Kamu pastinya pernah dong berobat atau memeriksakan diri ke dokter. Mungkin saat itu kamu lagi terserang demam, asma, atau sakit kepala sebelah. Begitu si dokter selesai memeriksa bagian tertentu di tubuh kamu dengan saksama, tibalah kamu di meja beliau. Dalam rangka untuk meredakan sakit yang kamu derita supaya tidak berkepanjangan, dokter kemudian memberikan secarik kertas berisikan resep yang mesti kamu tebus di apotek dengan tulisan yang sulit kamu cerna dengan mata telanjang.

Kamu sebetulnya ingin bertanya perihal tulisannya yang entah kenapa begitu jauh dari kata elok dan sulit dibaca padahal ia seorang yang berpendidikan tinggi. Namun, kamu urungkan karena sungkan. Kami mungkin tak dapat mengobati penyakit layaknya seorang dokter, tapi kami mungkin dapat mengobati rasa penasaran kamu mengenai fenomena ini. Karena kali ini kami punya teori “anti-mainstream” yang semoga saja bisa menguak misteri di balik tulisan dokter yang maha apik ini.

1. Demi mengakomodir semua pasien yang ada

Dokter yang baik sadar bahwa dalam satu hari ia bisa menangani banyak sekali pasien. Jumlahnya juga tak sedikit, puluhan hingga ratusan mengantre di luar ruang praktik untuk sesegera mungkin mendapat penanganan darinya.

Begini kira-kira ilustrasi percakapan dengan dokter via BBM. [Image Source].
Menulis resep obat dengan tulisan yang enak dibaca jelas akan menguras banyak waktu dan berdampak pada banyaknya pasien yang kelelahan menunggu. Oleh karena itu, demi mengejar setoran mengakomodir semua pasien yang ada, dokter dengan berat hati harus mempercepat proses menulis resep sehingga wajar jika tulisannya jadi begitu abstrak.

2. Punya jiwa seni tinggi

Kadang selera seni yang tinggi tak akan mudah dipahami oleh awam seperti kita. Misalnya, seperti sebuah lukisan yang bagi kita tampak berantakan dan tak layak untuk dipuji, namun di mata para pecinta seni karya tersebut begitu dipuja dan malah harganya bisa tembus jutaan dolar.

Dilema jadi dokter yang punya tulisan apik. [Image Source].
Hal yang sama berlaku pula dengan tulisan tangan seorang dokter. Tulisan yang bagi kita tampak seperti “ceker ayam” tersebut, bisa jadi bernilai seni tinggi di mata mereka yang mengerti seni.

3. Mendongkrak kemampuan berpikir pasiennya

Seorang dokter tak hanya bertugas sebagai orang yang mengobati penyakit yang kamu idap. Ia pun dapat berperan sebagai seseorang yang ikut berjasa dalam meningkatkan kemampuan berpikir kamu. Tepatnya ya lewat tulisan resep dia ini. Bagi pasien yang punya rasa keingintahuan tinggi, ia akan merasa dituntut untuk memahami apa yang ditulis oleh sang dokter.

Apa tuh kira-kira tulisannya? [Image Source].
Apakah ini hanya resep biasa ataukah ada sebuah pesan tersembunyi dalam resep tersebut. Ada kepuasan tersendiri manakala si pasien berhasil memecahkan “kode” resep sang dokter. Ya, itu kalau berhasil. Kalau tidak, yang ada sakit kepala pasien itu malah makin menjadi-jadi.

4. Hobi mendikte sejak duduk di bangku Sekolah Dasar

Ada satu rutinitas paling menjengkelkan yang kami yakin pasti dialami oleh kita semua ketika SD. Yakni ketika para siswa disuruh menyalin-ulang ucapan atau tulisan guru yang ada di papan tulis atau malah buku pelajaran. Tak jelas apa maksud dari kegiatan seperti ini. Apakah guru kita ingin melatih kemampuan menulis kita atau memang iseng menyuruh supaya jam pelajaran dapat berlalu lebih cepat bagi mereka.

Punya tulisan jelek ada hikmahnya juga loh. [Image Source].
Tapi, calon dokter sejak dulu tak pernah mengeluh. Mereka begitu tekun dengan tugas semacam ini. Hebatnya, mereka dapat mendikte tulisan dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi ketimbang siswa lain. Sayangnya, hal itu berakibat pada segi keindahan tulisan mereka yang kacau balau. Kebiasaan yang sepertinya masih mereka adopsi hingga resmi menjadi dokter ketika dewasa.

Itulah beberapa teori yang mungkin dapat menjelaskan mengapa tulisan seorang dokter begitu semrawut dan njelimet. Akhir kata, kami ingin menegaskan bahwa tulisan ini cuma guyonan belaka. Jangan terlalu diseriusi, gak baik kalau semua hal di dunia ini kamu seriusi. Bisa-bisa kamu jadi sakit, mesti ke dokter, dan ketemu lagi deh sama tulisan resep super apik sang dokter.