Memulai awal tahun 2018, Indonesia sudah diguncang banyak tragedi terorisme, mulai dari penyanderaan di Mako Brimob, ledakan di tiga gereja Surabaya, ledakan lanjutan di Sidoarjo, serta banyak kejadian kecil yang melibatkan nama teroris. Dalam hal ini yang paling berwenang menjaga keamanan negara tentunya para polisi.

Selain itu, dalam hal menumpas terorisme, Indonesia sendiri punya Densus 88 yang ada di garis depan untuk menghadapi serangan. Belakangan ini, Koopssusgab (yang merupakan gabungan dari 3 tentara elite RI) dihidupkan kembali. Mereka akan turun tangan saat situasi sudah sangat sulit dan tak terbendung. Nah, jika tadi ada dari Indonesia, akan tambah mantap jika mengetahui beberapa pasukan elite anti-teror dunia yang sudah mendapat predikat jempolan hingga bisa membuat para teroris kejang-kejang.

GSG 9 (Beret Tembok), Jerman

GSG 9 (Grenzschutzgruppe 9 der Bundespolizei) atau dikenal juga dengan KSK 7 adalah pasukan elite Jerman yang dikerahkan khusus untuk menumpas terorisme. Reputasi mereka sudah terkenal sangat baik di dunia. Pasukan ini terbentuk pertama kali psca kejadian penyanderaan dan pembunuhan 11 tentara Israel di Munich atau terkenal dengan tragedi Black September.

GSG 9 (Beret Tembok), Jerman [Sumber gambar]
Gaung GSG 9 akan membuat para teroris merasa kecil dan takut. Setelahnya, banyak sekali negara yang membentuk unit anti-teroris dengan model GSG 9 ini, termasuk Kopassus Sat-81 Gultor Indonesia yang mendapat bimbingan GSG 9. Keahlian mereka dalam menembak dan menggunakan handgun/pistol sudah tak bisa diragukan lagi.

Seal Team Six (US Navy Seal)

Pada 2 Mei 2011, Ketua jaringan teroris Alqaeda dibekuk dan terbunuh di kediamannya di di Abottabad, Pakistan. Dikutip dari warhistoryonline.com, pasukan yang sukses dalam penyergapan ini adalah US Navy Seal yang bergerak cepat dalam misi rahasia. Walaupun bernama ‘team six’, mereka sebenarnya tidak terdiri dari 6 orang. Setidaknya ada 300 pasukan yang disebut sebagai ‘operator’ dengan dukungan 1.500 anggota lainnya.

Seal Team Six (US Navy Seal) [Sumber gambar]
Kelompok awalnya terdiri dari 90 pasukan dan dibentuk pada 1980 di tengah kegagalan krisis sandera seperti dilansir dari Liputan6.com. US Navy Seal punya skill bertahan hidup yang luar biasa, karena dalam misi tersebut mereka berhasil melenyapkan instalasi jaringan perang bawah air tanpa diketahui sensor. Mereka juga hidup di rawa-rawa tanpa takut akan makhluk buas di dalamnya.

SAS British Special Forces, Inggris

SAS (Special Air Service) adalah tim elite milik Inggris yang semua anggotanya berasal dari Angkatan Darat Inggris. Sebenarnya, jika dibanding dengan pasukan lain, tak ada yang begitu istimewa dari SAS ini, hanya ada beberapa faktor yang membuat mereka mendapat predikat jempolan dalam menyelesaikan setiap misinya. Dalam tragedi teroris Kolombia, tak ada satupun nyawa melayang dalam aksi tersebut.

SAS British Special Forces, Inggris [Sumber gambar]
SAS ini juga berkewajiban menjaga keselamatan raja dan ratu Inggris. Keahlian dalam menggunakan pisau dan shotgun, plus memanjatgedung-gedung sudah tak diragukan lagi. SAS menjadi inspirasi dalam terbentuknya pasukan elite Indonesia  Team Den Bravo Paskhas TNI-AU.

GIGN (Special Forces of SWAT), Perancis

GIGN (Groupe d’Intervention de la Gendarmerie Nationale) adalah pasukan khusus yang lebih dikenal dengan SWAT. Anggotanya adalah para polisi tulen (bukan TNI, AD, AL, atau AU) yang memiliki tingkat kecerdasan, ketangkasan, dan team elite satuan polisi dunia yang siap membasmi segala macam bentuk kejahatan.

GIGN (Special Forces of SWAT), Perancis [Sumber gambar]
Kiprah top mereka dalam mengejar para penjahat, pelaku penyanderaan, bandar narkoba, hingga para teroris ulung sudah dibuktikan dalam berbagai game dan film. Ada yang unik dalam setiap aksi penyergapan, mereka tidak menggunakan alat komunikasi, melainkan hand signal (isyarat tangan). Oleh karenanya, setiap misi selalu dilakukan bersama.

Joint Task Force 2 (JTF2), Kanada

Sama seperti pasukan-pasukan sebelumnya, JTF 2 juga mendapat pujian sebagai pasukan penumpas teroris terbaik yang dimiliki oleh Kanada. Mereka terdiri dari pasukan elite gabungan yang dijadikan satu kelompok, yaitu Canadian Special Operations Regiment (CSOR), 427 SOAS, serta Canadian Joint Incident Response Unit (CJIRU).

Joint Task Force 2 (JTF2), Kanada [Sumber gambar]
Dalam melaksanakan misnya, mereka sering disebut sebagai ‘tentara tak berwajah’ karena tak ada yang tau dengan tujuan dan keberadaan mereka. Semua misi juga dilakukan dengan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi, jadi apapun yang terjadi nama JTF 2 tak akan dibawa serta.

Selain nama-nama pasukan di atas, sebenarnya masih ada banyak sekali yang kinerjanya bagus hingga dikenal dunia. Bahkan, kadang mereka diabadikan dalam film dan games. Namun, lagi-lagi tugas menjaga keamanan negara tak hanya diembankan kepada mereka yang TNI, polisi, serta pasukan khusus saja, tetapi kepada kita semua.