in

Patuhi 6 Aturan Ini Saat Mendaki Merbabu, Gunung Legendaris yang Penuh Cerita Mistis

Prinsip dalam pendakian [Sumber gambar]

Nama Merbabu tentu tak asing lagi bagi para treveler yang memiliki hobi mendaki dari satu puncak ke puncak lain. Gunung yang terletak di Jawa Tengah ini memiliki trekking yang terkenal  dengan pemandangan super indah. Jalurnya yang tidak terlalu sulit pun membuat ia menjadi primadona yang selalu ramai kunjungan. Namun, di balik keindahannya, pasak bumi legendaris ini juga memiliki cerita mistis yang diketahui oleh hampir semua pendaki.

Beberapa hari lalu, seorang turis asal Slovakia, Andrey Voytech ditemukan tewas dalam pendakian pertamanya. Setelah dinyatakan hilang selama seminggu, jenazah Andrey kini telah berhasil dievakuasi oleh tim SAR dan akan segera dipulangkan ke negaranya. Mendengar hal tersebut sedikit banyak Saboom semua pasti merinding bukan? Tenang, selama kamu mematuhi aturan pendakian Merbabu ini, kamu tak akan bernasib sama seperti Andrey.

Merbabu untuk pendaki pemula

Memiliki ketinggian 3142 mdpl, Merbabu sebenarnya cukup menguras tenaga untuk ukuran pendaki pemula. Namun, jika memang nekad ingin mencoba, pastikan bahwa kamu punya teman atau kelompok selama proses pendakian. Kelompok inilah yang bisa menjadi andalan jika seandainya kamu mengalami hipotermia atau kesulitan selama pendakian.

Panduan pendaki Merbabu pemula [Sumber gambar]
Seperti kasus yang dialami Andrey, ia adalah pendaki pemula yang sebenarnya belum pernah sekalipun menaklukkan gunung di Indonesia. Karena tidak paham dengan rute yang harus dilalui dan mendaki seorang diri, maka tidak bisa menyalahkan siapapun jika ia akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Jadi, jangan pernah mendaki Merbabu sendirian apalagi untuk pemula!

Usahakan jangan terpisah dari rombongan

Jika kamu pernah mendengar istilah ‘Gadis Penunggu Merbabu’, hal ini bukanlah mitos belaka. Pada tahun 2012, seorang pendaki bernama Budi mengaku terpisah dari rombongannya. Insiden tersebut mempertemukan ia dengan seorang gadis yang juga mendaki sendirian. Berencana mendaki bersama, Budi mengalami banyak sekali kejanggalan selama perjalanan, dari 4 kali melalui jalur yang sama, hingga tertidur di tepi jurang. Saat terbangun dari tidurnya, gadis yang menemani Budi sudah menghilang tak tau arah.

Pastikan tidak terpisah dari rombongan [Sumber gambar]
Ia hanya menemukan peralatan yang sengaja di tinggal di dalam tenda, lengkap dengan alamat si gadis. Ketika bertanya kepada teman-temannya (setelah bertemu) mereka semua menggeleng tak tau. Dan lebih mengejutkan lagi, ketika Budi mendatangi alamat yang tertera dengan maksud mengembalikan barang tersebut, ternyata gadis itu adalah pendaki yang dinyatakan hilang pada tahun 2009 dan jasadnya tak pernah ditemukan.

Patuhi 3 dasar dalam pendakian

Dalam dunia panjat memanjat gunung alias mendaki, 3 dasar ini pasti sering kamu dengar: Jangan mengambil apapun kecuali gambar, jangan meninggalkan apapun kecuali jejak, dan jangan membakar apapun kecuali semangat. Sekilas memang sepele, namun mereka yang mencintai alam tentunya paham betul makna di balik kata-kata di atas. Ketika mendaki Merbabu, Edeleweis atau Bunga Keabadian  (yang hanya tumbuh di ketinggian 2000 mdpl) adalah salah satu tanaman yang akan kamu temui.

Prinsip dalam pendakian [Sumber gambar]
Karena masuk dalam jajaran bunga yang dilindungi, memetik Edelweis ini adalah tindakan terlarang dan haram untuk dilanggar. Selain itu, sampah adalah hal yang tidak boleh kamu tinggalkan. Satu-satunya hal yang bisa merusak dan mencemari gunung adalah sampah dari para pendaki yang tak paham etika. So, mari balas keindahan yang kamu lihat dengan membawa kembali sampahmu turun!

Tidak ada sumber air di Merbabu

Gagalnya pendakian bisa jadi karena kurangnya persiapan. Walaupun sama indahnya seperti Mahameru, jika melalui jalur Selo (Boyolali) Merbabu tidak memiliki sumber air sama sekali loh Saboom. Jangan pernah anggap sepele hal ini ya! Sebelum kamu ingin menaklukkan puncaknya, pastikan jika kamu punya persiapan yang matang.

Logistik persiapan mendaki [Sumber gambar]
Demi keamanan, kamu sebaiknya membawa minimal 3 botol air mineral ukuran 1.500 ml. Karena kebutuhan air tidak hanya ketika pendakian saja, tetapi juga saat turun dan mungkin untuk cebok dan memasak ketika telah sampai puncak.

Etika ketika buang air besar di Merbabu

Nah, ini nih poin yang tak kalah urgent, buang air besar. Seperti yang kita ketahui kalau hampir semua gunung di Indonesia tidak menyediakan toilet untuk buang air –kecuali yang sudah sangat terkenal seperti Bromo-. Akan sedikit rempong memang, apalagi buat yang sudah punya kebiasaan rutin poop setiap pagi.

Usahakan jauh dari jalur pendakian [Sumber gambar]
Jika hal ini terjadi padamu, dalam peraturan tak tertulis pendaki, kamu disarankan untuk mencari lokasi tak terlihat, semak-semak yang jauh dari jalur pendakian. Meminta izinlah dulu sebelum poop, apalagi untuk di Merbabu yang terkenal dengan kemistisannya. Lalu, galilah lubang yang sedikit dalam, jangan lupa ditimbun kalau sudah selesai hajatmu. hehe

Jangan sekali-kali melakukan vandalisme

Vandalisme atau mencoret-coret setiap benda yang ditemui di gunung merupakan sebuah kegiatan norak yang sangat unfaedah. Peraturan ini bukan hanya berlaku di Merbabu saja, tetapi wajib diterapkan di setiap gunung yang kamu singgahi. Kegiatan ukir nama di batu, pohon, petunjuk jalan ini hanya akan membuatmu terlihat sebagai orang yang tidak punya etika, pendaki yang tak paham aturan, serta predikat jelek lain.

Dilarang Vandalisme [Sumber gambar]
Vandalisme bukan hanya tidak mendatangkan manfaat untuk pelaku saja, tetapi juga merusak pemandangan yang seharusnya bisa dinikmati oleh banyak orang. So, jadilah pendaki yang beradab dan cerdas!

Jadi, agar terhindar dari hal yang tak diinginkan ketika mendaki Merbabu, 6 hal di atas harus kamu patuhi. Meskipun tidak tertulislam memang punya cara tersendiri untuk melindungi dan mencelakai mereka yang tak paham etika. Jangan sampai hal yang menakutkan dalam dunia pendakian menimpamu hanya karena sebab sepele yang sebenarnya bisa kamu hindari ya Saboom!

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

4 Kenikmatan yang Didapat Menjelang Lebaran Ini Buktikan Enaknya Jadi PNS di Indonesia

Tak Boleh Asal Pukul, 4 Titik Lemah Manusia Ini Bisa Membuat Kehilangan Nyawa