Tangis artis Nia Ramadhani baru-baru ini pecah di dalam mobil dalam sebuah rekaman. Pasalnya, ia dibully netizen setelah dianggap gagal dan kacau ketika menjadi presenter di perhelatan Tik Tok Award. Dalam kesedihan dan sesenggukan, Nia mengungkapkan bahwa dirinya kesulitan mengikuti prosedur MC di acara tersebut sebab keterbatasan penglihatan.

Menjadi Master of Ceremony (MC), host, pembawa acara, atau apalah kita menyebutnya, sebenarnya memang bukan pekerjaan mudah. Tidak hanya buka mulut lantas cuap-cuap. Sekelas Irfan Hakim dan Ruben Onsu yang dipercaya jadi Raja MC ratusan program televisi sepanjang kariernya, juga tidak luput dari kritik netizen ketika salah ngomong sedikit saja. Padahal lidah dan bahasa mereka sudah sangat lentur malang melintang di jagad perhelatan.

Tak hanya presenter program TV di layar kaca, atau MC untuk acara on air/off air. Bahkan masyarakat non artis yang menjalani profesi ini tahu betul, kesulitan-kesulitan yang bisa bikin keki atau merasa terperosok jurang kegagalan. Di antaranya berikut ini:

Semua MC pernah super grogi

Nia Ramadhani barangkali sedang apes banget. Citra kaya raya, sering diekspose tidak bisa melakukan hal yang remeh temeh, dianggap sombong dengan gaya hidup dan pergaulannya yang jetset, kok pas sekali dikaitkan dengan momen blundernya menjadi MC. Apalagi saat ngehost, saking bingungnya, Nia Ramadhani sempat ngedumel sendiri atau pada Raffi Ahmad. Bahasa tubuhnya tampak bingung, tapi berusaha menutupi dengan omongan-omongan yang jadi ke sana kemari.

Raffi Ahmad dan Nia Ramadhani [Sumber Gambar]
Banyak orang ngehost pertama kalinya, atau bahkan ke sekian kalinya, tetap bisa mengalami momen gugup di atas panggung. Meski acara tersebut sudah banyak persiapan, ada kalanya kendala dari dalam atau luar tak dapat dihindari. Hal ini memang bisa berujung salah tingkah dan menjadi masalah.

Jadi MC bisa nggak sreg dengan konsep yang punya acara

Menurut penjelasan Nia Ramadhani, saat itu ia terkendala mata minus yang membuatnya tak bisa melihat tulisan di prompter. Sedangkan, acara tersebut ternyata harus berbasis teks yang sudah diberikan tim, karena tergolong perhelatan award formal. Nia sendiri lebih memilih menutupi kondisi itu dengan narasi yang dibuatnya sendiri dengan tujuan improvisasi, meski ternyata malah membuat campur aduk dan menyadari kesalahannya.

Maksud hati berimprovisasi, ternyata Nia Ramadhani menyadari kesulitannya di tengah acara [Sumber Gambar: Suara, Youtube/Trans TV Official]
Tak sedikit orang menjalani profesi yang ternyata sering tidak sejalan dengan dirinya, atau dengan situasi yang sudah ia bayangkan, salah satunya pembawa acara. Kerap kali ada banyak ‘titipan’ atau perubahan yang bagi si host adalah tak sempat diduga, tapi mau tak mau tetap harus dilakoni. Atau bakalan pulang dengan tangan hampa karena bagaimanapun, mereka adalah pihak yang dibayar untuk membawakan acara tersebut.

Dituntut untuk menjadi sempurna

Istri Ardhie Bakrie ini memang seringkali dianggap punya privilege, tapi bagaimanapun sebenarnya mantan artis Sinetron Bidadari itu ya manusia biasa. Sangat bisa untuk melakukan kesalahan. Ia pun sempat menanggapi hujatan dengan postingan di akun Instagram tentang manusia yang tidak sempurna.

Mungkin dalam sebuah acara, kita melihat pembawa acara yang pandai bicara, bisa mengarahkan suasana sehingga acara itu bisa bikin haru atau tertawa, berpenampilan cakap berkelas dan sebagainya. Itulah modal yang perlu disiapkan seorang MC untuk menjalankan pekerjaannya. Sebagian adalah skill, sebagian lagi jor-joran uang di penampilan. Sebagai bagian dari panggung hiburan, mereka juga entertainer yang dituntut menjadi sempurna.

Tapi, semua itu memang diikuti dengan melakukan kesalahan, trial-error dan mengumpulkan jam terbang. Saat ini, Nia Ramadhani sedang tersandung masalah yang membuatnya belajar sangat banyak. Sebab ini bukan tentang tidak bisa mengupas salak atau hal sepele lainnya, namun tentang etos kerja yang menentukan citra artis profesionalnya selama ini.

Hujatan pada Nia Ramadani {Sumber Gambar: Youtube/Trans TV Official]

Jadi, ia sadar bahwa dirinya pun ‘terpoteq’ oleh kesalahan sendiri. Pasti ada rasa malu, bersalah, kecewa dan mungkin marah pada diri sendiri. Tapi sebagai figure publik, masih harus menanggung koreksi dan bully dari banyak pihak. Nia mengakui ini berawal dari kesalahan kecil di mana ia meremehkan kondisi matanya. Ternyata berbuntut masalah serius pada pekerjaannya.

BACA JUGA: 4 Hal Remeh Tentang Nia Ramadhani yang Jadi Sorotan, Salah Satunya Tak Cuci Piring 12 Tahun

MC terbaik pun pernah dihujat habis-habisan oleh netizen. Ini memang menjadi salah satu risiko karier, terutama yang mengandalkan komunikasi dan lidah. Kalau ucapannya benar, bisa menggerakkan banyak orang. Kalau keseleo sedikit saja, bisa mendatangkan petaka.

Yah, jangan berhenti belajar ya, Mbak Nia. Bagaimanapun masalah yang terjadi, selalu ada hikmah yang bisa dipetik.