Ada banyak alasan mengapa naik transportasi udara alias pesawat lebih dipilih sebagian orang dibanding bus atau kapal laut. Apalagi untuk mudik di tengah kemacetan dan padatnya jalanan pesawat sangat bisa menyelamatkan.

Nah, dengan semakin bersaingnya bisnis, memberi diskon besar-besaran, serta harga tiket yang miring membuat beberapa perusahaan penerbangan harus gulung tikar. Di antara perusahaan penerbangan yang sudah tak lagi beroperasi ini mungkin kamu pernah naik salah satunya Sahabat Boombastis.

Merpati Nusantara Airliness

Merpati termasuk salah satu maskapai yang pernah menghiasi langit Indonesia dan sudah berdiri sejak tahun 1962. Perusahaan penerbangan ini berkantor pusat di Jakarta, melayani transportasi domestik dan Internasional, serta menjadi angkutan bagi masyarakat yang tempat tinggalnya terpencil.

Merpati Airliness [Sumber gambar]
Meskipun sempat diambil alih oleh Garuda Indonesia pada tahun 1978, maskapai ini tetap bisa beroperasi di bawah nama sendiri. Layanan yang baik dan on time bahkan lebih unggul dari Air Asia loh. Sayangnya, karena masalah management, turunnya minat penumpang, serta adanya praktek KKN membuat Merpati Airliness akhirnya ambruk dan bangkrut. Adakah teman-teman yang dulu pernah terbang bersama Merpati?

Batavia Airliness

Batavia Air ini dulunya bernama Metro Batavia dan sudah beroperasi sebagai biro perjalanan keluarga sejak 1973. Pada Januari 2002, ia baru mengantongi Air Operator Certification (AOC). Meski tak naik daun, nama Batavia dikenal memiliki reputasi cukup baik dan menjadi alternative mereka yang tak mampu membeli tiket mahal yang harganya selangit.

Batavia Airliness [Sumber gambar]
Batavia juga melayani penerbangan domestik dan Internasional. Bahkan sejak tahun 2010, ia sudah masuk dalam daftar satu di antara empat maskapai yang boleh terbang ke Uni Eropa. Selama 10 tahun beroperasi pun ia masuk dalam list Zero Accident, tak satupun ia merenggut nyawa penumpang. Sayang, persaingan ketat tetap memukul mundur Batavia yang hilang namanya karena pailit.

Adam Air

Setiap mendengar nama Adam Air, yang tersisa di ingatan hanyalah peristiwa pedih yang menjadi tragedi transportasi udara terbesar di Indonesia. Namun, sebelumnya Sahabat Boombastis harus tau bahwa maskapai ini pernah eksis dan menjadi pilihan karena harganya yang murah meriah. Tak jauh beda dari dua maskapai sebelumnya, perusahaan ini melayani penerbangan dalam dan luar negeri.

Adam Air [Sumber gambar]
Awal tahun 2007 menjadi hari yang akan selalu diingat masyarakat. Pesawat dari Surabaya dengan tujuan Manado mengalami kecelakaan yang menyebabkan 102 orang awak dan penumpang tewas di perairan Majene. Sayang, pada Maret 2008 izin beroperasinya dicabut karena serangkaian kelalaian serta urusan bisnis yang membuatnya tak mampu bertahan.

Bouraq Airliness

Kalau pernah mendengar kendaraan Nabi Muhammad ketika Isra’ dan Mi’raj, maka dialah Bouraq (yang bisa terbang secepat kilat). Karena faktor di atas, Bouraq Airliness terinspirasi dan menjadikannya nama sebuah maskapai. Sejak keberadaannya pada tahun 1970, maskapai ini punya nama yang cukup bagus di hati masyarakat dan memegang predikat sebagai on time performance terbaik.

Bouraq Airliness [Sumber gambar]
Ya, nasib berkata lain, walaupun pernah menyandang predikat terbaik tetap jatuh juga pada akhirnya. Krisis ekonomi yang melanda pada tahun 2005, munculnya maskapai baru yang lebih ekonomis membuat Bouraq Airliness ambruk setelah 35 tahun berkecimpung di industri penerbangan, dan tak bangkit lagi hingga sekarang.

Sempati Air

Ini dia, maskapai yang unik dan punya cara berbeda dalam melayani para penumpangnya. Sempati Air ini adalah angkutan sewaan untuk pekerja Migas ini menjadi maskapai penerbangan kelas atas. Pengelolanya tak lain adalah keluarga cendana yang dipegang oleh Tommy Soeharto.

Sempati Air [Sumber gambar]
Dalam pelayanan, Sempati memiliki In-Flight Entertaiment (IFE) yang menyajikan hiburan untuk penumpang selama penerbangan. Pemberian kuis serta hadiah kepada penumpang juga kerap dilakukan agar mampubertahan terus mengangkasa. Tapi, lagi-lagi si burung besi harus beristirahat selamanya karena krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1998.

Nah, itulah beberapa maskapai yangpernah mengudara di langit nusantara namun sekarang hanya tinggal nama. Dari segi pelayanan, mungkin mereka masuk ke dalam kategori yang bagus, hanya saja banyaknya masalah dan takmampu bersaing membuat perusahaan pailit alias gulung tikar.