Kasus asusila adalah kasus yang paling banyak menjangkiti negara-negara di seluruh dunia. Satu atau dua pelaku ditangkap maka akan muncul puluhan atau bahkan ratusan pelaku baru. Beberapa orang menyebut tindakan kekerasan ini telah membudaya. Bahkan dijalankan dari generasi ke generasi untuk memuaskan hasrat terpendamnya.

Baca Juga : 10 Kasus Pengeboman Dahsyat dan Mematikan yang Merenggut Banyak Korban

Dari sebuah penelitian, setiap hari ada lebih dari 10 kasus kekerasan asusila pada wanita di Indonesia. Jumlah ini hanya beberapa saja yang melaporkan ke polisi. Sebagian lainnya memilih diam karena merasa malu aibnya terbuka. Di dunia, kasus-kasus semacam ini ternyata jauh lebih parah. Bahkan kasus asusila sudah menjadi hal biasa. Gila! Negara apa saja yang paling parah tindak kekerasan asusilanya, monggo kita simak sama-sama!

1. Afrika Selatan

Afrika Selatan adalah negara dengan tindakan kekerasan asusila paling tinggi. Bahkan dalam satu tahun saja ada setengah juta kasus asusila yang membuatnya tak tertandingi lagi. Sebuah survei di Afrika Selatan mengatakan jika 40% wanita di sana pernah mengalami kekerasan sekali seumur hidupnya. Dan dari 10 kasus, hanya 1 orang yang melaporkannya pada polisi. Hal ini membuat tindakan asusila di Afrika Selatan makin subur!

Afrika Selatan [image source]
Afrika Selatan [image source]
Dari sekitar 500.000 kasus asusila, 41% dari total kasus dialami anak-anak di bawah umur. Bayangkan anak-anak yang masih sangat kecil harus mengalami tindakan kekerasan yang akan diingatnya seumur hidup! Jika anda ingin tinggal di luar negeri lebih baik hindari negara ini!

2. Swedia

Swedia menduduki peringkat kedua sebagai negara yang tak ramah terhadap wanita. Di negara ini, 1 dari 4 wanita memiliki peluang mengalami kekerasan asusila pada tubuhnya. Jumlah ini terus meningkat menjadi 14 kali lipat sejak tahun 70-an. Pemerintah Swedia sudah kebingungan bagaimana menurunkan tindak kekerasan yang membuat banyak wanita akan merasa takut jalan sendirian di malam hari.

Swedia [image source]
Swedia [image source]
Pada tahun 2013 silam di Swedia dilakukan penelitian tentang perilaku sosial masyarakat. Hasil penelitian mengejutkan pemerintah. Bagaimana tidak? Satu dari tiga remaja di bawah 18 tahun pernah mengalami kekerasan. Hal ini terjadi saat di sekolah atau pun di jalanan. Mengerikan!

3. Amerika Serikat

Tingkat kekerasan asusila pada wanita di Amerika terkenal sangat tinggi. Bahkan satu dari tiga wanita di sana pernah mengalaminya hal mengerikan ini. Jumlah itu sebanyak 44% wanita yang mengalami kekerasan lebih dari sekali, bahkan hampir separuh hidupnya harus menghadapi hal tak berperikemanusiaan ini!

Amerika Serikat [image source]
Amerika Serikat [image source]
Sebuah lembaga survei bernama RAIIN menyebutkan jika setiap 107 detik di Amerika ada kasus asusila. Coba hitung dalam sehari ada berapa kasus? Banyak sekali bukan? Tindakan kekerasan ini banyak sekali terjadi di sekolah, kampus dan juga tempat kerja.

Baca Juga : 8 Kasus Penembakan Massal Paling Mengejutkan dalam Sejarah

Bahkan yang sangat parah di penjara pun kasus asusila ini justru sering terjadi.

4. Inggris

Inggris menjadi negara Eropa kedua yang memiliki tingkat kekerasan seksual paling tinggi. Di negara ini, pria dan wanita sama-sama memiliki potensi mengalami kekerasan. Bahkan sebuah survei membuktikan jika dari setiap 7 kasus asusila, 1 kasus di alami pria. Meski demikian, kasus asusila terhadap wanita benar-benar melewati batas.

Inggris [image source]
Inggris [image source]
Pemerintah Inggris sampai dibuat pusing oleh kelakuan warganya. Bahkan dalam setahun terjadi lebih dari 83.000 kasus tindak kekerasan asusila. Jumlah ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebagian besar korban dari tindakan ini adalah wanita yang memiliki usia di bawah 18 tahun. Ngeri!

5. India

Kasus asusila yang menimpa di India menjadi sorotan penting bagi pemerintah. Berdasarkan lembaga survei kriminal, di India ada sekitar 34.000 kasus kekerasan setiap tahun. Jumlah ini terus meningkat dari tahun ke tahun hingga nyaris tak bisa dibendung lagi oleh pemerintah. Kasus-kasus asusila di India paling besar terjadi di kota New Delhi dan Mumbai.

India [image source]
India [image source]
Satu dari tiga korban kekerasan asusila di India dialami oleh gadis di bawah usia 18 tahun. Jumlah ini dikerucutkan lagi hingga diperoleh data satu dari 10 anak di bawah 14 tahun harus rela teraniaya oleh penjahat tak bermoral. Dalam satu jam, terdapat 3 kasus asusila di seluruh India!

6. Selandia Baru

Pada tahun 2013 silam sebuah skandal memalukan menimpa Selandia Baru. Sebuah gang asusila yang menyebut dirinya “Roaste Busters” membuat keonaran. Mereka berisi banyak sekali pemuda yang masih belia yang diharuskan melakukan tindakan kekerasan pada wanita. Kebanyakan dari mereka masih di bawah umur.

Selandia Baru [image source]
Selandia Baru [image source]
Gadis-gadis malang ini akan diajak ke bar lalu dibuat mabuk. Setelah itu mereka di bawah ke tempat persembunyian dan dieksekusi bersama-sama. Satu dari tiga gadis di Selandia baru berpotensi mengalami tindakan kekerasan. Jumlah ini terus meningkat karena remaja pria di sana mulai terobsesi untuk melakukan hubungan badan dengan gadis yang mereka mau.

7. Kanada

Setiap tahun ada sekitar 400.000 kasus kekerasan asusila di Kanada. Jumlah ini meningkat dan tak bisa dibendung lagi. Satu dari empat wanita di Kanada pernah merasakan kekerasan asusila dalam hidupnya walau cuma sekali saja. Jumlah ini sekitar 11% mengalami luka permanen pada tubuh hingga menyebabkan trauma yang sangat mendalam.

Kanada [image source]
Kanada [image source]
Dari seluruh kasus kekerasan asusila yang terjadi, hanya 6% yang dilaporkan kepada polisi. Sisanya memilih diam karena merasa malu dengan aib yang diderita.  Sebagian besar korban tindakan kekerasan ini terjadi di rumah dan pelakunya adalah orang terdekat, entah itu keluarga atau teman! Benar-benar parah!

Baca Juga : 5 Negara Dengan Kasus Pemerkosaan Tertinggi di Dunia

Tindakan asusila semacam ini adalah hal yang sangat menyusahkan. Bahkan tak bisa dihentikan jika kita semua orang tidak sadar akan pentingnya saling menjaga. Well, semoga kasus seperti ini tak terus meningkat di Indonesia maupun dunia!