Kehadiran PUBG Mobile memang sangat disambut baik oleh masyarakat mana pun. Khususnya laki-laki, baik anak-anak hingga dewasa. Mereka rela habiskan waktu untuk mendengar sebuah kalimat menyejukan hati yaitu “Winner Winner Chicken Dinner”.

Di samping keberhasilan PUBG Mobile memikat hati masyarakat, ternyata ada juga yang kontra dengan permainan ini. Bukan hanya pacar atau si emak, melainkan negara. Beberapa pemerintahan negara menganggap kalau PUBG Mobile perlu dihapuskan. Bahkan akan ada rencana pemblokiran. Wah, negara apa saja ya?

Parlemen Mesir yang menganggap para remaja belajar kekerasan dari PUBG Mobile

Di akhir 2018 kemarin, Parlemen Mesir sedang mempertimbangkan untuk membuat larangan warga negaranya untuk bermain PUBG Mobile.

Pelajar bunuh guru di Mesir [Sumber Gambar]
Pasalnya, kantor berita lokal di Mesir melaporkan adanya murid yang membunuh gurunya di salah satu sekolah di Provinsi Alexandrian. Ini dilakukan oleh si murid lantaran ia ingin meniru perilaku karakter dari permainan ternama tersebut.

Menteri IT di India sebut PUBG Mobile sebagai game iblis

Pernyataan mengejutkan dari Menteri IT Goa, India bernama Khaunte. Ia berpendapat kalau permainan satu ini sudah seperti iblis bagi para remaja. Dikarenakan anak-anak dan remaja lebih mementingkan bermain PUBG Mobile ketimbang belajar.

Khaunte sebut PUBG Mobile game iblis [Sumber Gambar]
Bahkan, game ini memberikan pengaruh buruk seperti nilai ujian rendah, kemarahan tiba-tiba dan perubahan suasana hati. Oleh karena itu, kalau kualitas siswa yang ada di Goa menurun, maka PUBG Mobile akan diblokir tanpa pemberitahuan.

China yang bakal on the way blokir karena melanggar etika game online

Negara Tiongkok juga tak tinggal diam dengan permainan satu ini. Melalui Komite Peninjauan Etika Online, PUBG Mobile termasuk game yang melanggar aturan permainan di China sehingga akan diblokir pada waktu yang belum ditentukan.

Anak di China meninggal karena meniru gaya di China [Sumber Gambar]
Alasannya karena PUBG Mobile sudah menampilkan efek visual darah yang seharusnya tidak ada dalam permainan. Lalu di China juga sudah ada anak lelaki berusia 13 tahun yang menjadi korban PUBG Mobile. Dikutip dari liputan6.com, bocah tersebut meninggal karena melompat dari lantai empat dan diduga meniru adegan di game itu.

Militer Lebanon yang melarang tentaranya bermain PUBG Mobile

Sungguh aneh ketika kita mendengar Militer Lebanon menerbitkan aturan untuk tentaranya agar tidak bermain PUBG Mobile. Tapi, ini dilakukan demi keselamatan negaranya. Pasalnya dikhawatirkan mereka bermain dan berkomunikasi dengan tentara asal negara lain termasuk musuh Zionis.

Tentara Lebanon yang dilarang main PUBG Mobile [Sumber Gambar]
Tidak hanya PUBG Mobile, game lainnya yang bernuansa mirip dengan permainan tersebut juga dilarang. Dari sini, anggota militer yang sudah mendapatkan memo aturan tersebut diharuskan untuk menyebarkannya ke sesama personil. Kalau di antara mereka ada yang berani melanggarnya, akan ada tindakan tegas dari para atasan.

BACA JUGA : Dari Gangguan Mental Hingga Tewas, Ini 4 Peristiwa Tragis karena Kecanduan PUBG

Itulah empat negara yang membenci kehadiran game ternama di dunia ini. Para pemerintah melarang bukan tak ada alasan, melainkan ingin menyelamatkan negaranya dari segala kerugian. Hmm.. melihat gencarnya negara ini untuk melarang memainkan PUBG Mobile, Indonesia bakal melakukan hal yang sama enggak ya?