juga diingat bahwa perempuan yang banyak mendapat berkah adalah yang maharnya ringan. Jadi jangan juga terlalu memberatkan. Semangat cari rejeki ya buat para pria.

Berangkat survey lokasi pernikahan

Selain harus kerja keras mengumpulkan uang seserahan dan mahar, calon kepala rumah tangga biasanya akan dengan semangatnya mencari alternatif lokasi pernikahan. Kenapa harus mencari banyak alternatif? Tentunya disesuaikan dengan budget juga ya. Semakin murah gedungnya semakin nyaman juga kantongnya.

Lokasi pernikahan [image source]
Ingat, nikah itu tidak hanya soal ceremonial tapi rumah tangga setelahnya yang juga butuh uang. Jadi ya wajar kalau pria harus mondar-mandir cek lokasi. Apakah harus saklek dilaksanakan di gedung atau cukup di rumah saja dengan acara yang sederhana. Tentunya pikiran ini yang bisa-bisa bikin calon mempelai stres.

Menyiapkan dokumen pernikahan

Hal lain yang dilakukan mempelai sebelum pernikahan adalah menyiapkan dokumennya untuk didaftar di catatan sipil. Tahap ini juga sering bikin calon pengantin cukup puyeng loh. Karena ada banyak sekali dokumen pernikahan yang harus diserahkan, mulai dari kartu identitas, ijazah, sampai keterangan lain tentang orang tua bahkan kakek nenek.

Dokumen [image source]
Jadi tak jarang di tahap ini mempelai harus bolak-balik ke beberapa instansi. Memang sih hal ini bisa dilakukan berdua, tapi jika pasangan berasal dari daerah yang berbeda dan memutuskan melaksanakan perkawinan di tempat sang wanita jadi ya terpaksa mempelai laki-laki akan sering bolak-balik deh.

Persiapan undangan sampai makanan

Hal lain yang harus disiapkan oleh pria adalah segala hal yang terkait undangan. Seperti apa desainnya, di mana harus memesan, sampai anggarannya. Yang seperti ini tentunya tidak bisa dipikirkan dalam satu hari saja. Karena mencocokkan tiga hal tadi pasti butuh banyak pertimbangan, belum lagi kalau si wanita tidak setuju dengan pilihannya, wah makin banyak bebannya.

Undangan [image source]
Setelah undangan deal dan jumlah tamu sudah ditentukan oleh kedua belah pihak, saatnya berpikir tentang akan diberi makanan apa mereka. Kalau masalah ini sih bukan juga hal yang mudah apalagi murah. Jadi ya sabar-sabar dan pelan-pelan saja dalam memutuskannya ya.

Akad nikah

Ketika semuanya sudah dipastikan, hal lain yang bikin pria panas dingin sebelum hari H adalah momen akad nikah. Momen yang menurut banyak orang sangat haru dan membuat deg-deg an, bahkan lebih nervous daripada mau terima hasil ujian nasional. Jauh-jauh hari seorang pria akan berusaha menghafal kata demi kata sakti untuk ijab qabul.

Akad nikah [image source]
Pasti kalian sering mendengar berita tentang beberpa mempelai pria yang saking gugupnya harus mengulang bacaan sakti itu. Bahkan tak jarang mereka melakukan kesalahan-kesalahan konyol saking gugupnya. Jadi sepertinya momen ini adalah saat di mana semua bebannya terkumpul di pundak dan kepalanya.

Tempat tinggal setelah menikah

Nah ini nih, sebelum melamar pasti hal ini yang jadi bulan-bulanan menghantui pilikan seorang lelaki. Kira-kira akan dibawa kemana istrinya nanti setelah menikah. Apakah tinggal dengan orang tua, mencari kos atau kontrakan, menyicil rumah, dan sebagainya. Apapun alternatifnya pasti dia juga harus mengkomunikasikan dengan calonnya.

Tempat tinggal [image source]
Jika sang calon menginginkan mereka mencari kos atau kontrakan karena belum memiliki cukup biaya menyicil rumah, tentu si lelaki lagi-lagi harus mondar-mandir. Untuk apa? Tentunya untuk mendapat kontrakan atau kos yang pas untuk mereka. Pas lokasinya, pas besarnya, pas fasilitasnya, dan yang terpenting pas harganya.

Selain itu, semua pria yang akan menikah pasti tak pernah lepas memikirkan apakah dirinya bisa menjadi sosok imam yang baik untuk keluarga. Tak jarang pikiran-pikiran semacam ini nantinya membuat pria-pria itu tumbang dan jatuh sakit. Jadi untuk para pria jangan segan membagi kekhawatiranmu dengan pasangan ya. Semoga lancar semua persiapannya.