Sudah menjadi rahasia umum, kalau Pemilu Serentak tahun 2019 ini diikuti dari beragam kalangan. Mulai dari pesohor dunia entertainment, para politikus muda, hingga para ‘pekerja biasa’. Khusus untuk hal terakhir tersebut, tentunya caleg-caleg berlatar belakang tersebut sangatlah menarik. Pasalnya, mereka berani bersaing dengan sosok-sosok terkenal yang mana mempunyai peluang tinggi untuk terpilih.

Namun, meski tidak diunggulkan dalam Pesta Demokrasi tahun ini. Beberapa orang dengan pekerjaan biasa seperti tukang galon, sopir angkot, kuli, sampai satpam secara mengejutkan mendapatkan suara banyak. Alhasil, menjadi kanidat untuk mengisi kursi legislatif pasca Pemilu tahun ini. Lalu, seperti apakah kisahnya hebat mereka? Simak ulasan berikut untuk mengetahuinya.

Modal bersilaturahmi, tukang galon Sulteng jadi kanidat kuat Anggota DPRD

Tidak menyangka, menjadi salah satu kata yang kerap terucap dari sosok Agung Darma, ketika melihat hasil di Pemilu 2019 ini. Hal ini lantaran, pria 28 berprofesi sebagai penjual galon tersebut, secara mengejutkan mampu menjadi salah satu caleg Partai Demokrat yang mendapatkan satu kursi wakil rakyat untuk DPRD Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara.

Agung Darma tukang galon jadi anggota dewan [Sumber Gambar]
Capaian tersebut bisa dikatakan sangatlah hebat. Sebab, dalam perjalanannya melenggang menjadi anggota dewan, Agung hanya memanfaatkan jaringan galon yang dia punya untuk bersosialisasi. Dirinya mengaku, jika saat kampaye tidak memakai uang dan keinginannya menjadi anggota dewan berawal dari coba-coba atau adu nasib saja.

Antonius Yogo mantan satpam yang berpulang tembus kursi DPRD

Sama dengan Agung tadi, Antonius Yogo Prabowo juga menjadi sosok ‘pekerja biasa’ yang sangat berpeluang mendapatkan satu kursi di DPRD Kabupaten. Dirinya yang bertanding di Pemilu 2019 ini lewat dapil Kecamatan Jebres, Solo, diprediksi memperoleh 4 persen suara atau sekitar 3 ribuan. Yogo mengaku keberhasilannya tersebut tidaklah memperluhkan dana yang besar.

Antonius Yogo Prabowo [Sumber Gambar]
Menurut penuturannya yang dikutip dari Detik.com mantan satpam dan clening service ini hanya menghabiskan uang sebesar 12 Juta. Modal minim tersebut, ditutupinya dengan strategi kampaye yang anti mainstream, yaitu dengan melakukan pendekatan kepada beberapa perkumpulan pemuda. Seperti salah satunya bersosialisasi dengan komunitas gim mobile legend atau kelompok olahraga.

Kuli buah salak Banjarnegara aman kursi Anggota Dewan

Masih tentang ‘pekerja biasa’ yang mampu mendapatkan satu tempat menjadi anggota dewan. Kuli buah salak asal Banjarnegara yakni Wachyu Hidayat, juga menjadi salah satu caleg yang dipastikan lolos di Pemilu 2019 ini. Pria yang maju di hajatan politik tahun ini lewat Partai PDI-P tersebut sukses memperoleh lebih dari 2000 suara. Meski bakal mendapatkan tugas baru di pemerintahan kabupaten, namun Hidayat mengaku kalau akan tetap di pekerjaan lamanya.

Wachyu Hidayat pengusaha salak jadi anggota dewan [Sumber Gambar]
Tuturnya yang dikutip dari laman Kompas.com, dirinya mengaku kalau akan mendampingi para kelompok petani salak agar kualitasnya sesuai standar. Di balik capaian bagusnya di Pemilu 2019 ini, Hidayat berujar kalau strategi kampayenya adalah mengandalkan iuaran dan bantuan para teman (relawan) untuk berkiprah di ajang tersebut.

Sopir angkot kunci satu tempat sebagai anggota DPRD Kabupaten

Selain sosok-sosok tadi, salah satu Caleg dari Partai Nasional Demokrasi yang kini lolos menjadi anggota DPRD Kabupaten Buton Tengah juga berasal dari ‘pekerja biasa’. Pria diketahui bernama La Ode Alim itu, dalam kesehariannya berprofesi sebagai sopir angkot. Selain mampu menang dalam Pemilu 2019, dirinya juga mampu mengungguli beberapa caleg dari tokoh masyarakat, pengusaha besar, dan pengurus partai.

La Ode Alim sopir angkot lolos Pemilu 2019 [Sumber Gambar]
Dilansir Boombastis dari laman Liputan 6.com, La Ode Alim membuat kejutan dengan mampu menang lewat 420 suara di wilayahnya. Dirinya mengaku hasil bagus tersebut diperoleh, hanya bermodalkan sosialisasi sejak tahun 2018 dan berkampaye di angkot. Yaa, namanya sudah rejeki, dengan biaya berapapun, kalau sudah ditakdirkan menjadi anggota dewan pasti akan kesampaian.

BACA JUGA:

Hadirnya berapa kalangan mengisi menjadi wakil rakyat ini adalah salah hal positif dari adanya sistem demokrasi di negeri ini. Semoga ke depan, sosok tadi mampu mengemban amanat dari rakyat dengan baik. Syukur-syukur mampu mengeluarkan terobosan terbaru, untuk menjadikan Indonesia jauh lebih baik lagi.