Pasar Jodoh Tiongkok, Cara Pamungkas Orang Tua Berburu Mantu

oleh Arief Hakim
20:15 PM on Feb 6, 2017

Bukan cuma jumlah pengangguran yang tinggi di muka bumi ini. Jumlah bujangan dan gadis yang belum punya pasangan sudah semakin mengkhawatirkan perkembangannya. Oleh karena itu ada sebuah inisiatif seperti kontak jodoh, bahkan pasar jodoh.

Di People’s Park, Shanghai, Tiongkok juga ada tempat seperti ini. Namanya Marriage Market. Pasar yang terletak di taman tersebut menjadi booming setelah Jeffrey Donenfeld, pria petualang asal New York, mendokumentasikan suasana yang terjadi di sana dan mengunggahnya ke YouTube. Di sini mencari pasangan sudah seperti melamar pekerjaan. Seru-seru ngenes sih, tapi kira-kira bagaimana ya suasana sebenarnya di sana?

Baca Juga
6 Bencana Terbesar di Indonesia Ini Menjadi Penanda Pergantian Tahun yang Kelam
Dulu Dikenal Gembong Teroris Sadis, Begini Nasib Umar Patek Sekarang Yang Cinta NKRI

‘Penjualnya’ Para Orang Tua, Bukan si Jomblo

Orang tua para jomblo [Image Source]
Di Marriage Market, si jomblo atau jomblowati tidak akan terlihat. Bukan karena mereka malu menampakkan diri kalau mereka masih jomblo, tapi karena yang ‘menjajakan’ mereka adalah orang tuanya. Orang tua si jomblo ini gregetan kalau anaknya tak kunjung mendapatkan jodoh sebab terlalu sibuk dengan pekerjaan. Kegiatan yang dilakukan para orang tua tersebut memang jadi ajang yang sempurna untuk bertukar informasi. Mereka saling mencari menantu idaman mereka masing-masing. Karena itulah, yang akan kita temukan di pasar yang hanya terjadi pada hari Sabtu dan Minggu ini mayoritas orang tua, bukan para jomblonya.

Penawarannya Hanya Berupa Data Diri

Data diri para jomblo [Image Source]
Para orang tua yang memiliki anak jomblo akan meletakkan data diri anaknya, seperti CV untuk melamar pekerjaan. Dalam lembaran biodata tersebut, tertulis info yang sangat lengkap, mulai pekerjaan, gaji perbulan, keahlian, hingga hal-hal kecil seperti berat badan dan tinggi badan. Kadang juga dilengkapi dengan foto si jomblo, yang digunakan untuk memancing ‘pembeli’ agar lebih tertarik. Lembaran tersebut kemudian diletakkan di sepanjang taman, entah itu digantung, ditempel di dinding, atau diletakkan di pinggir jalan. Karena itulah, bukannya dihiasi bunga-bunga yang indah, taman tersebut justru penuh dengan lembaran-lembaran penawaran.

Karena Kaum Wanita Tiga Kali Lipat Lebih Banyak

Wanita leboh banyak dari pada pria [Image Source]
Salah satu faktor yang memicu adanya pasar jodoh di Tiongkok adalah fakta bahwa kaum Hawa tiga kali lebih banyak daripada kaum Adam. Hal ini memicu kekhawatiran bagi para orang tua kalau anaknya tidak akan kebagian jodoh. Karena kekhawatiran tersebut, para orang tua mencoba mencari cara agar anaknya bisa mendapatkan jodoh. Dan lahirlah Marriage Market.

Meskipun Begitu, Keberhasilnnya Sangat Kecil

Jarang ada yang berhasil [Image Source]
Ternyata, meskipun adanya fasilitas pasar jodoh, orang tua tidak serta merta bisa menemukan menantu. Fakta menunjukkan kalau keberhasilan pasar jodoh dalam mempertemukan dua insan menjadi keluarga sangat kecil. Banyak orang tua yang telah menghabiskan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun untuk menemukan menantu idaman di pasar jodoh, namun hal itu tak kunjung mereka dapatkan. Mungkin orang Tiongkok harus bercermin ke budaya Indonesia, yakni datang langsung ke rumah yang akan dilamar, bukan ke pasar jodoh.

Perjodohan Bukan Fenomena Baru

Pasar jodoh [Image Source]
Kisah pacar bayaran hingga pasar seperti ini bukanlah hal baru. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, perjodohan di Tiongkok terjadi karena membeludaknya kaum wanita, serta anak yang terlalu sibuk bekerja sehingga tidak aktif mencari pasangan hidup. Karena itulah banyak muda-mudi di sana menyerahkan usuran jodoh kepada orang tuanya. Hal ini mungkin berbanding terbalik dengan Indonesia. Para jomblo sibuk mencari pasangan hidup dan nyaris tidak mau kalau dijodohkan.

Belum ketemu jodoh sebenarnya hanya masalah waktu. Bila belum dapat pasangan, mungkin saja Tuhan mencukupkan kita di hal yang lain. Tapi jangan terlalu lama sendiri, karena lebih baik ketika ada yang menemani.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia 10 Postingan Nyeleneh Pengguna Medsos Pamer Kemesraan, Berasa Pingin Nampol Lihatnya Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis Belum 30 Tahun, 5 Cewek Cantik Zaman Now Ini Sudah Bergelimang Harta, Hampir Saingi Syahrini! Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an 14 Tahun Berlalu, Begini Kabar Pemain Sinetron “Di Sini Ada Setan” yang Dulu Bikin Kamu Bergidik Ngeri 4 Barang Ini di Indonesia Harganya Luar Biasa, Tapi di Afrika Orang Miskin pun Wajib Punya Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo
BACA JUGA