Baru-baru ini pencinta sepak bola Indonesia dikejutkan dengan kabar perkelahian Andik Vermansyah di kompetisi Malaysia. Sebagai seorang pemain asing, apa yang dilakukan mantan Persebaya ini adalah sebuah hal yang langka. Pasalnya pesepakbola tanah air yang berkiprah di kompetisi luar negeri lebih terkenal tenang, santun, dan selalu mencoba menghindar dari hal-hal yang merugikan.

Artikel Lainnya
Cerita Robot Gedek, Psikopat yang Sempat Bikin Bocah Enggak Pingin Lahir ke Dunia
Kalah Sengketa dan Jadi Milik Malaysia, Begini Keadaan Pulau Sipadan dan Ligitan Sekarang

Usut punya usut perkelahian Andik sendiri terjadi saat timnya yakni Kedah FA bertemu dengan Kelantan FA. Saat itu dirinya menerima perlakuan yang tidak mengenakan. Dilansir laman Indosport, pemain asal Jember itu diduga menerima sikutan dari lawannya Khairul Asyraf. Hal tersebut menyebabkan bibir pemain mungil ini berdarah. Bahkan dirinya juga harus rela diganjar kartu kuning padahal dirinya menjadi yang dirugikan.

Kisah tidak mengenakan dialami Andik Vermasyah juga sempat terjadi kepada Robby Darwis. Bahkan mantan kapten tersebut harus diskorsing atau larang bertanding selama empat bulan. Dilansir laman Historia, pemain bertahan andalan Timnas itu dituduh menendang kaki wasit padahal ia mencoba melerai pertengkaran anggota timnya. Kisah ini semakin sedih lantaran waktu ia baru saja menjalani pertandingan pertamanya dengan kompetisi Negeri Jiran.

Robby Darwies [Sumber Gambar]
Hal tidak mengenakkan mantan nakhoda Persib Bandung itu membuat kiprahnya tidak berjalan mulus. Dirinya bisa dikatakan tidak banyak merumput bersama klubnya yakni Kelantan FA. Alhasil, kiprahnya di Negeri Jiran hanya berjalan satu musim saja dan memutuskan kembali bermain di kompetisi tanah air. Padahal di tahun 80-90 an Robby Darwis bukanlah pemain bertahan sembarangan, ia adalah pemain yang hebat dan lugas dalam menjaga pertahanan.

Timnas era 1987 [Sumber Gambar]
Selain tuai cerita kelam di kompetisi Malaysia, pria berusia 53 tahun ini saat itu juga gagal memperkuat Timnas di event SEA Games 1989 Kuala Lumpur. Dilansir laman Bolasport, hukuman yang diterimanya dikuatkan oleh FIFA sehingga ia gagal bermain untuk Tim Merah Putih. Kejadian ini juga berdampak pada munculnya isu konspirasi untuk menggagalkan ia memperkuat Timnas.

Gara-gara hal itu juga hubungan federasi sepakbola kedua negara juga bersitegang. Namun di balik itu, cerita Robby Darwis dan Andik Vermasyah ini menjadi bukti apabila berkarier di luar Indonesia tidak selalu mudah. Jadi sangat tak adil apabila kita sebagai insan bola membully mereka yang sekarang berkiprah di kompetisi negara lain.