Arab Saudi dikenal luas sebagai negara petrodollar yang bergelimang harta karena minyaknya. Selain itu, negeri padang pasir ini juga sangat ketat dalam urusan peraturan dalam negerinya. Salah satu contoh adalah menggunakan undang-undang berdasarkan hukum agama dalam setiap aspek kehidupannya.

Namun, ketatnya segala aturan tersebut mulai surut seiring hadirnya putera mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Tak hanya banyak mengubah tradisi lama yang selama ini jadi pedoman negara, ia juga dikenal sebagai sosok penting yang bakal menyulap wajah Arab Saudi menjadi lebih modern dan terbuka pada dunia. Sejumlah keputusannya pun bahkan menuai kontroversial di mata internasional. Seperti apa sosok muda nan ambisius ini? Simak ulasan berikut.

Sosok ambisius yang menjadi calon pengganti Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud

Sosok muda yang akan gantikan Raja Arab Saudi [sumber gambar]
Mohammed bin Salman adalah anak Raja Arab Saudi dari isteri ketiganya. Pria yang saat ini berusia 31 tahun itu, merupakan sosok yang cerdas namun minim pengalaman. Ia baru dipromosikan menjadi wakil putera mahkota pada 2015 silam. Selain mengenyam pendidikan ala barat, Mohammed bin Salman juga dikenal sangat dekat dan populer di antara anak-anak muda Arab Saudi. Pada 2015 pula, ia resmi diangkat menjadi menteri pertahanan yang kini juga menjabat sebagai ketua dewan ekonomi dan pembangunan. Ajib nih Saboom. Masih muda tapi jabatannya segudang, ckckckck.

Visi 2030 yang bakal sulap wajah Arab Saudi bak Hollywood kecil

Bakal bangun Disneyland ala Arab Saudi [sumber gambar]
Selama ini, Arab Saudi banyak bergantung pada limpahan minyaknya yang menjadi sumber devisa bagi negara. Namun tampaknya hal tersebut bakal berubah, seiring kebijakan visi 2030 yang dirancang oleh Mohammed bin Salman. Contohnya adalah membangun industri hiburan dan pariwisata sebagai sumber pendapatan baru. Untuk itu, pemerintah setempat memulai proyek seluas 334 km per segi di Qiddiya, yang bakal disulap menjadi Disneyland ala Arab Saudi. Fasilitas ini nantinya akan dilengkapi dengan hiburan kelas atas, taman safari, dan olahraga otomotif untuk menarik minat wisatawan berkunjung.

Mengubah negara menjadi lebih terbuka

Arab Saudi bakal lebih terbuka [sumber gambar]
Tak hanya sekedar konsep belaka, visi 2030-nya ternyata sudah berjalan pelan-pelan. Arab Saudi yang selama ini ketat terhadap undang-undang dan perempuan, perlahan mulai melunak dan membuka diri. Seperti kaum perempuan diizinkan mengemudi, menempati posisi di pemerintahan, menonton pertandingan di stadion, berkunjung ke gym, dan menonton bioskop. Kalau di Indonesia sih udah biasa ya Saboom.

Terlibat konflik antar negara dan pembelian alat militer bernilai triliunan dollar

Beli senjata Amerika dengan nilai triliunan [sumber gambar]
Jabatan menteri pertahan yang dipegang oleh Mohammed bin Salman, sedikit banyak mempengaruhi dirinya atas keterlibatan Arab Saudi pada konflik militer dengan Yaman. Mungkin karena usianya yang masih muda dan kurang berpengalaman, Arab Saudi harus menggeluarkan banyak dana untuk membiayai perang yang justru menguras kas negara. Selain itu, Mohammed bin Salman juga telah sepakat menandatangani perjanjian pembelian senjata pada Amerika Serikat senilai $ 54 miliar atau setara Rp 742 Triliun. Ngeri juga ya. Bakal ada perang besar nih Saboom.

Membawa Arab Saudi lebih dekat menjalin hubungan dengan Amerika Serikat

Malah akrab sama mamarika nih Saboom! [sumber gambar]
Pangeran Mohammed bin Salman yang pernah mengenyam pendidikan barat, bakal membawa Arab Saudi menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Amerika Serikat. Terlebih, ia telah resmi membeli sejumlah mesin perang dari negeri Paman Sam senilai triliunan rupiah. Alhasil, peristiwa ini membuat Arab Saudi dituding mempunyai hubungan spesial dengan rezim Donald Trump. Mengingat, Amerika Serikat merupakan negara yang dikenal sering membuat kekacauan terhadap dunia islam di timur tengah.

Selain terkenal karena kejeniusan dan ambisinya yang tinggi, Mohammed bin Salman juga bakal menjadi orang pertama dalam sejarah yang bakal mengubah total wajah Arab Saudi dengan visi 2030-nya. Mudah-mudahan perubahan tersebut lebih menguntungkan Arab Saudi dan kaum muslim dunia ke depannya. Gimana menurutmu Saboom?