Jika bicara mengenai negara paling rajin, tentu yang terlintas di benak kita mungkin Jepang atau Korea Selatan. Ya, pasalnya di sana penduduknya dikenal gila kerja dan kemana-mana selalu jalan kaki. Bahkan sampai-sampai banyak orang yang meninggal karena gila kerja di sana. Jadi wajar dong disebut negara paling rajin.

Namun ternyata anggapan kamu itu salah. Jika rajin di sini yang dimaksud aktivitas fisik, maka Jepang maupun Korea kalah jauh dengan negara-negara di bawah ini. Bahkan salah satu dari negara itu aktivitas fisik penduduknya sampai di atas 90% persen loh. Lalu negara mana sih itu? Biar gak penasaran simak ulasan berikut ini.

Togo negara paling rajin namun miskin

Jarang orang mengenal negara ini, namun nyatanya Togo dinobatkan sebagai negara paling rajin di dunia. Dilansir dari laman IDN Times, riset dari The Lancet Global Health mengatakan kalau negara ini memiliki tingkat aktivitas fisik paling tinggi di dunia.

Kehidupan Togo [sumber gambar]
Hal itu karena memang kebanyakkan pekerjaan yang ada di sana berhubungan dengan pertanian, perkebunan dan peternakakkan yang masih tradisional. Alhasil wajar kalau banyak dari penduduknya yang diharuskan menggerakkan badan. Namun sayang, Togo masuk dalam daftar negara paling miskin di dunia. Bahkan pada tahun 2011, rata-rata pendapatan penduduknya perhari hanya US $ 1,25 saja.

Tanzania para penduduknya yang suka gerak

Negara di benua Afrika satu ini rupanya juga masuk dalam jajaran negara paling rajin. Hal itu tidak terlepas dari aktivitas fisik penduduknya yang di atas rata-rata. Namun sayangnya, aktivitas fisik di negara ini tidak melulu produktif. Mereka yang sudah berumur kadang juga tidak bekerja, namun memiliki aktivitas fisik yang lumayan tinggi.

Kemiskinan Tanzania [sumber gambar]
Unik memang keadaan di Tanzania ini banyak gerak adalah hal yang biasa di sana. Namun sayang, negara ini angka kemiskinan juga lumayan memperihatinkan. Dilansir dari laman Merdeka, masih banyak penduduk yang ternyata penghasilan perharinya di bawah US $ 1 saja.

Lesotho, walau tandus tapi penduduknya banyak gerak

Ketimbang Indonesia, iklim di negara Lesotho di benua Afrika ini sangat jauh dari kata subur. Banyaknya tanah yang tandus dan gunung-gunung yang ada membuat pekerjaan seperti petani dan perkebunan adalah jadi sangat sulit. Namun demikian ternyata penduduk di negara ini dikenal memiliki aktifitas fisik yang diatas rata-rata.

Keadaan Lesotho [sumber gambar]
Hal itu mungkin berhubungan dengan keadaan alamnya yang keras yang membuat mereka harus bersusah payah jika ingin bertahan hidup. Sayangnya di negara ini separuh dari jumlah populasi penduduknya ternyata berada di bawah garis kemiskinan.

Mozambik, keadaan alam memaksa mereka bergerak

Seperti negara-negara sebelumnya, Mozambik juga dikenal memiliki keadaan alam yang lumayan sulit. Namun hal itu tidak membuat penduduknya menyerah, malah mereka mengusahakan apapun agar dapat bertahan hidup. Alhasil, aktivitas fisik penduduk di sana rata-rata di atas 78% loh.

Kemiskinan Mozambik [sumber gambar]
Bagaimana tidak, hampir seluruh kegiatan sehari-hari dilakukan secara manual. Mulai dari memompa air dari sumur, membawanya ke rumah, mencari makan dan lain-lain. Namun sayangnya nasib kemakmuran negara ini tidak terlalu mujur. Banyak dari penduduknya yang masih mengalami kemiskinan.

Uganda penduduknya rela jalan jauh

Negara terahir yang dinobatkan sebagai yang paling rajin adalah Uganda. Nah, kalau aktivitas fisik penduduk di negara ini tidak main-main. Bayangkan saja, menurut survei aktivitas fisik penduduknya sampai angka 90%. Itu bukan hal yang aneh sih soalnya hanya untuk pergi ke tempat kerja saja masih banyak penduduk yang mesti jalan kaki selama 2 jam.

Keadaan Uganda [sumber gambar]
Wajar kalau jadi salah satu negara paling rajin. Namun kembali lagi, negara di benua Afrika ini juga sedang berjuang melawan kemiskinan yang ada di negaranya. Meskipun aktivitas tinggi namun tak menjamin kalau mereka bakal makmur.

BACA JUGA: 4 Negara Tajir Ini Akhirnya Bangkrut dan Miskin karena Salah Kelola Sumber Daya Alamnya

Produktivitas masyarakat suatu negara memang tak selalu berbanding lurus dengan kemajuan dan kesejahteraan penduduknya. Masih banyak faktor yang mengikuti seperti pendidikan, kemajuan peradaban, pemerintahan, politik dan masih banyak lagi. Dan jangan salah, dalam beberapa histori, ada beberapa negara yang tadinya sangat kaya raya tapi tetap bisa jatuh miskin karena salah penanganan. Jadi, jangan menyerah untuk tetap rajin nan produktif meskipun hasilnya Tuhan juga yang menentukan.