Fasilitas umum seperti jalan dan penunjangnya, menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa ditunda oleh sebuah komunitas masyarakat. Namun, apa jadinya jika sarana tersebut tak tersedia untuk diakses khalayak ramai, sementara pemerintah gagal membangun infrastruktur yang dibutuhkan? Hal inilah yang kemudian melecut semangat sosok pria asal Kenya, Afrika yang bernama Nicholas Muchami untuk bergerak.

Semangat dan inisiatif Muchami memang patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, hanya dengan berbekal tekad bulat dan peralatan seperti cangkul, sekop dan kapak, dirinya mulai bekerja seorang dari menggali tanah untuk dijadikan sebagai jalanan umum. Dilansir dari bbc.com, ia memulainya dengan cara menggali semak-semak lebat yang ada di sekitarnya.

Dengan alat-alat miliknya, Muchami bergerak tanpa lelah untuk terus menerus menggali hingga apa yang diharapkannya, yakni sebuah jalan yang bisa diakses masyarakat bisa tercapai. Sejauh ini, ia telah membersihkan 1,5 km (1 mil) dalam enam hari kerja. Meski terkesan berat, Muchami mengaku memiliki cara singkat untuk menyelesaikan pekerjaannya tersebut.

“Saya memiliki banyak energi dalam diri saya. Saya memutuskan untuk menjadi sukarelawan,” katanya yang dikutip dari BBC. Bekerja seorang diri tanpa bantuan siapapun, Muchami menggali tanah mulai pukul 07:00 hingga 17:00 waktu setempat. Saking semangatnya, ia bahkan ingin menyelesaikan jalan yang digalinya itu sebelum hujan turun.Hebatnya, ia melakukan semua itu secara sukarela alias tanpa dibayar sepeser pun.

Bekerja keras seorang diri secara sukarela dan tanpa imbalan [sumber gambar]
Kegigihan Muchami menggali tanah untuk jalanan umum seorang diri bukannya tanpa sebab. Dikutip dari BBC, ia ingin agar warga desa Kaganda di Murang, Kenya yang tinggal di sekitarnya, bisa memiliki sebuah jalan yang bisa diakses secara layak dan memudahkan transportasi. Selama bekerja, Muchami sukses membangun sebuah jalan bertanah yang bisa dilalui setidaknya oleh sebuah mobil. Tanah yang digalinya pun, memang telah dialokasikan secara resmi untuk kebutuhan bersama.

Tak hanya soal kebutuhan masyarakat, kenekatan Muchami membangun jalan seorang diri itu juga dilatarbelakangi ketidakmampuan para wakil rakyat yang mendengarkan jeritan hati rakyatnya. Kisah yang pertama kali muncul pada akun Facebook Kinyungu Micheke ini, memuji memuji kegigihan Muchami setelah keinginannya memperoleh bantuan berupa pembangunan infrastruktur jalan, tak dihiraukan pemerintah setempat.

Jalan yang berhasi dibangun oleh Nicholas Muchami [sumber gambar]
Hal inilah yang kemudian membuat Muchami turun tangan untuk ‘menyelesaikan’ apa yang diinginkan oleh rakyat kecil seperti dirinya. Ironisnya, sebagian masyarakat sekitar meragukan apakah Muchami mau mengambil pekerjaan yang bisa dibilang “sukarela” itu. Pria berusia 49 tahun itu, biasanya mencari nafkah dengan melakukan pekerjaan sampingan di siang hari dan sebagai penjaga di malamnya.

Banyak yang bertanya pada dirinya, apakah ia dibayar untuk pekerjaan tersebut? Dicecar pertanyaan semacam itu, jawaban Muchami sungguh di luar dugaan. Seperti yang dituliskan oleh BBC, Dia berencana untuk terus menggali bagian yang tersisa, meskipun penduduk desa lain telah menolak untuk membantunya karena tidak ada yang mau bekerja tanpa bayaran. Sungguh, sosok Muchami adalah pahlawan yang sesungguhnya bagi masyarakat sekitar.

Sosok Nicholas Muchami adalah pahlawan sesungguhnya [sumber gambar]
BACA JUGA: Kisah Pria Muslim Afrika yang Hijaukan Gurun di Wilayah Sahel Seorang Diri

Dari hasil kerja kerasnya, penduduk setempat, termasuk murid yang belajar di sekolah dasar dan menengah terdekat, telah menggunakan bagian yang telah dia bersihkan. Meskipun masih ada setengah kilometer dari jalan masih harus diselesaikan olehnya. Sosok seperti Muchami juga banyak terdapat di Indonesia, di mana kebutuhan rakyat di daerah-daerah pelosok akan fasilitas sarana dan prasarana umum kerap terabaikan. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?