Sempat diprediksi akan berakhir selama setahun saja, nyatanya pandemi Corona sampai detik ini masih jadi momok juga. Ya mau bagaimana lagi pasalnya banyak orang yang tidak patuh dengan protokol kesehatan, hingga membuat penyebaran pandemi jadi makin banyak. Bahkan di Indonesia sendiri orang yang terjangkit sudah lebih dari satu juta jiwa.

Meskipun Corona memang jadi momok, namun di India penduduknya menyikapi dengan hal yang berbeda. Ya, pasalnya di salah satu daerah, alih-alih dilawan yang ada malah virus yang satu ini malah disembah oleh orang-orang. Lalu benarkah hal itu terjadi? Biar gak penasaran simak ulasan di bawah ini.

Yang lain gercap lawan Corona, di India disembah

Memang ada berbagai cara berbeda dari penjuru dunia dalam melawan virus Corona. Nah, di India ini rupanya beberapa warga melakukan cara yang berbeda. Mereka malah melakukan peyembahan dan ritual untuk memuja virus ini.

Menyembah Corona [sumber gambar]
Di sana, beberapa wanita India akan berdoa dan memberikan sesaji pada Corona Mai, atau sebutan bagi COVID-19 yang dipuja. Dilansir dari laman Liputan 6, para wanita yang berumur sekitar 20-an hingga 60-an, setiap hari akan rutin ke kuil khusus untuk melakukan pemujaan. Ritual ini akan dilakukan hingga pandemi ini benar-benar berakhir dari India dan dunia.

Ternyata ada tujuan tersendiri

Apa yang dilakukan beberapa wanita di India ini bukan tanpa alasan. Adanya pemujaan pada Corona ini bukan berarti mereka menganggap wabah sebagai Tuhan, melainkan berharap agar pandemi bisa berakhir. Dilansir dari laman CNN, mereka percaya kalau virus ini sejatinya juga berasal dari dewi malapetaka. Oleh sebab itu pemujaan ini dilakukan justru untuk menghormati dewi itu, serta agar virus itu segera ditarik dan dunia sehat kembali.

Melakukan pemujaan [sumber gambar]
Mungkin memang seperti ini respon dari para wanita di Benggala ini, namun yang penting semua ditujukkan agar pandemi dapat segera berakhir. Tak peduli apapun caranya, selama bertujuan baik dan dilakukan tanpa merugikan orang lain maka sah-sah saja.

Mereka bahkan punya kuil tersendiri untuk pemujaan

Corona Mai ini memiliki kuil pemujaannya tersendiri. Di kuil inilah para wanita akan memanjatkan doanya setiap hari. Pun dengan pendirian kuil yang sudah sejalan dengan konstitusional, sehingga bisa secara resmi didirikan.

Berdoa bersama [sumber gambar]
Tidak hanya untuk para wanita di Benggala, kuil ini juga dibuat untuk petugas medis, pekerja kesehatan, ilmuwan yang sedang mencari vaksin dan segala bidang yang berhubungan dengan penanganan Corona. Tempat ini sangat terbuka dan para wanita di sana juga akan mendoakan setiap hari pada siapapun yang sedang berjuang dalam menghilangkan pandemi ini.

Pro dan kontra yang terjadi setelah penyembahan

Tentu adanya pemujaan Corona Mai ini akan menimbulkan pro dan kontra. Ada banyak yang setuju karena niat mereka memang baik, sehingga banyak pula yang mau ikut berdoa. Namun tak banyak yang kontra karena prosedur yang digunakan banyak yang salah.

Harus patuh Protokol kesehatan [sumber gambar]
Ya, pasalnya banyak orang yang saat melakukan ritual malah tidak menjalankan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan menggunakan masker. Alih-alih dapat kesembuhan, yang ada malah mereka bisa jadi sebab penularan virus Corona. Oleh sebab itu jika memang ingin terus melakukan ritual ini, para wanita di Benggala ini wajib menyusun ulang prosesi penyembahan agar mematuhi protokol kesehatan.

BACA JUGA: 5 Pengusaha Dunia yang Tambah Kaya Raya karena Adanya Wabah Virus Corona

Memang yang dilakukan oleh para wanita di India ini akan sangat asing bagi orang Indoensia. Namun selama hal itu bertujuan baik dan dilakukan tanpa merugikan orang lain maka sah-sah saja. Nah, kita harus menghormati keyakinan dan kepercayaan orang lain.