Menjadi raja dalam bidang otomotif adalah salah satu mimpi Indonesia yang belum terwujud. Ya, dulu semasa orde baru gerakan mobil dan kendaraan nasional sempat dicanangkan. Namun sayang kandas di tengah jalan. Sampai sekarang ini pun kasusnya masih sama, produsen kendaraan dalam negeri sedang kalah saing dengan yang lainnya.

Namun jangan berputus asa, pasalnya meskipun mobil nasional hampir tak ada kabarnya tapi banyak loh kendaraan roda empat dari Indonesia laku di luar. Ya, walaupun harus kerja sama dengan perusahaan asing, namun pembuatannya hampir semua dilakukan di tanah air. Dilansir dari Good News From Indonesia dan beberapa sumber lainnya, berikut ulasannya.

Karimun Wagon sangat diminati di Pakistan

Sebuah mobil yang dibuat di bawah nama label perusahaan Jepang Suzuki ternyata dibuat di tanah air. Ya Suzuki Karimun Wagon R rupanya jadi sebuah idola tersendiri bagi masyarakat di luar sana, bahkan kepopulerannya mengalahkan dalam negeri. Semua tidak terlepas dari sistem  low cost green car (LCGC) yang membuatnya hemat dan ramah pada bahan bakar.

Karimun Wagon [sumber gambar]
Siapa sangka kalau Direktur Pemasaran SIS divisi Kendaraan empat roda, Donny Saputra mobil yang dibuat di Indonesia ini tembus dalam jumlah yang fantastis di Pakistan sana. Bahkan ekspor per bulan bisa sampai 3000 unit, tentu hal ini menjadi sebuah kebanggaan bagi tanah air.

Sienta yang memang merajai di Asia Tenggara

Toyota Sienta adalah salah satu jenis mobil yang sempat mendapatkan popularitasnya di tanah air meskipun tak terlalu lama. Meskipun sudah tak terlalu diminati di Indonesia, namun siapa sangka kalau mobil yang satu ini malah laku di luar negeri. Ya, beberapa negara Asia Tenggara lebih meminati mobil ini ketimbang yang lainnya karena harga yang murah dan kualitas tak mengecewakan.

Sienta [sumber gambar]
Yang paling banyak permintaan adalah tetangga kita Malaysia dan Thailand. Bahkan Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono mengatakan kalau ekspor dari produk ini mencapai angka 2500 unit pada awal tahun lalu.

Xpander yang tak mau kalah dengan yang lain

Ternyata mobil kelas SUV yang dibuat di Indonesia pun juga memiliki kelas peminatnya sendiri. Tepatnya mobil dengan jenis Mitsubishi Xpander sampai saat ini masih ada di pasaran. Namun siapa sangka tidak hanya dari Indonesia, pasalnya justru penjualan juga paling banyak berasal dari luar negeri.

Xpander Mitsubishi [sumber gambar]
Beberapa negara di ASEAN menjadi langganan wajib dari mobil yang dibuat di Indonesia ini dan yang paling banyak berasal dari Filipina. Tidak sampai di situ bahkan pada bulan Agustus tahun ini, diperkirakan kalau Xpander akan mulai merambah ke pasar di negeri Gajah Putih Thailand.

Ayla yang sudah jadi favorit warga Filipina

Tak mau kalah dengan Karimun Wagon, mobil jenis Daihatsu Ayla juga jadi idola di beberapa negara. Bersaing dalam kategori low cost green car (LCGC) membuat mobil ini diidam-idamkan karena murah dan hemar penggunaan bahan bakarnya. PT Astra Daihatsu Motor (ADM)  mengatakan Filipina jadi pasar utama dalam penjualan mobil ini di luar negeri.

daihatsu-ayla [sumber gambar]
Tentu hal ini menjadi sebuah rekor sendiri dan bukti persaingan mobil yang dibuat di Indonesia benar adanya. Tak sampai di situ, bahkan Daihatsu berencana memasarkan produk lain seperti Terios, serta Grand Max D dan Grand Max T melihat keberhasilan Ayla.

Keberhasilan mobil-mobil buatan Indonesia bersaing di luar negeri ini tentunya jadi kebanggaan tersendiri. Namun demikian, agar sedih ketika tahu kalau mobil-mobil itu masih berdiri di balik perusahaan asing. Tapi jangan berkecil hati, pastinya ada juga kesempatan industri dalam negeri bisa berkembang.