Kunjungan kenegaraan Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti ke Indonesia memang tengah menjadi sorotan pada saat ini. Terlebih, sang raja juga telah meminta maaf atas peristiwa masa penjajahan yang terjadi di masa lalu. Jika ditarik ke belakang, militer Belanda saat itu memang superior di banding Indonesia.

Beranjak ke tahun 2020, tentu ada banyak perubahan yang dialami oleh kedua negara. Terlebih dari sisi militer, baik Indonesia maupun Belanda berlomba-lomba untuk melakukan modernisasi besar-besaran pada angkatan perangnya. Jika keduanya dibandingkan, kira-kira siapa yang terkuat dari sisi militer?

Kekuatan jumlah personil tentara aktif yang bak bumi dan langit

Dilihat dari kekuatan jumlah personel aktif yang dimiliki, Indonesia unggul jauh di atas kekuatan tentara Belanda pada tahun 2020 ini. Dilansir dari Global Firepower, Indonesia memiliki estimasi total 800,000 pasukan militer dengan 400,000 personel aktif. Tak hanya itu, Indonesia juga memiliki sederet pasukan elit yang disegani dunia seperti Kopassus (TNI AD), Denjaka (TNI AL), dan Den Bravo (TNI AU).

Indonesia unggul telak dalam jumlah pasukan [sumber gambar]
Sementara di tahun 2020 ini, kekuatan pasukan militer Belanda total memiliki jumlah sebanyak 40,500 orang dengan personel aktif hanya 35,500 orang. Kekuatan ini jelas bagaikan bumi dan langit jika dibandingkan dengan jumlah pasukan Indonesia. Negara yang dulu pernah berlumur darah selama ratusan tahun di bawah tirani dan penjajahan mereka.

Alutsista darat Belanda tidak sebanding dengan kekuatan militer Indonesia saat ini

Beranjak ke sisi alutsista darat, Indonesia masih unggul dalam jumlah kepemilikan kendaraan tempur (ranpur) dan sejumlah peralatan militer lainnya, seperti 313 tank, 1,178 kendaraan lapis baja, 153 artileri gerak, 366 artileri medan, dan 36 peluncur roket dengan kendaraan.

Militer Indonesia dan Belanda sama-sama menggunakan Tank Leopard buatan Jerman [sumber gambar]
Untuk militer Belanda, negeri Kincir Angin memiliki 18 tank, 1,546 kendaraan lapis baja, 57 artileri gerak, 160 artileri medan, dan tidak memiliki peluncur roket dengan kendaraan sama sekali. Hasil ini membuktikan kekuatan darat militer Indonesia sangat jauh di atas Belanda.

Superioritas udara dipegang Indonesia meski kalah jumlah kepemilikan jet tempur dan helikopter serbu

Untuk kekuatan udara, Indonesia masih unggul dari jumlah alutsista yang dimiliki meski kalah dari dari segi kepemilikan jet tempur. Tercatat, AU Indonesia memiliki 41 pesawat tempur, 39 pesawat serbu, 54 pesawat transport, 109 pesawat latih, 5 pesawat operasi khusus, 177 helikopter, dan 16 helikopter serbu. Total Indonesia memiliki 462 alutsista udara.

TNI AU gunakan varian Sukhoi dan AU Belanda banyak menggunakan F-16 [sumber gambar]
Sedangkan di tahun 2020, AU Belanda diperkuat oleh 61 jet tempur, 1 buah pesawat serbu, 4 pesawat transport, 27 pesawat latih, 75 helikopter, 28 helikopter serbu, dan tidak memiliki satupun pesawat untuk misi operasi. Jika digabung secara keseluruhan, kekuatan alutsista udara AU Belanda berjumlah 168.

Militer Indonesia unggul jauh di lautan melebihi kekuatan AL Belanda

Kekuatan militer di lautan pun masih lebih unggul Indonesia dibandingkan dengan AL Belanda. Dengan jumlah alutsista sebanyak 282, TNI AL memiliki 7 buah frigates, 24 corvettes, 5 kapal selam, 156 kapal patroli, dan 10 kapal penyapu ranjau. Untuk kapal induk dan perusak (destroyer), Indonesia belum memiliki satu pun.

Kekuatan laut Indonesia lebih superiro dari Belanda [sumber gambar]
Sedangkan AL Belanda yang memiliki total 63 alutsista, masing-masing terdiri dari 6 frigates, 4 kapal selam, 4 kapal patroli, dan 6 penyapu ranjau. Sama dengan Indonesia, militer Belanda tak memiliki kapal induk dan perusak (destroyer). Secara keseluruhan, Indonesia menang telak dari segi mana pun dengan militer Belanda di tahun 2020 ini.

BACA JUGA: Menengok Kekuatan Militer Belanda yang Sekarang Sangat Ecek-ecek

Beberapa waktu lalu, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sempat melirik alutsista udara berupa jet tempur buatan Prancis, Dassault Rafale, dan kapal selam Scorpene. Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga berencana memboyong Sukhoi SU-35 yang hingga kini masih belum terealisasi. Jika benar terjadi, tentu kekuatan militer Indonesia akan semakin superior dan jauh meninggalkan Belanda.