in

Berkedok Sumbangan, 4 Pemuka Agama Gadungan Tipu Nenek di Magelang hingga Puluhan Juta

Saat berbagi kepada sesama, para dermwan biasanya merasa senang telah ikut membantu meringankan beban orang lain. Sumbangan berupa uang pembangunan panti yatim piatu, galang dana kemanusiaan, dan lainnya. Lain halnya dengan nenek di Magelang yang justru harus meratapi nasibnya. Bukannya senang, dirinya justru sedih karena telah tertipu janji pemuka agama gadungan.

Entah apa yang ada dalam pikiran nenek usia 78 tahun ini, hingga berani memberikan kartu ATM dan beserta PIN kepada orang yang mengaku pemuka agama. Bagaimana kisah selengkapnya? Dan apa yang membuat nenek tersebut mau menuruti perintah mereka? Simak ulasan berikut.

Mengaku pendeta menggalang dana bangun gereja

MJS (78) adalah seorang nenek yang tinggal di kampung Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. Kala itu, tepatnya pada 1 Juli 2021 di depan kantor pos Jalan A Yani, Magelang Tengah, 4 orang yang mengaku sebagai pendeta melakukan aksi galang dana untuk pembangunan gereja. MJS diminta mentransfer uang dengan iming-iming imbalan. Diduga tertipu, MJS tak segan memberikan kartu ATM dan PIN kepada para pelaku.

Ilustrasi penipuan berkedok agama [sumber gambar]
Selang beberapa waktu setelah transaksi, para pelaku menyerahkan kembali kartu ATM milik korban. Sayangya, kartu ATM tersebut ternyata telah ditukar dengan kartu yang sudah tidak berlaku. Korban akhirnya menyadari dan segera melaporkan kejadian tersebut. Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian senilai Rp38,6 juta.

Pelaku diduga melakukan hipnotis pada korban

Wakapolres Magelang Kota Kompol Supriyadi mengatakan, jika ada dugaan para pelaku melakukan hipnotis sehingga korban dengan mudahnya terperdaya. Para pelaku pun telah ditangkap. Mereka adalah AM (54) asal Sulawesi Selatan, SS (48) asal Jakarta Utara, SD (52) asal Kalimantan Barat, dan II (51) asal Sulawesi Tengah. Keempatnya ditangakap di daerah Cipanas, Kecamatan Terongong Kalur Garut.

Para pelaku penipuan berkedok agama tipu nenek di Magelang [sumber gambar]

Para pelaku telah diamankan di Polres Magelang Kota. Polisi mengumpulkan barang bukti berupa 143 kartu ATM dari berbagai jenis bank dan 4 potong pakaian yang digunakan saat beraksi. Diketahui, rupanya para pelaku kerap kali melakukan aksi penipuan di berbagai daerah. Untuk aksi tersebut, para pelaku dijerat Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman pidana 4 tahun penjara.

Penipuan berkedok agama kerap terjadi

Bukan hanya nenek MJS yang jadi korban penipuan berkedok agama. Salah satunya dialami oleh nenek Suminah (63), yang ditipu oleh seorang habib gadungan. Kejadian tersebut berlangsung di tepi Jalan Sunan Ampel Pasuruhan. Saat itu, pukul 05:00 WIB, Suminah melakukan kegiatan rutin salat Subuh, kemudian berjalan-jalan di sekitar Perumnas Bugul Permai. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti dan bertanya alamat pada Suminah.

Nenek Suminah tertipu oleh orang yang mengaku habib [sumber gambar]
Seorang dengan sorban yang mengaku habib, kemudian keluar dari mobil. Singkat cerita, pria itu menjanjikan Suminah dapat beribadah umroh dan lantas mengajak Suminah berdoa. Di tengah doa, Suminah diminta mencopot perhiasan dan meminta uang di sakunya. Barang itu kemudian dibungkus dalam plastik. Ketika pria itu pergi, Suminah pulang dengan mengamalkan permintaan habib gadungan. Namun, saat plastik dibuka, Suminah hanya menemukan barang rongsokan.

BACA JUGA: Dokter Gadungan Beraksi 15 Tahun Tanpa Ketahuan, Praktik di Kapal dan Kontrak Rp600 Juta

Kejadian penipuan berkedok agama sudah marak terjadi di Indonesia. Oleh karenanya, perlu kewaspadaan tinggi saat menemui orang-orang yang mencurigakan atau menawarkan sesuatu secara tiba-tiba.

Written by Dessy Humairoh

Kembali Terjadi Oknum Polisi Pukuli Warga, Langsung Dinonaktifkan dari Jabatan

Penambangan Masa Depan, 2 Asteroid Baru Dekat Bumi Ini Mengandung Logam Senilai 100 Triliun