in

Dianggap Penjara Paling Ketat di Indonesia, Inilah 5 Napi yang Berhasil Lolos dari Nusakambangan

Nusakambangan mungkin jadi salah satu tempat tahanan yang paling ditakuti di tanah air. Selain keadaannya yang lumayan terpencil juga banyak mitos yang bikin ngeri saat berada di sana. Jadi bukan hal yang aneh kalau para napi malah takut sendiri, jangankan kabur mau jalan ke sekitar saja mungkin minta ditemani.

Di luar perkiraan, ternyata ada loh beberapa napi yang sempat lolos dari sana. Entah memang punya nyawa banyak atau apa, yang jelas berhasil menembus pertahanan super ketat. Sebagian dapat diringkus kembali namun yang lain tetap bebas. Lalu siapa saja sih mereka? Simak ulasan berikut.

Jhony Indo dan drama pelarian di Nusakambangan

Siapa yang tidak kenal dengan Jhony Indo, pria yang satu ini disebut salah satu legenda perampok di Indonesia dengan kelompoknya Pachinko (Pasukan China Kota). Mantan kriminal yang sempat melakukan modus berkedok fotomodel ini akhirnya harus masuk penjara paling ketat di tanah air Nusakambangan.

Jhony Indo [sumber gambar]
Namun demikian, sepertinya aroma kebebasan lebih menggoda ketimbang merenungi penyesalan di penjara dan akhirnya dirinya mencoba kabur. Setelah berminggu-minggu pencarian, tak ditemukan jejak pria yang satu ini bahkan sampai menggeledah rumah istrinya. Hiungga akhirnya Jhony Indo ditangkap disekitar Nusakambangan, ya selama ini dia bermain kucing-kucingan di sana.

Darmo bin Sukandar yang lolos dan masih belum ditemukan

Layaknya film-film asal Hollywood, napi yang satu ini ternyata berusaha cukup keras dan lama untuk lolos dari Nusakambangan. Dijebloskan selama 14 tahun karena masalah perampokan, rupanya keadaan penjara membuat pria yang satu ini tidak betah. Rencana kaburnya pun bisa dibilang lumayan matang, bagaimana tidak pasalnya saat itu Kadarmono sedang menjalankan tugasnya menggembala ternak.

Kadarmono [sumber gambar]

Dengan bekal 30 roti yang sudah disiapkan sejak beberapa hari yang lalu, pria ini sukses bikin sipir dan polisi jadi kehilangan jejak. Apalagi mengingat kalau Kadarmono dianggap lincah dalam memanjat pohon dan tebing semakin menyulitkan petugas. Sudah dua kali dirinya melakukan upaya kabur, dan hingga saat ini masih belum ditemukan jejaknya.

Duo napi yang berhasil bikin petugas pada kelibetan

Kalau aksi kabur dari penjara paling ngeri ini tidak dilakukan sendiri melainkan kerjasama dua orang. Merekalah Hendra bin Amin dan Agus Triyadi bin Masimun yang melihat celah sedikit dalam penjara. Tepatnya melihat keadaan plafon yang retak dan mudah untuk dijebol membuat Hendra dan Agus memutuskan untuk melakukan aksi pelarian.

Duo napi Nusakambangan [sumber gambar]
Dan benarlah, setelah menjebol plafon dan merusak genteng, keduanya turun menggunakan seutas tali yang dibuat dari sarung yang diikat. Mungkin karena perencanaan yang kurang matang membuat aksi pelarian diri ini jadi gagal dan akhirnya mereka diringkus beberapa hari setelah dinyatakan kabur.

Si Messi yang benar licin seperti aslinya di lapangan

Dialah Saman Hasan Zadeh Leli alias Messi salah satu tahanan asal Iran. Namun uniknya, aksi kabur yang dilakukan oleh napi yang satu bak di film-film fiksi. Tanpa punya ilmu kanuragan dan lain-lain, siapa sangka Messi bisa mengelabuhi banyak petugas. Dengan bermodal baju penjaga, dia menyamar dan melewati jalan biasa seolah tak terjadi apa-apa.

Messi Nusakambangan [sumber gambar]
Pun demikian dirinya masih sempat menggondol sepeda motor sipir bersamanya. Sampai saat ini masih belum diketahui keberadaanya, apakah masih berkeliaran di Nusakambangan atau malah sudah keluar negeri. Padahal masa hukumannya hanya tinggal 17 bulan lagi dari penjara.

Lolosnya beberapa napi dari penjara paling ketat di indonesia ini tentu jadi sebuah masalah. Apalagi kalau sampai mereka tak bisa ditemukan lagi, bisa-bisa bikin onar kembali. Tentu hal ini akan menjadi koreksi untuk lapas agar bisa lebih ketat lagi.

Written by Arief

Seng penting yakin.....

Leave a Reply

Sempat Jadi Pebulutangkis Hebat, 9 Potret Ini Gambarkan Nasib Taufik Hidayat Sekarang

10 Potret Majunya Kampung Komputer di Nigeria, Bukti Kalau Afrika Tak Selamanya Udik