Pernah enggak sih kamu mendengar nama negara Tuvalu? Pasti ada yang bahkan enggak tau kalau negara kecil ini memang eksis dan ada. Tuvalu, dahulunya masuk bagian Kepulauan Ellice, negara ini merupakan kepulauan yang terletak di Samudra Pasifik, antara Australia dan Hawaii. Ia bertetangga dekat dengan Nauru, Kiribati, Fiji dan Samoa.

Tapi, meskipun kecil negara ini punya keindahan yang luar biasa. Di era perang dunia II, Tuvalu merupakan tempat yang strategis. Sayang, negara yang dikelilingi oleh perairan ini disebut terancam akan tenggelam. Apa iya? Nah, simak dulu deh fakta-faktanya.

Negara kecil ke-4 di dunia

Melansir laman website 7infonegara, Tuvalu masuk dalam jajaran negara ke-4 terkecil yang ada di dunia. Negara kepulauan ini hanya terdiri dari empat pulau karang dan lima atol (pulau koral yang sebagian besar berada di Samudera Pasifik) besar.

Negara yang kecil ke 4 dunia [sumber gambar]
Luas daratan Tuvalu hanya 26 kilometer persegi saja. Dengan luas negara yang hanya 26 KM, Tuvalu menampung sebanyak 10.472 populasi. Karena hal tersebutlah, ia juga diberi gelar sebagai pulau yang padat populasi ke-3 di dunia.

Kontur tanah yang rendah sehingga air terus meninggi

Ada satu hal yang unik namun membuat miris yaitu kondisi kontur tanah negara Tuvalu yang sangat rendah. Melansir blog.act.id, titik tertinggi dari 114 pulau yang membentuk negara ini bahkan hanya setinggi 5 meter saja dari permukaan laut. Kondisi inilah yang menyebabkan hari ini Tuvalu dianggap sebagai negara yang terancam tenggelam karena efek makin bertambahnya ketinggian permukaan laut.

Tuvalu [sumber gambar]
Ancaman ini sudah menjadi rahasia banyak orang. Enele Spoga selaku Menteri Tuvalu, seperti yang dikutip dari merdeka.com telah meminta bantuan secara resmi kepada para pemangku kekuasaan di negara Uni eropa untuk membantu supaya negaranya tidak tenggelam dan lenyap dari permukaan bumi. Hal ini dilakukan dengan cara mengurangi emisi gas rumah kaca.

Lokasi yang strategis selama Perang Dunia II

Lokasi yang sangat strategis selama meledaknya Perang Dunia ke II, Tuvalu menjadi tempat persinggahan yang strategis bagi para pasukan tentara Amerika Serikat. Hal itu disebabkan karena  pulau lain yang masuk jajaran mikronesia, seperti Kiribati di Pasifik telah ditempati oleh pasukan Jepang.

Sisa sejarah PD II [sumber gambar]
Ada banyak bukti yang ditemukan di Tuvalu yang diduga merupakan peningalan dari Perang dunia II, termasuk sebuah landasan lama yang ada di sisi timur laut Nanumea, ada pula bangkai kapal di dekat desa Numea, dan di Motulalo di Nukufetau yang sangat banyak. sedangkan di Pulau Fongafale dulunya dijadikan sebagai pangkalan tentara, terdapat pula sebuah bunker bawah tanah di Tepuka. Karena peninggalan tersebutlah, Tuvalu sangan cocok dijadikan tempat berwisata sejarah.

Banyak penduduk Tuvalu yang mengungsi ke negara tetangga

Meski indah dan menawan, terbatasnya transportasi menuju ke negara ini membuat tak banyak orang yang mau mendatanginya. Terbatasnya transportasi ini dipengaruhi oleh letak Tuvalu yang memang jauh di Pasifik.

Penduduk Tuvalu [sumber gambar]
Karena sudah mendapat pemberitaan akan tenggelam, enggak heran kalau banyak warga Tuvalu yang mengungsi dan pindah ke negara lain. Mereka hijrah menuju kawasan tetangganya yakni Selandia Baru dan kepulauan Pasifik Selatan, karena khawatir dan takut masa depannya akan tenggelam di Tuvalu.

BACA JUGA: Nauru, Dari Kaya Raya Negara Ini Jadi Termiskin Sejagat

Tuvalu memang indah dan bersejarah. Namun, terbatasnya transportasi serta pemberitaan yang mengatakan ia akan tenggelam membuat ia tak terlalu ramai pengunjung. Bahkan, warga Tuvalu sendiri banyak yang minggat dan pindah ke negara tetangga.