Kisah Penembak Massal di Gereja AS yang Dimaafkan Oleh Keluarga Korbannya Sendiri

oleh Tetalogi
03:36 AM on Jun 27, 2015

17 Juni 2015 lalu menjadi saat yang mengerikan bagi para jemaat gereja Emanuel African Methodist Episcopal Church di Charlestown, South Carolina, Amerika Serikat. Seorang pemuda berusia 21 tahun menyerang gereja tersebut dan melepaskan beberapa tembakan yang menewaskan 9 orang dan 1 orang terluka.

Dylann Roof, pelaku penembakan segera ditangkap dan didakwa atas pembunuhan 9 orang. Hingga saat ini, proses investigasi masih berlangsung untuk mengetahui latar belakang terjadinya penembakan ini.

Baca Juga
10 Ilustrasi Ini Bikin ‘Kids Zaman Now’ Sadar Bahwa Perbuatannya Sungguh Merugikan
5 Daerah di Indonesia Ini Berhasil Cetak Wanita Cantik dan Berpendidikan Tinggi, Jomblo Masuk

1. Kronologi Kejadian

Pada Rabu 17 Juni 2015 lalu sekitar pukul 21:05, kepolisian Charleston menerima laporan tentang adanya penembakan di gereja Emanuel AME. Tersangka digambarkan sebagai seorng pemuda berkulit putih dan berambut pirang. Setelah melakukan penembakan terhadap orang-orang di dalam gereja, ia kemudian lari dari lokasi kejadian.

Dylann Roof [Image Source]
Dylann Roof [Image Source]
Sejak sekitar satu jam sebelum melakukan penyerangan, ia sudah turut hadir di gereja dan berpartisipasi dalam kegiatan belajar kitab. Setelah ia melakukan penembakan, ia berusaha bunuh diri, namun ternyata ia kehabisan peluru.

2. Identitas Pelaku

Dylann Storm Roof lahir di Columbia, South Carolina dan tinggal di lingkungan yang banyak ditinggali oleh masyarakat Afrika-Amerika. Setelah terjadinya kasus penembakan ini, investigasi dilakukan untuk melihat latar belakang pelaku. Dalam sebuah halaman facebooknya, Dylann tampak memakai jaket yang berhiaskan bendera era apartheid Afrika Selatan dan Rhodesia. Dua bendera ini melambangkan pemisahan ras dan supremasi kulit putih.

Foto-foto Facebook Dylann Roof [Image Source]
Foto-foto Facebook Dylann Roof [Image Source]
Dylann juga disebutkan telah beberapa kali menceritakan rencananya untuk membunuh orang, termasuk rencana menyerang sekolah College of Charleston kepada teman-teman dan para tetangganya. Namun kata-katanya tidak dianggap serius. Pada 20 Juni, sebuah website bernama The Last Rhodesian milik Dylann ditemukan. Website tersebut berisi tentang pernyataan-pernyataan rasis Dylann tentang kulit hitam, Yahudi, dan Hispanic.

3. Penangkapan

Pagi hari setelah melakukan kejahatannya, ia ditangkap di Shleby, North Carolina, kurang lebih 394km dari lokasi penembakan. Polisi mendapatkan informasi dari Debbie Dills dari Gastonia yang mengenali mobil pelaku. Ia langsung menelepon atasannya yang kemudian segera menghubungi polisi.

Cuplikan saat Dylann Memasuki Gereja Charleston [Image Source]
Cuplikan saat Dylann Memasuki Gereja Charleston [Image Source]
Debbie Dills kemudian mengikuti pelaku sampai sejauh 56 km sampai ia benar-benar yakin bahwa ia pihak berwajib telah menangkapnya. Dylann dilaporkan ditangkap tanda ada perlawanan.

4. Proses Hukum

Pada 19 Juni, Dylann didakwa atas pembunuhan 9 orang dan satu kepemilikian senjata api yang digunakan untuk melakukan kejahatan. Ia pertama tampil di pengadilan Charleston lewat konferensi video. Dalam sidang tersebut, keluarga korban mengatakan bahwa mereka mendoakan jiwa Dylann dan memafkannya.

Persidangan via Konferensi Video [Image Source]
Persidangan via Konferensi Video [Image Source]
Dalam sebuah laporan, ia menyebutkan bahwa tujuannya melakukan penyerangan adalah untuk memulai sebuah perang antar ras. Ia juga menyebutkan bahwa dirinya sempat berpikiran untuk membatalkan rencananya karena anggota gereja tersebut sangat baik padanya. Namun ternyata ia tetap menjalankan rencananya tersebut.

Hingga saat ini, proses persidangan dan investigasi masih berlangsung. Sementara itu, Dylan dikurung di Sheriff Al Cannon Detention Center di North Charleston untuk menunggu hukuman apa yang akan diterimanya.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Yakin deh, 25 Pose Absurd Wisatawan dengan Patung Ini Pasti Bikin Kamu Cekikikan Melihatnya Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo 4 Ciri-Ciri Ini Bisa Jadi Indikasi Kalau Sebuah Warung Pasang Jin Penglaris, Hati-Hati! Inilah Alasan Pakai Rok Saat Bersepeda Motor Sama dengan Bunuh Diri Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Dulu Mewah, Anak Pencipta Lagu Nomor Satu di Indonesia Ini Sekarang Jadi Kuli Bangunan Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia 7 Foto Ini Diambil Hanya Sesaat Sebelum ‘Musibah’ Datang Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak Inilah Fakta Micin, Benda yang Sering Difitnah Masyarakat Kekinian, Beneran Bikin Lemot? Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis
BACA JUGA