Pawukon, Kalender Jawa Kuno yang Digunakan Menentukan Hari Baik atau Nahas

Bahkan zodiak dan Shio, tidak bisa seakurat Pawukon

oleh Aini Boom
09:00 AM on Feb 28, 2017

Meski hidup di zaman yang serba modern, masyarakat Indonesia tidak begitu saja meninggalkan tradisi budayanya. Terbukti dalam kehidupan sehari-hari, masih saja ada hal-hal menyangkut tradisi yang dipegang teguh masyarakat. Salah satu contoh tradisi yang akrab kita temui dalam keseharian adalah menentukan hari baik. Masyarakat Indonesia, khususnya Jawa dan Bali, sangat meyakini bahwa peristiwa penting harus dilakukan di hari-hari baik. Konon, hal ini dilakukan agar tidak ada hal buruk menimpa.

Ada banyak peristiwa penting yang harus dicarikan hari baik. Misalnya pernikahan, khitanan anak, membangun rumah, bahkan sampai menanam tumbuhan pun harus menunggu hari baik. Nah, penentuan hari baik ini dilakukan dengan menggunakan kalender yang disebut Pawukon. Pawukon merupakan kalender yang biasa digunakan masyarakat Jawa dan Bali. Seperti apa kalender ini, berikut beberapa faktanya.

Baca Juga
Cerita Bocah SD Tawuran Gara-gara Cinta Segitiga Ini Bikin Netizen Tepok Jidat
Mengenang Perjuangan Desak Putu Kari, Istri I Gusti Ngurah Rai yang Baru Saja Tutup Usia

Pawukon, Kalender Perhitungan Murni

Merupakan kalender tradisional, Pawukon digunakan sejak ribuan lalu oleh masyarakat Indonesia. Dalam kalender ini, tidak ada angka tahun. Yang ada hanya wuku, dimana 1 wuku sama dengan 7 hari.  Hari pertama Sedangkan satu tahun Pawukon memiliki 30 wuku dengan nama berbeda. Siklus awal Pawukon dimulai dengan wuku Sinta dan diakhiri dengan Watugunung, untuk kemudian kembali lagi ke wuku pertama.

Kalender Pawukon [image: source]

Kalender Pawukon sendiri memuat 210 hari dalam setahun. Siklus hariannya disebut saptawara yang dimulai dari hari senin dan diakhiri dengan hari sabtu. Ada juga pancawara atau pasaran, yaitu setiap hari dengan siklus 5 harian. Dan satu lagi siklus paling familiar di masyarakat yaitu selapan (siklus 30 hari), yang artinya pemasangan saptawara dan pasaran. Selain itu masih ada delapan siklus, sehingga total keseluruhan ada 10 siklus.

Kegunaan Kalender Pawukon dalam Kehidupan

Selain berfungsi sebagai penanggalan biasa, Pawukon diyakini sebagai penentu ramalan yang hampir selalu tepat. Karenanya, kalender ini digunakan sebagai pedoman untuk menentukan hari baik, hari buruk, bahkan memprediksi kecocokan sepasang kekasih.

Ilustrasi hari baik pernikahan [image: source]

Tidak hanya itu, rincian karakter seseorang juga dapat dijabarkan hanya dengan mengetahui hari lahirnya. Ya, hanya dari hari lahir, sudah bisa diketahui bagaimana sifat dan watak seseorang.

Kelebihan Pawukon sebagai Media Ramal

Meski eksistensi Pawukon tidak sepopuler zodiak (astrologi Barat) atau shio (astrologi Tionghoa), namun informasi dan perhitungan yang diberikan tidak kalah tepat dari keduanya. Terlebih Pawukon tidak hanya bisa memberi gambaran karakter, watak, maupun kondisi fisik seseorang seperti zodiak.

Ilustrasi media ramal [image: source]

Kalender ini bisa menentukan proyeksi nasib seseorang di masa yang akan datang, dan juga memberikan pantangan yang harus dihindari untuk mencegah kesialan.

Pawukon dan Kisah Kerajaan Kuno

Dikisahkan dalam Serat Pustaka Raja Purwa, Pawukon dikaitkan dengan kehidupan keluarga Kerajaan Giliwengsi dalam wayang purwa. Menurut karya Raden Ngabehi Ranggawarsita, nama-nama Wuku terakhir diambil dari nama Raja Giliwengsi, yaitu Prabu Watugunung.

Ilustrasi Wayang Purwa inspirasi Pawukon [image: source]

Sedangkan wuku awal adalah nama istri pertama sang prabu yaitu Sinta, dilanjutkan dengan istri keduanya Landep. Dan nama wuku selanjutnya adalah nama anak-anak sang prabu.

Nasib Kalender Pawukon Saat Ini

Sampai saat ini, eksistensi kalender Pawukon masih ada. Sayangnya, tidak semua orang tahu bagaimana rumusan untuk mencari hari baik dengan kalender ini. Memang, butuh keahlian tersendiri untuk bisa memakai kalender ini.

Kalender Pawukon [image: source]

Kebanyakan orang-orang hanya meminta sesepuh desa atau orang Jawa kuno untuk mencari hari baik, tanpa tahu kalau yang dipakai adalah kalender Pawukon. Sedangkan di Bali, kalender ini lebih sering digunakan untuk menentukan hari-hari besar keagamaan.

Pawukon adalah salah satu contoh budaya asli peninggalan nusantara yang mulai punah. Terlepas dari pro kontra yang mengiringi eksistensinya, tentu sebagai orang yang lahir di tanah air setidaknya mengetahui tentang budaya bangsa sendiri.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget 4 Ciri-Ciri Ini Bisa Jadi Indikasi Kalau Sebuah Warung Pasang Jin Penglaris, Hati-Hati! 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Yakin deh, 25 Pose Absurd Wisatawan dengan Patung Ini Pasti Bikin Kamu Cekikikan Melihatnya Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo Dulu Mewah, Anak Pencipta Lagu Nomor Satu di Indonesia Ini Sekarang Jadi Kuli Bangunan Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Inilah Alasan Pakai Rok Saat Bersepeda Motor Sama dengan Bunuh Diri Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia Inilah 6 Artis Indonesia yang Bikin ‘Superstar’ Luar Negeri Tergila-gila, Ada yang Sampai Baper Loh 7 Foto Ini Diambil Hanya Sesaat Sebelum ‘Musibah’ Datang Inilah Fakta Micin, Benda yang Sering Difitnah Masyarakat Kekinian, Beneran Bikin Lemot?
BACA JUGA