Miyamoto Musashi, Kesatria Samurai yang Tak Terkalahkan Hingga 60 Pertempuran

oleh Tetalogi
14:10 PM on Dec 19, 2015

Bagi para penggemar kisah samurai tentu sudah tahu siapa itu Miyamoto Musashi. Tapi bagi yang belum tahu, ia adalah seorang legenda samurai yang sesungguhnya di Jepang.

Kehebatannya sebagai seorang ahli pedang dan ronin atau seorang samurai tanpa tuan begitu melegenda hingga ke luar Jepang. Tapi tidak hanya itu saja, ia juga dikenal sebagai seseorang yang tidak terkalahkan dalam duel pedang.

Baca Juga
Cantiknya Istri 6 Pemimpin Daerah di Tanah Air Ini Dijamin Bikin Kamu Terpesona dan Ngiri
Kabar Siti Rohmah, Si Kasir Minimarket Cantik yang Kini Sukses Menjelma Menjadi Model

1. Menang Duel Pertama Kali di Usia 13 Tahun

Dalam bukunya yang berjudul Go Rin No Sho (The Book of Five Rings), Musashi menjelaskan bahwa dirinya telah belajar tentang strategi sejak masih muda. Di usia yang masih sangat muda, yaitu 13 tahun, ia sudah melakukan duel pertamanya dan hebatnya berhasil memenangkan duel tersebut.

Lukisan yang menggambarkan Miyamoto Musashi [Image Source]
Lukisan yang menggambarkan Miyamoto Musashi [Image Source]
Lawan duelnya saat itu adalah Arima Kihei, seorang ahli pedang dari Shinto ryu. Saat itu Arima memasang pengumuman tantangan duel kepada publik di Hirafuku-mura. Musashi kemudian menulis namanya sendiri dan Kihei menjawab tantangan tersebut. Hanya dengan membawa tongkat panjang, Musashi berhasil menjatuhkan Kihei yang sombong dan selalu ingin bertarung.

Di usia 16 tahun, ia kembali memenangkan duel dengan seorang ahli pedang hebat yaitu Akiyama dari Provinsi Tajima. Di usia 21 tahun, ia pergi ke Kyoto dan bertarung duel dengan banyak ahli pedang lainnya dari sekolah pedang terkenal, namun ia tidak pernah kalah sekalipun dalam duel tersebut.

2. Bertarung dengan Sekolah Pedang Terkemuka

Antara usia 20 hingga 21 tahun, ia mulai melakukan beberapa pertarungan melawan sekolah Yoshioka. Yoshioka adalah sekolah bela diri terbaik dari delapan sekolah yang paling terkemuka di Kyoto. Menurut Legenda, delapan sekolah ini didirikan oleh delapan orang pendeta ahli bela diri dari Gunung Kurama.

Monumen yang menandai lokasi pertempuran Musashi dan Yoshioka [Image Source]
Monumen yang menandai lokasi pertempuran Musashi dan Yoshioka [Image Source]
Ia pertama menantang Yoshioka Seijuro, kepala sekolah Yoshioka untuk duel. Dalam pertempuran tersebut Musashi menang dan berhasil melukai lengan kiri Seijuro. Kepemimpinan sekolah diambil alih oleh Yoshioka Denshichiro yang kemudian menantang Musashi untuk balas dendam. Namun sekali lagi pihak Yoshioka berhasil dikalahkan Musashi.

3. Menciptakan Teknik Bertarung dengan Dua Pedang

Dua kemenangan Musashi membuat keluarga Yoshioka marah. Yoshioka Matashichiro yang saat itu berusia 12 tahun dan menjadi kepala Yoshioka kemudian merencanakan penyerangan terhadap Musashi dengan membawa pasukan pemanah dan ahli pedang.

Miyamoto Musashi dengan dua pedang [Image Source]
Miyamoto Musashi dengan dua pedang [Image Source]
Musashi yang pada dua duel sebelumnya selalu datang terlambat kini bersiap dengan datang lebih awal dan bersembunyi. Mengetahui bahwa dirinya ternyata akan diserang, Musashi kemudian menyerang pasukan Yoshioka terlebih dulu dan berhasil membunuh Matashichiro.

Para pendukung Yoshioka yang marah berusaha menyerang Musashi, dan ia pun kabur. Agar bisa pergi dan melawan para musuhnya, ia akhirnya terpaksa mencabut pedang keduanya dan mempertahankan diri dengan dua pedang. Inilah awal mula dari gaya pedang niten’ichi miliknya.

4. Berduel dengan Menggunakan Bokken atau Pedang Kayu

Dari tahun 1605 hingga 1612, ia berkelana ke segala penjuru Jepang untuk meningkatkan kemampuan berpedangnya lewat duel. Diceritakan bahwa ia tidak menggunakan katana atau pedang dalam duel yang sesungguhnya, tapi hanya menggunakan bokken atau pedang kayu.

Miyamoto Musashi dengan dua bokken [Image Source]
Miyamoto Musashi dengan dua bokken [Image Source]
Dalam kebanyakan duelnya, ia tidak pernah berusaha membunuh lawannya. Kecuali di awal memang kedua belah pihak setuju untuk bertarung sampai mati. Meski begitu, ia tidak pernah peduli dengan senjata apapun yang digunakan lawannya untuk menyerangnya. Hal inilah yang memperlihatkan kemampuannya yang hebat.

5. Bertarung dalam 60 Duel dan Tidak Terkalahkan

Ketika berada di Nara, ia bertarung dan membunuh seorang praktisi kusarigama (senjata yang mirip celurit) bernama Shishido Baiken. di Edo, ia kemudian mengalahkan Muso Gonnosuke yang dari kekalahan ini kemudian mendirikan sekolah Shinto Muso-ryu yang mengembangkan teknik untuk membalik dan mengalahkan serangan Musashi dalam duel.

Patung pertempuran Miyamoto Musashi dan Sasaki Kojiro [Image Source]
Patung pertempuran Miyamoto Musashi dan Sasaki Kojiro [Image Source]
Di usia sekitar 30 tahun, ia bertarung melawan Sasaki Kojiro yang dikenal dengan Iblis dari Provinsi Barat yang menggunakan senjata nodachi, sebuah pedang panjang. Dalam pertempuran tersebut, Sasaki Kojiro berhasil dikalahkan dan tewas terbunuh hanya dengan pedang bokken.

6. Meninggal Dunia dengan Tenang

Pada tahun 1641, ia mulai menulis buku. Buku pertamanya yang berjudul Hyoho Sanju Go (35 Instruksi dalam Strategi) yang menjadi dasar bukunya yang terkenal, Go Rin No Sho. Ia yang mulai sakit-sakitan akhirnya mengungsi ke dalam gua untuk menulis buku Go Rin No Sho. Merasakan bahwa dirinya akan segera meninggal, Musashi mewariskan segala barang duniawi miliknya.

Penanda makam Musashi [Image Source]
Penanda makam Musashi [Image Source]
Ia kemudian menyerahkan manuskrip buku karyanya kepada adiknya, Terao Magonojo yang juga murid terdekatnya. Di momen kematiannya, ia bangkit dan mengencangkan ikat pinggannya. Ia duduk dengan posisi satu kaki diangkat. Tangan kiri bertumpu pada pedang, tangan kanan bertumpu pada tongkat. Ia kemudian meninggal dalam posisi ini di usia 62 tahun. Ia meninggal dengan tenang dan bukan dalam sebuah duel.

Seorang legenda dikenang berkat keahlian, prestasi, dan kemampuannya selama hidup. Hal itu pulalah yang membuat Musashi masih menjadi legenda samurai yang hebat hingga sekarang. Apapun senjata yang dibawa musuh, ia tidak mundur dan gentar untuk maju berduel. Keberanian inilah yang juga menunjukkan bahwa ia patut menjadi seorang legenda samurai.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia Inilah Alasan Pakai Rok Saat Bersepeda Motor Sama dengan Bunuh Diri 4 Ciri-Ciri Ini Bisa Jadi Indikasi Kalau Sebuah Warung Pasang Jin Penglaris, Hati-Hati! 10 Postingan Nyeleneh Pengguna Medsos Pamer Kemesraan, Berasa Pingin Nampol Lihatnya Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis Belum 30 Tahun, 5 Cewek Cantik Zaman Now Ini Sudah Bergelimang Harta, Hampir Saingi Syahrini! Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an
BACA JUGA