Sebagai pengusaha kelas kakap, sah-sah saja bagi mereka untuk membeli apapun yang diinginkan. Termasuk klub sepak bola. Dengan uang triliunan di kantong, para businessman Asia Tenggara tampaknya begitu loyal menghambur-hamburkan uang demi memenuhi ambisinya. Bukan klub lokal yang menjadi incaran.

Mereka justru membidik tim-tim tangguh yang berlaga di Serie A Italia, Premiere League Inggris dan La Liga Spanyol dan lainnya. Seperti Inter Milan, Valencia hingga Leichester City. Seolah tak ingin kalah dengan para saudagar Timur Tengah yang kerap membeli klub-klub Eropa, pengusaha Asia Tenggara di bawah ini juga telah sukses mewujudkan ambisinya menjadi pemilik tim-tim raksasa.

Vincent Tan pemilik Cardiff City (Premier League Inggris)

Vincetn Tan pemilik Cardiff City [sumber gambar]
Sosok Vincent Tan sempat menjadi buah bibir lantaran keberaniannya mengakuisisi klub Cardiff City. Dilansir dari cnnindonesia.com, pengusha asal Malaysia itu resmi menjadi pemiliki setelah menggelontorkan dana antara 160 hingga 170 Juta Pounsterling atau sekitar Rp 3,3 triliun. Pemilik dari Berjaya Corporation Berhad itu, juga mengambil alih klub asal Serbia, FK Sarajevo sejak Desember 2013 silam. Dilansir dari forbes.com, dirinya menempati urutan ke025 sebagai orang terkaya di Malaysia dengan jumlah dana yang dimiliki sebesar $ 820 juta pada 2018.

Peter Lim Akuisisi Valencia (La Liga Spanyol)

Peter Lim (kaos hitam) sah jadi bos di Valencia, Spanyol [sumber gambar]
Senada dengan Vincent Tan, Peter Liem yang sama-sama berangkat dari negeri Jiran, Singapura, juga ikut menginvestasikan uangnya di klub sepakbola Eropa. Kali ini, sang taipan memilih Valencia asal Spanyol dan memborong kepemilikan sahamnya hingga 70,4 persen. Tak hanya di tanah Matador, pengusaha berusia 62 tahun itu juga memiliki separuh saham milik klub amatir asal Inggris, Salford City FC dan hak eksklusif imej Cristiano Ronaldo melalui perusahaannya, Mint Media. Dilansir dari forbes.com, Peter Lim berada di urutan 12 sebagai orang terkaya di Singapura dengan nilai aset sebesar $ 2,4 Miliar pada 2018.

Vicai Srivaddhanaprabha ambil alih saham Leiceister City (Premier League Inggris)

Vicai Srivaddhanaprabha berhasik kuasai Leiceister City [sumber gambar]
Sebaga pengusaha kelas kakap Thailand, Vicai Srivaddhanaprabha yang memiliki King Power, sukses mengakuisisi klub asal Inggris, Leiceister City. Alhasil, tim yang bermarkas di King Power Stadium tersebut, sukses menjadi juara Liga Premier usai diambil alih oleh Vicai Srivaddhanaprabha. Karena tak paham dengan urusan sepak bola, pengelolaannya diambi alih sang anak, Aiayawatt ‘Top’ Raksriakorn, untuk mengurus klub. Vicai sendiri termasuk pengusaha terkaya di Thailand. Dilansir dari forbes.com, ia memiliki dana sebesar $ 4,9 Miliar dan menempati urutan ke-5 pada tahun 2018. Sayang, tak disebutkan berapa nominal yang ia keluarkan untuk membeli Leiceister City.

CEO Air Asia, Tony Fernandes beli Queens Park Ranger ((Premier League Inggris)

Tony Fernandes beli klub Inggris, Queens Park Ranger [sumber gambar]
Selin berbisnis maskapai penerbangan, Tony Fernandes rupanya seorang penghobi bola. Bukan sebagai pemain, melainkan menjadi pemilik dari Queens Park Rangers (QPR) yang 66 persen sahamnya telah ia beli pada Agustus 2011 silam. Sayang, prestasi klub yang bermarkas di Loftus Road itu tergolong inkonsisten alias naik turun. Padahal, pengusaha asal Malaysia itu telah menggelontorkan dana yang untuk membeli pemain-pemain ternama seperti Rio Ferdinand dan Charlie Austin. Sayang, QPR harus terpental dari kasta Premier League akibat terkena degradasi di musim 2017/2018.

Erick Thohir jadi pemilik sah Inter Milan (Serie A Italia)

Erick Thohir resmi beli saham Inter Milan [sumber gambar]
Jika membahas Serie A Italia, kurang lengkap rasanya jika tak menyinggung sosok Erick Thohir. Ya, pengusaha media asal Indonesia tersebut, sukses membeli saham Inter Milan sebanyak 70% pada tahun 2013 lewat konsorsium dari Indonesia yakni International Sports Capital HK Ltd. Namun, kepemilikannya di klub rival AC Milan itu akhirnya berkurang menjadi 30 persen, setelah dijual sebanyak 40 persen kepada Suning Holding Group dari Tiongkok. Tak puas dengan sepak bola, pengusaha berusia 46 tahun itu juga memiliki sejumlah saham di klub basket NBA, Philadelpia 6ers.

Memang, sepak bola tergolong industri yang menguntungkan. Menurut laporan Football Money League edisi Januari 2018 yang dilansir dari cnbcindonesia.com, total pendapatan 20 besar klub Eropa pada akhir musim 2016/2017 mencapai 7,9 miliar euro atau sekitar Rp 128,77 triliun. Tentu saja, hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para taipan di atas. Bagi mereka, sepak bola tak hanya sekedar olahraga dan gelar semata. Namun di balik itu, ada nilai bisnis yang bisa menggembungkan kantong mereka.