Sudah tidak bisa diragukan lagi kalau banyak dari kamu adalah penggemar mie instan sejati. Meskipun bukan anak kos, tapi snack kelas berat ini jadi favorit banyak orang. Alasan jelas banget karena selain murah, mie juga enak luar biasa, ada yang rasa rendang pula tuh. Mie memang favorit, tapi sayangnya banyak yang nggak tahu cara menyajikannya. Terutama soal isu-isu kesehatan yang berhubungan dengan makanan satu ini.

Ya, kamu mungkin kaget kalau tahu ternyata mie bisa berbahaya jika tidak diolah dengan dengan. Tak main-main, bahkan penyakit ganas seperti kanker  usus bisa saja menyerang para penikmat setia makanan ini. Di sini kami akan beberkan beberapa cara agar makan mie instan tetap sehat tapi juga jadi lebih enak. Anak kos haram hukumnya lewatkan ulasan ini.

Say no to Nasi

Jangan pakai nasi [image source]
Kebiasaan orang Indonesia, kalau nggak pakai nasi itu belum sah disebut makan. Makanya, kemudian apa pun itu dicampur begitu saja dengan nasi, termasuk mie salah satunya. Pernah melakukan itu? Kalau iya, maka hentikan kebiasaan tersebut. Alasannya apalagi kalau bukan karena mie instan itu sebenarnya sudah benar-benar cukup untuk nilai kalori dan karbonya. Ketika ditambah nasi, maka yang terjadi adalah perut melar. Ini tidak baik juga untuk pencernaan.

Sedikit saja bumbu

Kurangi bumbu [image source]
Asal kamu tahu, di Jepang rata-rata produk mie instan dijual tanpa MSG, termasuk pula produksi Indonesia yang ada di sana. Hal ini sangat berbeda dengan di sini yang mecinnya full. Memang bikin rasa makin kuat dan enak, tapi mengonsumsi banyak MSG akan berakibat buruk bagi tubuh. Tipsnya adalah kurangi kadar MSG ketika bikin mie instan. Rasanya mungkin tidak terlalu kuat, tapi itu cara yang cukup aman.

Air rebusan jangan dipakai

Jangan gunakan air rebusa [image source]
Ini penting karena air rebusan mengandung banyak bahan-bahan kimia. Saat proses perebusan, bahan-bahan kimia tersebut keluar dari mie dan membuat air rebusan berwarna kuning. Sebaiknya kamu gunakan saja air panas lain dari pada menggunakan sisa rebusan. Kandungan bahan kimia air rebusan mie instan bisa saja membahayakanmu.

Tambahkan daging

Mie instan sarden [image source]
Sumpah ini serius, mungkin akan jadi tambah mahal tapi cara ini bisa bikin mie instan double enaknya. Kalau misal repot mengolah dagingnya, beli saja sarden kalengan. Itu malah lebih enak karena sudah ada bumbunya. Jika sarden pun tak ada, kamu juga bisa memadukannya dengan sosis,  entah dicampur begitu saja atau gulung sosis dengan mie kemudian goreng. Tak hanya enak, cara ini juga bisa bikin mie lebih bergizi.

Tambahkan sayur

Mie rebus telur [image source]
Kamu bisa saja menambahkan brokoli, sawi atau wortel. Sebenarnya mie instan sudah mengandung banyak mineral, tapi dengan tambahan sayuran valuenya akan makin banyak. Jadi, tak masalah untuk menghujamkan macam-macam sayuran ke sana, kecuali pare mungkin ya karena pahit dan bikin rasa mienya jadi aneh. Mie plus sayuran seperti ini juga lumayan cukup untuk asupan serat.

Mau komplit, dibikin sandwich saja

sandiwch mie [image source]
Kamu bisa mengkreasikan mie itu dengan berbagai cara. Kalau bosan dengan kombinasi sayur dan daging, bisa coba membuatnya menjadi semacam sandwich. Caranya mie yang sudah direbus dikocok bersama telur hingga membentuk adonan. Setelah itu panggang atau goreng adonan. Tumpuk di dalam roti tawar bersama sayur dan daging. Setelah itu panggang saja deh. Dijamin pasti enak.

Kurangi beli di warung

Kurangi beli di warung [image source]
Maksudnya jangan beli mie rebus yang sudah jadi di warung, kalau bungkusan saja boleh. Alasannya tentu saja adalah karena air yang digunakan merebus mie di warung itu sudah digunakan berkali-kali. Digunakan cuma sekali saja sudah berbahaya, nah ini malah digunakan mungkin 6-7 kali. Pasti jadinya rusak itu perut, bahkan kalau keterusan bisa saja bikin kamu opname. Meskipun begitu, entah kenapa mie rebus buatan warung selalu lebih enak daripada bikinan sendiri.

Mie instan memang bisa diakali dengan macam-macam cara. Tapi, sejujurnya, makanan cepat saji satu ini tetap tidak baik untuk dikonsumsi dengan intensitas tinggi. Mie memang enak dan ramah sekali di kantong, tapi itu bukan alasan untuk bisa mengonsumsinya terlalu sering. Ingat, kesehatan adalah investasi jangka panjang.