Tak bisa dipungkiri jika pembunuhan atau assassination adalah praktik yang mengerikan. Bahkan bisa dibilang tak manusiawi. Namun dalam beberapa kasus, pembunuhan justru bisa membuat perubahan besar. Sebagai contoh, pembunuhan para pemuka dunia atau pimpinan politik. Kadang pembunuhan ini mampu mempercepat laju perkembangan ke arah yang jauh lebih baik. Kadang juga ke arah yang lebih mengerikan.

Baca Juga : 5 Percobaan Pembunuhan Terhadap Hitler Namun Gagal

Kasus-kasus pembunuhan yang akan anda baca berikut ini mungkin terlihat kejam. Tapi percayalah, dibalik itu semua ada sebuah hikmah yang bisa diambil dan dirasakan banyak orang. Berikut kasus pembunuhan kejam yang mampu mengubah sejarah itu!

1. Jean Jaures

Jean Jaures adalah seorang pemimpin besar dari sebuah partai di Prancis. Ia juga merupakan oposisi dari pemerintah yang kerap melakukan protes. Jean adalah orang yang membuat Prancis ikut masuk ke dalam perang dunia ke-I. Sebelum dibunuh, Jean menyatukan dua partai dan membantu sebuah partai sosialis yang sangat anti dengan militer.

Jean Jaures [image source]
Jean Jaures [image source]
Partai ini terus melakukan protes yang mengerikan pada pemerintah. Bahkan berencana melakukan perang. Akhirnya seseorang disuruh membunuh Jean dengan cara yang mengerikan. Tiga hari pasca pembunuhan Jean, pemerintah Prancis mendeklarasikan perang. Semua orang yang menentang dipenjara dan negara bisa kembali berjalan dengan baik. Jika Jean tidak dibunuh mungkin Prancis tak bisa sehebat sekarang.

2. Emperor Haile Selassie

Emperor Haile Selassie adalah seorang pemimpin Ethiopia yang dikenal sangat kejam. Bahkan banyak sekali orang yang ia bunuh dengan sangat kejam. Total ada sekitar 500 ribu orang dibantai saat ia berkuasa. Akhirnya rakyat banyak yang tak menyukainya hingga pembunuhan terjadi. Haile meninggal dunia diduga karena malapraktik. Tapi sesungguhnya ia dibunuh.

Emperor Haile Selassie [image source]
Emperor Haile Selassie [image source]
Setelah ia meninggal dunia, Ethiopia mampu berjalan dengan baik. Bahkan jutaan orang terlepas dari ancaman pembunuhan. Jika sang pemimpin yang kejam tak dibunuh mungkin sampai sekarang Ethiopia akan hidup di bawah kengerian. Seperti Korea Utara yang dipimpin diktatornya Kim Jong-un.

3. Salvador Allende

Salvador Allende adalah salah satu target terbesar dari CIA kala itu. Ia merupakan presiden Chile yang dikenal banyak melakukan kejahatan. Bahkan sebagian besar melanggar HAM yang sangat parah. Akhirnya CIA menangkap, dan memenjarakannya. Banyak orang yang percaya jika di dalam penjara Allende selalu disiksa hingga tak tahan diri.

Salvador Allende [image source]
Salvador Allende [image source]
Allende akhirnya dibunuh untuk menyelesaikan semua masalah. Untuk menutupi pembunuhan ini, pemerintah setempat mengatakan jika pria ini bunuh diri. Kematian Allende yang sangat kontroversial membuat Chile jadi lebih berkembang dengan baik. Bahkan bisa menjadi negara yang relatif maju hari ini.

4. Yitzhak Rabin

Kematian dari Yitzar Rabin membuat sebuah gebrakan besar di Israel. Kasus ini menggemparkan dunia karena Rabin dibunuh dengan tembakan tiga kali ke tubuhnya. Pengawal Rabin sempat membawa presiden ini ke rumah sakit, namun sayang ia tak tertolong lagi.

Yitzhak Rabin [image source]
Yitzhak Rabin [image source]
Saat pembunuhan terjadi, ditemukan sebuah kertas yang berisi syair Shir LaShalom yang merupakan lagu perdamaian di Israel. Setelah Rabin tiada, ketentraman Israel kembali dengan baik. Namun ketentraman negara tetangganya Palestina tak pernah baik. Well, sejarah memang tak sepenuhnya baik. Kadang ada juga yang mengerikan, seperti yang dialami oleh Rabin.

5. Abd Al-Karim Qasim

Pembunuhan Qasim adalah rencana besar CIA pada tahun 50-an. Sebelumnya Qasim melakukan kudeta kepada pemerintahan. Ia akhirnya berhasil menjadi Perdana Menteri dan mengubah semua undang-undang yang ada. Qasim mencegah pengaruh negara barat ke negaranya terutama yang berhubungan dengan perminyakan.

Abd al-Karim Qasim [image source]
Abd al-Karim Qasim [image source]
Apa yang dilakukan oleh Qasim membuat negara barat berang tidak keruan. Akhirnya mereka membantu partai oposisi untuk menjatuhkan Qasim. Akhirnya pria ini mati dengan mengerikan setelah dibunuh Amerika. Buntut dari pembunuhan ini hubungan Amerika dan Irak jadi baik. Nah, salah satu ironi dari kejadian ini adalah pengganti Qasim tak lain dan tak bukan adalah Saddam Hussein. Orang yang lagi-lagi dieksekusi Amerika.

6. Oscar Romero

Pembunuhan Oscar Romero adalah pembunuhan paling mengerikan yang membuat dunia geger. Ia adalah imam tinggi gereja di El Salvador. Kemenangannya menjadi pemimpin tertinggi membuat hak rakyat miskin terpenuhi. Bahkan ia mengkritisi dukungan Amerika ke partai yang tak memihak pada rakyat kecil.

Oscar Arnulfo Romero [image source]
Oscar Arnulfo Romero [image source]
Buntut kritisi dari Oscar, seorang yang tak dikenal membunuhnya. Ia ditembak saat melakukan ceramah. Kematian dari Oscar membuat perang sipil di negara ini pecah. Bahkan tujuh tahun pasca Oscar dibunuh sudah ada 50.000 orang meninggal akibat perang. Jika saja ia tak dibunuh, negara ini akan damai. Dan tak akan ada jutaan orang memilih pindah dan menetap di Amerika.

7. Ngo Dihn Diem

Ngo Dihn Diem adalah presiden di Vietnam Selatan yang saat itu mendapatkan backing Amerika. Ia menang sebanyak 600 ribu suara melawan kandidat lawannya. Sayangnya Diem adalah seorang Katolik yang memimpin di Negara Buddha. Akhirnya Amerika membantunya untuk bertahan meski berakhir dengan pembunuhan Diem saat terjadi kudeta.

Ngo Dihn Diem [image source]
Ngo Dihn Diem [image source]
Dampak kematian Diem, terjadi kekacauan dan perang yang cukup besar. Namun ada dampak baik dari kematian Diem. Vietnam Utara dan Selatan akhirnya mampu menyatu kembali. Jika Diem tak dibunuh mungkin kejadiannya seperti Korea Utara dan Selatan yang tak bisa akur hingga sekarang.

Baca Juga : 5 Tragedi Pembunuhan Bersejarah yang Sulit Dilupakan Hingga Kini

Sejarah memang bisa membuat suatu negara menjadi baik, tapi juga bisa membuatnya jadi semakin kacau. Tapi apa pun itu, yang namanya pembunuhan masihlah kegiatan yang mengerikan. Bahkan tak bisa ditolerir lagi.