Munculnya banyak stadion bagus di Indonesia menjadi bukti apabila sepak bola terus berkembang di negeri ini. Meski tak mempengaruhi prestasi Timnas yang tetap puasa gelar, tapi dengan dukungan fasilitas bagus pastinya akan mudah untuk mengasah bakat pemain. Saat ini dari ujung barat sampai timur banyak daerah yang merencanakan pembangunan stadion megah.

Namun sayang di balik trend positif  sepak bola nasional itu, ada beberapa stadion yang mengalami nasibnya miris. Bahkan wujudnya perlahan berubah bak rumah hantu. Seperti gelanggang olahraga Utama Palaran di Samarinda Kalimantan Timur yang kondisinya sekarang memprihatinkan. Mahalnya biaya perawatan menjadi penyebab keadaan stadion besar tersebut. Bagaimanakah kondisinya sekarang? Dari pada penasaran lihat potret di bawah ini.

Penampakan gagahnya Stadion Utama Palaran dahulu dari Cakrawala

Tampak atas stadion utama palaran [Sumber Gambar]

Keindahan luar biasa Palaran sebelum diserang oleh negara api

Keindahan Palaran [Sumber Gambar]

Kini, Bangku penonton berjamur dan ditumbuhi rumput liar jadi pemandangan

Bangku penonton stadion palaran [Sumber Gambar]

Tidak hanya bangku, tribune Stadion juga alami nasib serupa

Tribune Stadion Palaran [Sumber Gambar]

Bangunan dalam Stadion retak bak hati insan yang sedang terluka

Tembok palaran [Sumber Gambar]

Tidak hanya luar dalam gelagang olahraga hebat ini juga alami kebobrokan

Fasillitas lain stadion [Sumber Gambar]

Pintu masuk ke dalam Stadion Utama Palaran harus rela bernasib nahas

Pintu Stadion Palaran [Sumber Gambar]

Pos keamanan Stadion sudah layaknya rumah memedian

Pos keamanan stadion [Sumber Gambar]

Gunung sampah di area Stadion Utama Palaran yang sering menggunung

Sampah di Stadion Plaran [Sumber Gambar]

Selain fasilitas, akses menuju stadion megah ini juga miris penampakannya

Akses menuju stadion [Sumber Gambar]
Beberapa kejadian di Stadion Palaran ini sudah sepatutnya mendapatkan perhatian serius. Pasalnya meski banyak membangun, stadion dengan fasilitas oke (standar) di Indonesia masilah kurang. Jadi apabila sampai kehilangan Palaran berarti sama halnya dengan membuang salah satu aset untuk memajukan sepak bola di tanah air.